Kamis, 30 Juni 2011

Jenderal Ito Sumardi Hilangkan Stres dengan Nyanyi & Main Musik


Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Bagi Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, musik adalah segalanya. Alunan nada dan kekuatan lirik lagu bisa membuatnya lepas dari kepenatan dan stres.

Di balik kesehariannya yang sibuk dengan sejumlah kasus hukum, penyuka musik Jazz ini selalu menyempatkan diri untuk bermusik. Tak hanya itu, ternyata diam-diam pria kelahiran Bogor 17 Juni 1953 ini memiliki suara cukup merdu.

"Sejak SMA, pernah sekolah musik dan sekolah nyanyi. Musik itu buat saya segalanya, untuk bisa melepas stres, kejenuhan, dengan menyanyi kita bisa mengekspresikan apa yg ada di dalam hati kita," kata Ito kepada wartawan di Restoran Bumbu Desa, Thamrin City, Jakarta, Senin (27/6/2011).

Ito mengaku hampir semua alat musik bisa ia mainkan. Mulai gitar, keyboard/piano hingga drum.

"Saya sudah pernah rekaman lho sama mas Tantowi Yahya," ucapnya.

Meski memiliki suara merdu, Ito tak pernah terbayang ingin menjadi artis atau penyanyi. Bahkan ia mengklaim sejak dulu dirinya sudah berprofesi sebagai artis. Lho?

"Dari dulu sudah jadi artis. Apalagi jadi Kabareskrim jadi artis sama kawan-kawan wartawan," canda Ito.

"Sudah begitu yang sering komplain itu anak saya. Jadi artis bukan, tapi muncul di TV melulu," kelakarnya.

Pria bernama lengkap Ito Sumardi Djunisanyoto itu akan pensiun akhir bulan ini. Ito dipilih jadi Kabareskrim sejak November 2009 menggantikan Komjen Pol Susno Duadji.

Ito adalah lulusan Akpol tahun 1977 satu lifting dengan Komjen Pol Susno Duadji dan Irjen Pol Edward Aritonang (Kapolda Jateng). Sebelumnya Ito pernah menjabat Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolda Riau.

Selasa, 28 Juni 2011

18 Preman Bermodus Juru Pakir PRJ Ditangkap

Mereka ditangkap dalam razia yang digelar kepolisian semalam.

VIVAnews - Polisi mencokok sejumlah juru parkir liar bermodus pemerasan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, semalam. Dari razia itu, sedikitnya 18 preman berhasil diamankan petugas.

Kepala Bagian Operasional Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Karim mengatakan, penertiban itu dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat yang merasa diperas oleh juru parkir liar di luar arena PRJ.

"Ada 18 orang preman yang berpura-pura menjadi juru parkir berhasil kami amankan," ujar Abdul saat dihubungi VIVAnews.com.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah buku rekapan tagihan mulai dari lahan parkir hingga tagihan pedagang kaki lima yang biasanya mangkal di sekitar area Pekan Raya Jakarta. "Rekaman buku itu didapatkan dari para preman, jumlah tagihannya mencapai Rp 200-300 ribu perhari," ungkap Abdul.

Dibantah

Sementara itu penyelenggara PRJ membantah kabar preman merajalela di area PRJ dengan modus menjadi juru parkir dan meminta uang jasa selangit. "Memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir di luar parkir resmi PRJ pun kini tidak perlu was-was.

Demikian pula makan di warung kaki-lima dadakan juga tidak takut dikenakan bayar gila-gilaan," kata Media Relations PT JIExpo Kemayoran, Dinar Hanggarani, dalam rilis yang diterima VIVAnews.com. "Karena aparat polisi dan satpol PP terus berpatroli sepanjang hari," lanjut Dinar

Menurut dia, tarif parkir di luar Arena PRJ tak lebih dari Rp20.000 untuk mobil, atau lebih mahal Rp5.000 dibanding parkir resmi di Arena PRJ yang hanya dipatok Rp15.000. Untuk sepeda motor dikenakan Rp10.000 atau lebih mahal Rp2.000 dibanding parkir di dalam area parkir PRJ yang hanya dipatok Rp8.000.

Dinar juga membantah isu premanisme di PRJ yang beredar di facebook dan Blackberry Messenger. "Jika berkunjung ke Jakarta Fair, Anda akan menyaksikan bahwa di seputaran arena PRJ justru banyak polisi dan satpol PP yang berjaga di setiap sudut. Para pedagang kaki lima pun memasang tarif makan-minum yang masih dalam batas-batas wajar," kata dia.

Sebelumnya, salah satu pengunjung PRJ, Maria Fransiska Triastutik (26) mengaku ditarik uang parkir Rp50.000. Kesal dengan tarif yang tidak masuk akal, warga Jatiwaringin itu pun memprotes si juru parkir. Namun upaya itu sia-sia. Sebab, belasan bekingan juru parkir yang menggunakan rompi hijau ikut mendatangi mobilnya, dan memintanya untuk tetap membayar dengan tarif sesuai yang diinginkan.

"Mobil saya malah dihadang mereka. Bahkan mereka dengan nada tinggi memaksa untuk membayar. Ini mau minta tarif parkir atau mau merampok," tutur wanita yang datang bersama keluarganya itu. (ren)

Minggu, 26 Juni 2011

Asyik! Tarif KRL Commuter Line Jakarta-Bogor Turun Jadi Rp 7.000

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Harga KRL Commuter Line jurusan Jakarta-Bogor akhirnya turun menjadi Rp 7.000 dari harga sebelumnya sebesar Rp 9.000. Pemberlakuan harga baru tersebut akan dimulai pad Senin (27/6) depan.

"Harga tiket KRL untuk jurusan Jakarta-Bogor turun menjadi Rp 7.000 dari harga sebelumnya Rp 9.000," ujar Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS Abdul Hakim saat mengungkapkan hasil antara Komisi V, PT KAI dan perwakilan KRL Mania, Sabtu (25/6/2011).

Menurut Hakim, pertemuan membahas jalan keluar atas keberatan pengguna Commuter Line mengenai penerapan tarif baru.

"Kami mencoba menjembatani kepentingan berbagai pihak, termasuk dalam hal ini adalah PT KAI selaku regulator tarif, dengan masyarakat pengguna KRL. Dengan demikian aspirasi masing-masing kepentingan bisa terserap," jelasnya.

Direktur PT KAI Ignatius Jonan yang hadir dalam pertemuan itu menambahkan, pihaknya terjebak dalam posisi dilematis antara logika bisnis dan pelayanan publik. Setelah melakukan pedebatan yang cukup serius, akhirnya PT KAI bersedia menurunkan tarif baru KRL commuter Line Jakarta-Bogor sebesar Rp 7.000.

"Ini terobosan penting bagi PT KAI dan seluruh pengguna KRL Jakarta-Bogor," kata Hakim.

Hakim mengharapkan, KRL Mania juga siap mendukung dan mensosialisasikan kebijakan tersebut. Hakim mencatat, KRL Mania beranggotakan 5.000 pengguna KRL. Rencanananya, kebijakan baru ini akan mulai dijalankan pada Senin (27/6) depan.

"Mari kita sosialisasikan di berbagai media sosial," terangnya.

Jumat, 24 Juni 2011

Sistem Pembatasan Truk Masuk Tahap Tilang

Sosialisasi akan dilakukan selama 30 hari. Setelah itu polisi akan melakukan penilangan

VIVAnews - Surat Keputusan Menteri Perhubungan Darat yang mengatur sistem pembatasan kendaraan berat di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta sudah disahkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Rambu-rambu larangan truk masuk tol dalam kota akan segera dipasang.

"Kepmenhub No. 62 Tahun 2011 tentang Pengaturan Truk sudah ditanda tangani 20 Juni kemarin," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, kepada VIVAnews.com.

Setelah Kepmen ditandatangani, Dirjen Perhubungan Darat tinggal mengeluarkan surat keputusan untuk menentukan jumlah, bentuk, dan lokasi rambu yang akan dipasang. Nantinya SK dari Dishub untuk menentukan pemasangan rambu sebagai sarana sosialisasi pembatasan angkutan berat di tol dalam kota

Sosialisasi akan dilakukan selama 30 hari. Setelah itu polisi akan melakukan penilangan pada truk dan kendaraan angkutan berat yang masih membandel. Sambil menunggu sosialisasi selesai dilakukan, pembahasan produk hukum akan terus diselesaikan.

Selama pembatasan diberlakukan, ada lima indikator keberhasilan yang telah dicapai. Pertama, kecepatan kendaraan di tol meningkat, per jam. Kedua, jumlah penumpang angkutan umum juga ikut meningkat.

Ketiga, pendapatan angkutan umum meningkat. Keempat, penggunaan bahan bakar berkurang, dan kelima, produktivitas kerja per individu meningkat karena kemacetan mulai berkurang. (ren)

Kamis, 23 Juni 2011

Simpang Susun Tomang Ditutup Selama Sepekan

Penutupan mulai besok, Jumat, 24 Juni 2011, dan dilakukan pada malam hari.

VIVAnews - Pengguna jalan dari arah Grogol yang akan menuju kawasan Tengareng diminta untuk menghindari kawasan simpang susun Tomang. Mulai besok, Jumat, 24 Juni 2011, dilakukan penutupan karena perbaikan jalan.

Perbaikan dilakukan dengan pengaspalan karena banyak lubang, dan pengecekan besi-besi penyanggah jalan layang. Tapi penutupan simpang susun Tomang hanya di lakukan pada malam hari. Mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 WIB, dan dilakukan hingga Sabtu, 2 Juli 2011.

Menurut petugas Jasa Marga bernama M Nuh, pengguna jalan dapat berputar arah di kolong Tomang dan masuk tol untuk menuju kawasan Tangerang.

"Jalan ke arah Tangerang paling mudah melalui putaran kolong Tomang. Pengaspalan karena jalan banyak yang berlubang," ujarnya saat dihubungi VIVAnews.com.

Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai hal ini diminta untuk menghubungi petugas informasi yang bekerja selama 24 jam untuk melayani masyarakat di nomor telepon 021-80880123. (umi)

Polisi Masih Kejar Pembobol Gedung Obat

Jakarta (ANTARA News) - Aparat Polres Metro Jakarta Timur tengah mengejar pembobol gudang obat milik PT Soho Farmasi di kawasan Industri Pulogadung di Jalan Pulogading 6, Rawaterate, Cakung, Jakarta Timur.

"Puluhan ribu obat raib, diperkirakan korban mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Bustoni di Mapolres Jakarta Timur, Rabu.

Katanya, obat yang hilang itu sebanyak 2 palet. Satu palet berisi obat matovis berisi 24.525 kotak dan 1 palet berisi obat prematin sebanyak 1.542 kotak.

"Setiap box obat berisi sekitar 50 sampai 100 butir obat," ujarnya.

Peristiwa hilangnya ribuan obat dari gudang itu baru diketahui dan dipastikan oleh pihak manajemen pada Selasa (21/6) sore.

Menurutnya, kehilangan puluhan ribu obat itu sebenarnya sudah dicurigai oleh pihak manajeman PT Soho sejak Jumat (27/05) lalu.

"Namun saat itu pihak manajemen gudang belum dapat memastikan dan menyimpulkan bahwa obat mereka dicuri," terangnya.

Mereka pada awalnya menduga telah terjadi salah pencatatan, lalu melakukan pemeriksaan terhadap pembukuan barang.

"Namun Selasa kemarin akhirnya pihak manajemen menyimpulkan dan memastikan ada kehilangan obat di gudang mereka setelah melakukan pengecekan sejumlah data dan kelengkapan gudang di lokasi," ujarnya.

Usai menyimpulkan hal itu, jelasnya, pihak manajemen gudang lalu melaporkannya pembobolan tersebut ke Mapolsek Metro Pulogadung, Jakarta Timur.

"Dari hasil laporan tersebut, selanjutnya polisi menjambangi tempat kejadian, dan melakukan olah TKP dan meminta keterangan berbagai saksi," katanya.

Dia mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki dengan memeriksa beberapa saksi lainnya yang diduga mengetahui peristiwa hilangnya obat-obatan tersebut. "Kita masih selidiki lebih dalam lagi," katanya.

Polisi belum dapat menyimpulkan bagaimana pelaku dapat menggasak puluhan ribu obat itu. Namun diduga kuat pelakunya adalah orang dekat juga.

"Kasus ini masih dalam pengembangan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dipecahkan," terangnya.

Selasa, 21 Juni 2011

2014, Hanya Ada Satu Kelas KRL

"Kami ingin menerapkan sistem commuter line sesungguhnya."

VIVAnews - Setelah memutuskan menerapkan kebijakan pola operasi tunggal bagi Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Jabodetabek pada 2 Juli 2011, PT Kereta Api Indonesia merencanakan sistem kelas tunggal atau single class, single tarif, dan single tiket.

Menurut Kepala Daerah Operasi I (Jabodetabek) PT KAI, Purnomo Radiq, rencananya kelas tunggal akan diterapkan pada 2014. Namun dia belum menjelaskan, kelas apa yang akan dihilangkan dari kelas yang sudah ada selama ini.

"Kami ingin menerapkan sistem commuter line sesungguhnya. Commuter line itu punya sifat single operator, single class, single tarif, dan single tiket. Sistem itu ke depan akan dijalankan, sehingga pelksanaannya bisa lebih baik," ujar Kepala Daerah Operasi I (Jabodetabek) PT KAI, Purnomo Radiq di Jakarta.

Menurut Purnomo, sistem single class rencananya akan diterapkan pada 2014. Sedangkan untuk tarifnya masih akan dirundingkan lagi dengan pemerintah.

"Sekarang perubahan yang ingin dilakukan single operation dulu. Pada 2014 baru single class yang akan kami mulai perubahan, ini beban yang mendasar sekali," kata dia.

Purnomo berjanji memberikan pelayanan yang lebih baik, salah satunya dalam hal peningkatan kapasitas daya angkut. Dia menjelaskan, perubahan itu dimulai dari sekarang yaitu dengan pola operasi tunggal. Jika tidak, kualitas angkutan umum massal tidak dapat berubah.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dengan sistem commuter line, kereta akan berhenti disetiap stasiun, sehingga tidak ada kereta yang saling susul. PT KAI juga akan menambah gerbong untuk mendukung sistem ini. Tahun ini, ada tambahan sebanyak 130 unit. Delapan unit gerbong kereta yang merupakan sumbangan dari pemerintah.

"Nantinya tidak ada lagi KRL ekspres, tapi nanti akan diubah dengan berhenti disemua stasiun yang ada," ungkap Corporate Secretary PT. KAI Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran.

Tarif KRL ekonomi tidak berubah yaitu Rp 1.000 - Rp 2.000, kecuali ada penyesuaian tarif. Untuk tarif commuter line dipatok seharga Rp 9.000 untuk rute Bogor-Jakarta Kota. Kemudian Rp 8.000 untuk rute Bekasi-Jakarta Kota dan Rp 8.000 untuk rute Manggarai-Serpong.

Potensi Penumpang Ricuh, KRLMania Lapor Polda

Banyak penumpang yang tidak setuju dengan tarif baru dan jadwal pemberangkatan kereta.

VIVAnews - Komunitas KRL Mania meminta Kepolisian Daerah Metro Jaya mengantisipai timbulnya kericuhan di stasiun kereta api, terkait aksi protes keterlambatan jadwal kereta akibat uji coba pelaksanaan sistem single operation pada Sabtu 18 Juni 2011, yang berujung pada tindakan perusakan fasilitas umum di Stasiun Kota.

"Kedatangan kami ke Polda untuk berkoordinasi dengan polisi, melihat adanya potensi gesekan di masyarakat. Ini terkait rencana PT KAI memberlakukan sistem baru KRL," ujar Humas KRL Mania, Agam Faturrachman di Mapolda Metro Jaya, Senin 20 Juni 2011.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan aksi protes bisa kembali terjadi saat pemberlakuan sistem baru pada Senin, 4 Juli 2011 mendatang. Hingga saat ini, masih banyak penumpang yang tidak setuju dengan tarif baru dan jadwal pemberangkatan kereta.

"Kejadian Sabtu itu, karena penumpang marah menunggu kereta terlalu lama, akibatkan beberapa gerbong kereta rusak dan pemukulan terhadap petugas jaga juga terjadi," paparnya.

Diketahui, pada Sabtu 18 Juni 2011, PT KAI melakukan uji coba KRL Commuter Line. Berbeda dengan KRL Ekonomi AC sebelumnya, sistem baru ini mengharuskan kereta berhenti di setiap stasiun seiring dengan penghapus kereta ekspres. Selain itu, tarif kereta juga akan naik dari harga sebelumnya.

Sistem baru membagi KRL dalam dua kelas. Pertama, KRL Ekonomi bertarif Rp2.000 dengan tingkat perjalanan 30 persen. Kedua, KRL Commuter Line bertarif Rp9.000 dengan tingkat perjalanan 70 persen.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, akan segera menyampaikan informasi dari KRL Mania pada fungsi intel polisi. Lalu informasi dari Intel ini akan disampaikan pada Biro Operasional Polda Metro Jaya untuk mengambil langkah yang tepat.

"Supaya tidak ada lagi perusakan fasilitas umum," katanya. (sj)

Jumat, 17 Juni 2011

Kapolri: Terorisme, Narkoba Bersinergi Hancurkan Moral Generasi Muda

Medan (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jend Polisi Timur Pradopo, mengatakan, kegiatan terorisme dan perdagangan narkoba kini dilakukan melalui berbagai cara dan bersinergi.

"Sinergi itu dilakukan tidak lain agar tujuan teror di masyarakat tercapai dan dapat mengedarkan narkoba untuk menghancurkan moral para pelajar dan generasi muda harapan bangsa," katanya dalam pengarahannya kepada perwira TNI dan Polri di Markas Polda Sumut, Medan, Kamis.

Pengarahan itu juga dihadiri Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti dan para perwira.

Sinergi yang dijalankan terorisme dan narkoba itu, menurut Kapolri, perlu diwaspadai aparat TNI-Polri. Untuk itu, aparat jangan sampai lengah, sehingga para pelakunya dapat ditangkap serta diproses secara hukum.

"Siapa yang terbukti bersalah harus dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ini adalah penegakan hukum, harus dilaksanakan terhadap mereka-mereka yang bersalah tersebut," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Kapolri juga mengatakan, bahaya terhadap terorisme itu juga perlu diantisipasi TNI-Polri karena mereka melakukan berbagai teror atau ancaman bom dimana-mana, sehingga meresahkan masyarakat.

Kegiatan yang menakutkan ini jelas tidak bisa dibiarkan dan harus diberantas. Begitu juga dengan peredaran narkoba yang terjadi saat ini, yang dapat merusak masa depan generasi muda tersebut.

"Disini lah sebenarnya peranan TNI-Polri untuk memberantas terorisme dan narkoba," kata Pradopo.

Kapolri menjelaskan, di tanah air dewasa ini, seluruh desa sudah dimasuki para pengedar narkoba, sehingga para generasi mudanya terancam keselamatan kesehatan mereka.

Bahkan, katanya, peredaran narkoba itu juga sudah memasuki ke daerah pedalaman yang terpencil, misalnya di Provinsi Papua, apalagi di daerah Sumatera Utara cukup banyak.

Sebenarnya, para pemakai narkoba ini tidak perlu ditangkap atau dihukum, tetapi mereka lebih perlu diberikan pengobatan di pusat rehabilitasi narkoba. "Kalau mereka ditahan atau dihukum, tidak akan membuat efek jera, bahkan semakin bandel."

Saat ini para penderita narkoba tersebut cukup banyak. namun di sisi lain, dana untuk pengobatan mereka tidak ada.

"Pengobatan penderita narkoba itu adalah tanggung jawab pemerintah," katanya. (M034/A027/K004)

Kamera Rusak, Tilang Elektronik Ditunda

Cuaca yang buruk kadang membuat kamera tak mampu menangkap gambar secara optimal.

VIVAnews - Penegakan hukum secara elektronik belum dapat direalisasikan. Penerapan tilang elektronik terpaksa ditunda karena perangkat kamera masih mengalami gangguan. Cuaca yang buruk kadang membuat kamera tak mampu menangkap gambar secara optimal.

Seperti diketahui, empat bulan sudah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memasangan kamera CCTV perekam pelanggaran di perempatan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat.

"Kemarin dievaluasi, alatnya ada gangguan, seperti kalau ada petir error. Kemudian server terganggu dengan gelombang radio yang bertabrakan hingga membuat kamera ngeblank," kata Kepala Subdit Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sudarmanto, Jumat 17 Juni 2011. Menurutnya, kamera CCTV hanya mampu menangkap gambar kendaraan yang melanggar jika dalam kondisi cuaca tidak hujan.

Selain itu, Sudarmanto menjelaskan, tilang elektronik di Sarinah belum diterapkan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya kamera CCTV di lokasi. Sehingga polisi masih fokus untuk menyosialisasikannya kepada masyarakat. "Nanti kalau ditilang, ternyata masyarakatnya belum tahu kan kami juga yang disalahkan," ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini polisi belum melayangkan surat tilang elektronik ke alamat rumah pemilik kendaraan yang melanggar. "Hanya sebatas pemberitahuan saja, belum sampai ditilang," jelas dia.

Kedepannya, selain perempatan Sarinah, sedikitnya ada 50 titik lokasi di Jakarta yang akan dipasangi kamera tilang eletronik. Antara lain di Pancoran, Senen, Matraman, Blok M, Cempaka Putih, Grogol, Kuningan, Harmoni, Gunung Sahari, Pasar Rebo, Lebak Bulus, Trunojoyo, Prapanca, dan Dewi Sartika.

"Kami terus melakukan survei titik-titik mana lagi yang dinilai perlu dan efektif. Namun, pemberlakukan sistem tilang eletronik akan ditetapkan di setiap perempatan karena akan lebih efektif," tegasnya.

Selain mempersiapkan kamera, pihaknya akan terlebih dahulu membuat marka kotak kuning atau Yellow Box di setiap perempatan.
"Biaya memang cukup mahal, untuk setiap lokasi saja menelan biaya hingga Rp70 juta," jelas dia. (umi)

Kamis, 16 Juni 2011

Cegah Racun Teroris, Polisi Diimbau tak Asal Jajan


INILAH.COM, Bandung - Polda Jabar mengambil langkah antisipasi terkait rencana teroris meracuni anggota polisi melalui kantin yang ada di markas kepolisian.

Salah satunya, anggota polisi di lingkungan Polda Jabar diimbau tidak jajan makanan sembarangan.

"Kan sebagian banyak konsumsi makanan di Mapolda Jabar dimakan oleh anggota. Ada 3.000 lebih anggota Polda yang mengonsumsi makanan dari kantin. Jadi anggota kita imbau jangan jajan sembarangan," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Agus Rianto kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Rabu (15/6/2011).

Sejauh ini, kata Agus, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pascamerebaknya kabar adanya upaya peracunan terhadap polisi oleh jaringan teroris. Langkah antisipasi yang diambil, yakni dengan memeriksa makanan yang ada di kantin-kantin, khususnya di Mapolda Jabar.

"Begitu ada informasi upaya meracuni makanan, kami langsung melakukan upaya pencegahan. Kami langsung mengecek kondisi makanan yang ada di kantin Mapolda Jabar," tandasnya.

Agus menambahkan, para pengelola kantin juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang disajikan.

"Pengawasan sulit dilakukan karena markas polisi merupakan tempat yang terbuka bagi umum, semua orang bebas untuk masuk dan keluar. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat untuk ikut mengawasinya," pungkasnya.[den]

Curi VCD Player, Simin Tewas Dikeroyok Massa

INILAH.COM, Jakarta - Sungguh sial nasib Simin, 27 tahun. Karena dipergoki mencuri sebuah VCD player, akhirnya dia harus meregang nyawa karena dikeroyok massa, Selasa (14/6/2011) malam.

Seperti dilansir Bidhumas Polda Metro Jaya, Kamis (16/6/2011), Warga Kampung Cilodong Depok, tewas dikeroyok setelah melakukan pencurian di rumah Ny. Dewi, tetangganya sendiri di Kampung Cilodong Rt. 03/05 Kalibaru, Cilodong, Depok.

Simin akhirnya tewas dengan luka di sekujur tubuhnya akibat dikeroyok massa sekitar. Saat petugas kepolisian Polsek Metro Sukmajaya datang ke lokasi kejadian, korban sudan meninggal dunia dalam keadaan telanjang bulat.

Menurut informasi warga sekitar, korban adalah pelaku pencurian di rumah Ny. Dewi, yang juga merupakan tetangga pelaku. Pelaku mengambil sebuah VCD dan tas kosmetik. Pelaku juga merupakan residivis yang meresahkan warga sekitar.

Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti sebuah VCD player merk IKADA dan tas kosmetik yang dicuri pelaku. Sedangkan jenazah pelaku dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Kasus ini ditangani Polsek Metro Sukmajaya.[iaf]

Rabu, 15 Juni 2011

Tak Ada Kenaikan Tarif, Hanya Penyesuaian...

RMOL. Mulai 2 Juli, kereta rel lis­trik atau KRL berubah pola operasi dengan berhenti di se­tiap sta­siun kereta api komuter Jabo­detabek dan tidak ada pe­nyu­sulan antar-KRL.

Peru­bahan ini, menurut Cor­po­­rate Secretary PT KAI Com­muter Jabodetabek Makmur Sya­heran, dilatarbe­la­kangi tar­get yang diberikan pemerintah kepada operator untuk dapat me­ngangkut 1,2 juta orang per­hari pada akhir 2014 dari yang sekarang seki­tar 400.000 orang per hari.

Kata Makmur, saat ini masih sekitar 400.000 orang yang bisa diangkut. Untuk men­capai tar­get 1,2 juta orang tentu dila­ku­kan penambahan unit.

“Ada delapan unit kereta yang merupakan sumbangan pe­merintah. Tahun ini, ada tam­bahan juga sebanyak 130 unit dan pada 2010 sebanyak 110 unit,” jelas Makmur.

Dia melanjutkan, untuk me­ngangkut 1,2 juta penum­pang dibutuhkan sekitar 1.440 unit kereta. Adapun saat ini jum­lah unit kereta masih se­banyak 386 unit.

Rencananya, lanjut Mak­mur, setiap tahun akan dila­kukan penambahan unit ke­reta se­banyak 150 unit hingga 2019.

Mengenai kenaikan tarif, Mak­mur memas­ti­kan tidak ada kenaikan tarif ke­reta. Tiket kereta ekonomi tidak berubah antara Rp 1.000-Rp 2.000. Kecuali ada penye­suaian tarif.

Menurut Makmur, untuk tarif commuter line dipatok se­harga Rp 9.000 untuk rute Bo­gor-Ja­karta Kota dan Rp 8.000 untuk rute Bekasi-Jakarta Kota serta Rp 8.000 untuk rute Mang­ga­rai-Serpong. [rm]

Polisi Telusuri SMS Bom Jelang Vonis Baasyir

Bila terbukti berdampak terhadap masyarakat, persoalan ini akan ditindaklanjuti.

VIVAnews - Kepolisian Daerah Metro Jaya terus melakukan penyelidikan untuk menelusuri pelaku pengiriman pesan teror terkait rencana peledakan bom saat vonis terdakwa dugaan terorisme, Abu Bakar Baasyir, pada Kamis, 16 Juni 2011.

"Kami masih menelusuri sumbernya melalui anggota cyber crime," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Selasa 14 Juni 2011.

Penyidik masih menganalisa apakah pesan teror itu mencemaskan masyarakat atau tidak. Sesudah itu polisi baru menindaklanjuti pencarian pelaku untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

Namun Baharudin menyatakan polisi belum menemukan sumber penyebar pesan singkat bernada ancaman itu.

Sebelumnya, beredar pesan singkat dari nomor telepon selular 082123552496 yang berisi : "Asslm. Wahai singa2 Tauhid Indonesia persiapkan mental, fisik & silah yg kalian punya. Utk Jihad Global yg dilaksanakan di PN Jaksel 16 Juni 2011. Kami telah memasang 36 peledak di seluruh Indonesia, yg akan meledak bersamaan ketukan palu hakim yg menghakimi Ust. Abu Bakar Ba'asyir. Sebarkan berita gembira ini".

Baharudin meminta agar seluruh personel polisi maupun masyarakat waspada. Pengamanan sejumlah kantor polisi juga mulai diperketat jelang vonis Baasyir. Ada 3.446 personel yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Tapi Baharudin memastikan bahwa kondisi Jakarta saat ini masih kondusif dan terkendali.

Selasa, 14 Juni 2011

Polri: Kami Segera Ungkap @Alhamazah

Polri terus melacak siapa pembuat dan pemilik akun itu.

VIVAnews - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Anton Bahrul Alam mengatakan Polri terus melacak pembuat akun twitter @Alhamazah yang menebar ancaman akan mengebom sejumlah tempat. Dia berjanji akan mengungkap pembuat ancaman itu secepatnya.

"Kita terus melakukan tracing mencari siapa pembuat dan pemilik akun itu," kata Anton Bahrul Alam kepada VIVAnews.com, Selasa, 14 Juni 2011.

Menurut dia, ancaman itu berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Sehingga, pengungkapan secara cepat mutlak dilakukan. "Kami akan ungkap secepatnya," kata dia.

Hingga saat ini, kata Anton, Polri belum menemukan titik terang siapa pembuat akun itu. "Saat ini belum kita ketahui siapa pemiliknya. Kami terus berusaha," kata dia.

Akun twitter @Alhamazah diketahui menebarkan ancaman pemboman sejumlah tempat, seperti Istana Presiden dan Gelora Bung Karno. Akun itu juga mengatakan akan meledakkan hotel JW Marriott untuk ketiga kalinya. Bahkan, dalam kicauan dibuat 12 jam lalu, akun ini mengancam akan meledakkan beberapa kantor media, seperti RCTI, MetroTV, dan TvOne.

Habis Batasi Truk, Kini Sistem Ganjil Genap

Pembatasan kendaraan berdasarka nomor polisi ganjil genap segera diterapkan.

VIVAnews - Berbagai terobosan untuk menangani macet Jakarta terus dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dan sejumlah instansi terkait. Setelah pengaturan pembatasan jam operasional kendaraan berat, kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi berdasarkan nomor polisi ganjil genap segera diterapkan.

Dalam waktu dekat, ujicoba pembatasan kendaraan pribadi itu akan dilakukan di jalan yang dilintasi bus Transjakarta. Pembahasan mengenai masalah ini, masih dibicarakan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, pembatasan kendaran pribadi ini merupakan langkah radikal untuk mengatasi macet. Dalam jangka panjang, sistem lain seperti jalan berbayar (ERP), MRT dan Subway juga akan dibangun.

"Setelah pembatasan truk, kita berharap penerapan nomor ganjil genap dapat segera dijalankan," kata Royke.

Ditambahkan Royke, pembatasan kendaraan sistem ganjil genap dinilai signifikan menekan kepadatan lalu lintas. Hal lain adalah untuk mengimbangi tingginya tingkat pertumbuhan kendaraan baru yang mencapai 1.000 unit untuk roda dua dan 250 unit kendaraan roda empat per hari.

Berdasarkan Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, setengah jumlah kendaraan yang beredar di Jakarta atau sekitar 5,6 juta unit berasal dari daerah pinggiran.

Sampai akhir Desember 2010, ada 11.362.396 kendaraan di Jakarta. Sebanyak 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 roda empat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, membenarkan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap merupakan salah satu penanganan kemacetan ibukota.

Namun penerapan ini tidak dapat dilakukan dengan mudah. Diperlukan kesiapan yang matang sehingga pengawasan dapat berjalan secara optimal.

"Kebijakan ini sangat mungkin dilakukan jika sistem dan koordinasi dapat berjalan baik. Jumlah kendaraan yang tidak sedikit sangat sulit dalam pengawasannya. Kebijakan ini masih dalam kajian," kata Pristono.

Saat ini, Pemerintah DKI Jakarta fokus terhadap penataan dan pembenahan jaringan transportasi massal. Di antaranya membangun jaringan angkutan pengumpan (feeder) terhadap busway.

Guna merealisasikannya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menggelar lelang pengadaan bus pengumpan. Bus ini nantinya akan dioperasionalkan mulai Pukul 05.00 - 22.00 WIB.

Adapun rute yang dilalui adalah Tanah Abang-Balaikota yang membawa penumpang ke koridor Pulogadung-Harmoni dan Blok M-Kota. Rute Duri Kembangan yang memasok ke koridor Lebak Bulus-Harmoni dan Kalideres-Harmoni dan Blok M-Kota.

Serta rute Sudirman Centre Business District (SCBD) - Senayan yang memasok koridor Blok M-Kota dan Cawang-Grogol. "Ditargetkan Agustus 2011, bus feeder sudah dapat beroperasi. Sehingga optimalisasi busway dapat berjalan maksimal," ujar Pristono.

Untuk feeder akan ada 15 armada yang dipersiapkan. Adapun untuk infrastruktur yang dibutuhkan antara lain pembuatan halte baru, jembatan penyebrangan, rambu, marka jalan, serta fasilitas pejalan kaki. Standar pengoperasian dan pelayanannya diupayakan mendekati atau sama dengan pelayanan busway.

"Dengan adanya layanan angkutan umum yang aman dan nyaman maka dengan sendirinya pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke angkutan umum," jelasnya. (umi)

BPK: Laporan Keuangan Polri Wajar Tanpa Pengecualian

Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Polri berhasil mempertahankan laporan keuangannya seperti tahun 2009. Untuk tahun ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mempertahankan status pengelolaan keuangan Polri dengan Wajar Tanpa Pengecualian dengam Paragraf Penjelasan.

"Tidak mudah mencapai yang tertinggi dan tidak mudah juga mempertahankannya. Alhamdulilah polri tetap mempertahankan pada tahun 2010 wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan," ujar Ketua BPK Hadi Poernomo saat memberikan laporan keuangan Polri di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (14/6/2011).

Hadi menjelaskan, pencapaian status pengelolaan Polri patut diapresiasi. Status wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan merupakan pencapaian yang baik untuk sebuah lembaga dalam pengelolaan keuangan.

"Ini penghargaan, ini tinggal satu tingkat lagi. Dalam laporan 2010, banyak yang meningkat dari polri. Sebenarnya sama pangkatnya senior. Tahun 2008 laporannya disclaimer tahun 2009 meningkat wajar tanpa pengecualian dengan penjelasan," jelas Hadi.

Hadi merinci 4 tahapan opini BPK terhadap status pengelolan keuangan terhadap suatu lembaga negara.

"Yang pertama wajar tanpa pengecualian, kedua wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan, lalu wajar dengan pengecualian, keempat disclaime atau BPK tidak berpendapat, dan terakhir tidak wajar," ungkapnya.

Status pengelolaan tersebut, kata Hadi, menunjukkan sejauh mana lembaga negara bisa mengelolan tata keuangan yang akuntabel. Baik artinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Benar artinya sesuai dengan peruntukkannya," imbuhnya.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan, penilaian BPK membantu upaya polri dalam rangka menciptakan institusi bersih dari KKN.

"Kita telah berjuang keras mati-matian. Yang bisa kita laporkan bagamaina menciptakan aparat yang bersih bebas dari korupsi," kata Timur.

Senin, 13 Juni 2011

Polisi Diincar Karena Jadi Penghalang Para Teroris

Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Meracuni polisi. Modus teror terbaru itu disinyalir akan dilakukan para terduga teroris yang ditangkap di Kemayoran dan Tambora, Jakarta. Polisi menjadi target teroris karena selama ini polisi selalu menjadi penghalang, selain juga faktor dendam.

"Ya, ini karena dendam dan karena ingin menghilangkan penghalang," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, Senin (13/6/2011), mengomentari indikasi terduga teroris yang akan meracuni polisi.

Menurutnya, pasca serangan kelompok teroris yang menargetkan warga asing, ternyata banyak juga warga Indonesia yang turut menjadi korban. Karena itu, wajar apabila mereka mengubah pola teror dengan tidak menggunakan bom, seperti yang biasa mereka lakukan.

"Bagi kelompok teroris, polisi adalah penghalang langkah mereka. Karena itu polisi menjadi target serangan. Kalau soal dendam, sebenarnya kan sudah ada yang diarah yakni dulu ketika Pak Gories (Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Gories Mere) mendapat bom buku," sambung Wawan.

Sejak beberapa waktu lalu, menurut Wawan, individu-individu ada yang diancam karena terlibat dalam kebijakan pemberantasan teroris. "Dendam itu menurut saya ditujukan kepada siapa yang menghalangi dan melakukan serangan balik," imbuh Wawan.

Seperti diketahui, 6 terduga teroris ditangkap, Jumat (10/6) di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat dan satu di Tambora, Jakarta Barat. Mereka diduga berencana untuk menaruh racun di dalam makanan polisi. Polisi juga menemukan samurai, parang dan 4 pen gun sebagai barang bukti. Kapolri Jenderal Timur Pradopo membenarkan rencana kelompok teroris Kemayoran yang akan meracun polisi itu.

"Sementara mungkin demikian (meracun polisi). Hasil pemeriksaan terhadap tersangka," kata Timur.

Hal itu disampaikan Timur di Bandara Halim Perdanakusumah usai mengantar Presiden SBY yang berangkat ke Swiss, Senin (13/6/2011).

Kapolri Benarkan Teroris Kemayoran Berniat Racuni Polisi

Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo membenarkan rencana kelompok teroris Kemayoran yang akan meracun polisi. Saat ini 6 terduga teroris Kemayoran yang ditangkap masih diperiksa.

"Sementara mungkin demikian (meracun polisi). Hasil pemeriksaan terhadap tersangka," kata Timur.

Hal itu disampaikan Timur di Bandara Halim Perdanakusumah usai mengantar Presiden SBY yang berangkat ke Swiss, Senin (13/6/2011).

Timur enggan menjelaskan lebih lanjut modus teroris yang dianggap baru ini. Ia hanya meminta publik menunggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Sekarang sudah kita amankan mereka. Tentunya nanti akan ada perkembangan yang akan disampaikan. Tapi Insya Allah kita bisa antisipasi lebih cepat untuk melakukan langkah-langkah penindakan," imbuh Timur.

6 terduga teroris ditangkap, Jumat (10/6) di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat dan satu di Tambora, Jakarta Barat. Mereka diduga berencana untuk menaruh racun di dalam makanan polisi. Polisi juga menemukan samurai, parang dan 4 buah pen gun sebagai barang bukti.

Sabtu, 11 Juni 2011

Polri Batal Biayai Operasi Payudara Malinda

INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian RI menyatakan batal membiayai operasi payudara Inong Malinda Dee (47), karena Malinda bukan tergolong orang tidak mampu.

"Saya ralat, ternyata yang ditanggung Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) hanya orang tidak mampu," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardim saat dihubungi wartawan, Jumat (10/6/2011).

Pembiayaan pengobatan pasien yang berstatus tahanan polisi, dibiayai menggunakan fasilitas Jamkesmas. Namun penggunaan fasilitas tersebut tidak berlaku bagi tersangka kejahatan perbankan dan pencucian uang ini, karena Malinda bukan tergolong orang tidak mampu.

"Malinda kan tidak bisa digolongkan tidak mampu," ujar Ito.

Artinya, wanita berpayudara transplantasi ini harus membiayai operasi perawatan payudaranya dengan koceknya sendiri.

Malinda dirawat di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, sejak Kamis (27/5/2011) lalu. Dia dipindahkan ke RS Siloam, Karawaci, Banten, untuk menjalani operasi perawatan payudaranya itu.

Selain harus menjalani operasi perawatan payudara, Malinda juga dikabarkan menderita tekanan darah tinggi karena stres jelang akhir pemberkasan kasusnya. [lal]

Tangsel Patenkan Larangan Truk Lewat Serpong


INILAH.COM, Tangsel - Kesepakatan untuk mempatenkan pembatasan jam operasional angkutan berat di DKI Jakarta mulai Sabtu (11/6/2011), diikuti pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

Tangsel pun melarang angkutan seberat 8 ton untuk melintas Jalan Raya Serpong pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-22.00 WIB.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diah mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama, pihak Pemkot Tangsel akan melanjutkan program uji coba ini.

Tangerang Selatan tetap akan menjalankan kebijakan ini dari pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-22.00 WIB. "Jadi bagi kendaraan angkutan berat di atas delapan ton tidak boleh masuk Jalan Raya Serpong pada jam-jam tersebut," ujar Airin.

Lebih lanjut dijelaskan Airin, setelah adanya keputusan Menteri Perekonomian, pihak Pemkot Tangsel akan melakukan pemasangan rambu di Jalan Tol Dalam Kota.

Setelah 30 hari pemasangan rambu, baru akan diberlakukan law-reinforcement bagi yang melanggar. Namun hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih menurunkan petugasnya untuk menertibkan angkutan berat pada jam-jam tertentu. [mah]

Jumat, 10 Juni 2011

Solusi Batasi Truk, Percepat Proyek Kereta

Khusus untuk logistik, kuncinya adalah bagaimana distribusi bisa langsung ke pelabuhan.

VIVAnews - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, salah satu solusi untuk mengatasi pembatasan truk di ruas tol dalam kota adalah menambah ruas jalan dan mempercepat proyek kereta khusus Cikarang (Jababeka)-Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.

Hatta menilai, solusi jalan tengah mengenai pembatasan truk sementara yang diberlakukan beberapa waktu lalu dapat diterima semua pihak. "Saya kira itu sesuatu yang baik. Buktinya, saya baca di koran, semua happy dengan alternatif solusi jalan tengah itu," kata Hatta di Kementeriaan Perekonomian, Jakarta, Jumat 10 Juni 2011.

Kebijakan pembatasan truk sementara yang merupakan solusi jalan tengah itu adalah pembatasan truk hanya pada ruas jalan tol Cawang-Pluit. Namun, jika terjadi sesuatu yang sangat situasional, ruas jalan tol itu akan dibuka. "Yang namanya situasional, jalan apa pun harus dibuka," kata Hatta.

Ketika disinggung apakah pembatasan truk ini akan dipermanenkan, menurut Hatta, inti permasalahannya adalah bagaimana menggunakan ruas jalan tol di luar jam-jam sibuk.

Dengan kebijakan pengoperasian pelabuhan yang dibuka 24 jam, menurut Hatta, seharusnya sudah ada sistem transportasi yang mendukung kegiatan itu.

Karena di satu sisi, kebijakan pembatasan truk ini memang kabar menggembirakan bagi pengguna kendaraan pribadi, namun distribusi logistik harus dipastikan aman.

"Saya tidak ingin hanya lega bagi kendaraan pribadi, tapi untuk logistik terganggu. Saya tidak mau itu terjadi. Untuk itu solusi jalan tengah diterapkan sementara," kata Hatta.

Solusi ke depan, menurut Hatta, adalah merealisasikan jalur rel ganda dari stasiun kereta api Pasoso, yaitu kereta khusus Cikarang (Jababeka)-Stasiun Pasoso, Tanjung Priok.

Khusus untuk logistik, menurut dia, kuncinya adalah bagaimana distribusi dari pusat-pusat produksi bisa langsung masuk ke pelabuhan. Nantinya, kereta tidak terhenti di Pasoso, namun langsung ke Tanjung Priok, tempat penimbunan kontainernya.

"Targetnya ke sana, roadmap-nya sampai akhir 2013 double track harus selesai. Pembiayaan dari APBN dalam program percepatan pembangunan," kata Hatta. (eh)

Truk Tetap Dilarang Masuk Tol Dalam Kota Saat Jam Sibuk

Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tetap akan merekomendasikan penetapan aturan pembatasan operasional truk melalui Tol Dalam Kota.

"Rekomendasinya tetap menetapkan pembatasan operasional truk," kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Tomex Koerniawan di Jakarta, Jumat.

Tomex mengatakan pihaknya akan membahas kelanjutan pembatasan truk pada jalur Tol Dalam Kota di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tomex menuturkan berdasarkan evaluasi, pembatasan operasional truk mampu menekan titik kemacetan lalu lintas dan meningkatkan rata-rata kecepatan kendaraan.

Selain itu, pembatasan truk juga berdampak terhadap penurunan jumlah kecelakaan sebesar 49 persen dari 43 kasus menjadi 21 kasus selama 20 hari.

"Bahkan jumlah korban tewas akibat kecelakaan mengalami penurunan dari 17 orang menjadi lima orang," katanya.

Namun demikian, Tomex belum bisa menentukan formula aturan pembatasan truk berupa peraturan undang-undang atau surat keputusan.

"Formulanya seperti apa, nanti ditentukan pada pertemuan semua pihak," ujar Tomex.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pembatasan truk melalui Tol Dalam Kota sejak 10 Mei sampai 10 Juni 2011.

Kamis, 09 Juni 2011

Bekasi Paling Rawan Kejahatan dengan Senjata Api


INILAH.COM, Jakarta - Sejak Januari-Mei 2011, Polda Metro Jaya mencatat terjadi 31 kasus kejahatan dengan mengunakan senjata api. Dari 31 kasus tersebut hanya 13 yang berhasil diselesaikan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar dari 31 kasus dengan mengunakan senjata api yang terjadi sejak Januari hingga Mei 2011, wilayah Bekasi merupakan daerah yang paling sering terjadi tindak kejahatan dengan mengunakan senjata api.

"Terdiri dari 5 kasus terjadi di Polda Metro Jaya. 6 kasus di Bekasi Kota dan 5 kasus di Bekasi Kabupaten," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Sementara untuk di wilayah DKI Jakarta, rata-rata terjadi 2 kasus kejahatan dengan mengunakan senjata api. "Untuk wilayah Jakarta, tercatat 2 kasus di Jakarta Pusat, 2 kasus di Jakarta Selatan, 2 kasus di Jakarta Utara, 3 kasus di Jakarta Timur, 3 kasus di Tangerang Kota dan 1 kasus di Tangerang Kabupaten," jelas Baharudin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya juga mengatakan dari 31 kasus yang terjadi, hanya baru 11 kasus yang sudah diungkap. "Pengungkapan ini terjadi di Polda 5 kasus, semuanya diungkap, 2 kasus di Jakarta Utara, 2 kasus di Depok, 3 kasus di Bekasi Kabupaten dan 1 kasus di Tangerang Kota," jelasnya.

Dari 13 kasus yang kejahatan dengan mengunakan senjata api yang berhasil diungkap, Polda Metro Jaya menyita 12 senjata api, dimana 10 diantaranya merupakan senjata rakitan berbagai jenis baik revolver, maupun FN. Sementara senjata asli hanya 1 senjata api berjenis revolver. "Semua senjata merupakan senjata rakitan, kecuali satu jenis revolver yang melibatkan anggota yang terjadi Kemayoran," ucapnya. [mvi]

Tahanan Polri Kelaparan Tiap Hari



INILAH.COM, Jakarta - Tindak kejahatan di Indonesia masih tinggi dan menyebabkan banyaknya tahanan yang terpaksa menginap di balik jerusji besi. Polri pun mengaku merasa berat menghidupi para narapidana tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Timur Pradopo dalam sambutan penandatanganan MOU dengan Menteri Keuangan, dan Kejaksaan RI, tentang "Pengelolaan Cabang Rumah Tahanan di Luar Kumham", di Gedung Graha Pengayoman, Kementrian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Ia menyatakan keberatannya untuk menghidupi para tahanan. "Setiap hari polisi itu kekurangan kasih makanan. Bukan hanya anggaran yang kurang, memberi makanan tahanan saja kurang," kata Timur Pradopo.

Maka dengan adanya kerjasama diantara pihak dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan cabang rumah tahanan negara di luar Kementerian Hukum dan HAM ini dapat memperbaiki pelayanan. "Polri sangat menyambut baik penandatanganan ini," ujarnya.

Sebelumnya, Menkum HAM Patrialis Akbar juga menjelaskan bahwa penambahan jumlah narapidana pertahun cukup besar. "Jumlah tahanan pertahun mencapai 10000," tegas Patrialis. [mvi]

Ito Sumardi: Arahan Kapolri, Anggota Pakai Rompi Anti Peluru


RMOL. Kapolri telah memerintahkan untuk melakukan pengawasan dan penertiban secara besar-besaran terhadap senjata api ilegal. Sebab, semakin meresahkan keamanan masyarakat.

“Tapi kalau cuma mengan­dal­kan polisi, ya sangat sulit. Soal­nya, senjata api ilegal yang saat ini beredar berasal dari banyak sum­ber,” ujar Kepala Badan Re­ser­se Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Ito Su­mardi, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya banyak pihak merasa prihatin dengan maraknya aksi penembakan terhadap polisi yang dilakukan para tersangka kriminal. Soalnya, dalam lima bulan terakhir, kepolisian ke­hi­langan tujuh anggotanya yang te­was akibat aksi penembakan.

Ito selanjutnya mengatakan, pihaknya masih melakukan pe­nye­lidikan dan penyidikan terkait ka­sus penembakan tersebut. “Mes­ki telah mengantongi nama se­jumlah tersangka dan modus pe­nembakan, kami tetap meng­harapkan adanya peran aktif ma­syarakat. Penertiban senjata ile­gal sulit dilakukan dan memakan waktu lama tanpa adanya peran masyarakat,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Maraknya aksi penembakan ter­hadap anggota Polri, apa in­struksi Kapolri?
Kapolri memberikan sejumlah arahan terkait insiden tersebut. Pertama, beliau mengingatkan bah­wa hal tersebut merupakan risiko tugas aparat kepolisian. Ke­dua, melalui Bareskrim, Ka­polri telah mengirimkan telegram ke seluruh daerah untuk me­ning­katkan kewaspadaan. Sebab, suatu daerah bila semakin aman, bia­sanya tingkat kewaspadaan me­nurun. Ketiga, kepolisian juga melakukan sejumlah upaya pen­cegahan terhadap anggota la­pangan. Di antaranya, me­leng­kapi anggota dengan rompi anti pe­luru untuk melakukan peng­amanan di tempat atau daerah yang menjadi sentra ekonomi dan perbankan. Sebab, wilayah terse­but sangat menjadi incaran para penjahat dan perampok terkait terorisme.

Apa benar maraknya aksi pe­nem­bakan terhadap polisi hanya bertujuan untuk menjatuhkan citra kepolisian?
Tidak seperti itu. Motifnya banyak dan sudah terlacak semua. Namun, proses pe­nye­lesaiannya kan memerlukan wak­tu. Saat ini, kami masih menin­dak­­lanjutinya.

Apa saja yang dilakukan?
Begitu ada penembakan, se­per­ti yang di Bekasi, kami langsung melakukan penelitian melalui uji laboratorium. Dari hasil uji itu, kami mengatahui jenis senjata dan sejumlah data lainnya. Setelah mengantongi sejumlah data tersebut, kami melakukan penelusuran terhadap pemilik senjata, sehingga mengerucut pada organisasi atau perorangan.

Bukankan pengawasan terha­dap senjata api berada di bawah pengawasan Polri?
Betul, pengawasan senjata me­mang di bawah Polri. Tapi, sam­pai sejauhmana kita mampu me­ng­awasi kalau senjata itu dipe­gang orang yang tidak berhak.

Contohnya perampok. Nggak mungkin dong mereka melapor ke­pada polisi kalau memiliki sen­jata api.

Saat ini, pengawasan senjata api baru berjalan baik di beberapa instansi, seperti TNI dan Polri, serta untuk berburu dan olah raga. Pengawasan terhadap senjata api semakin sulit. Sebab, di negara ini ada senjata api yang dipro­duk­si home industry, seperti di Su­ma­tera, Jawa Barat, dan sebagian wilayah Indonesia Timur.

Berapa senjata api yang ber­edar di masyarakat?
Berdasarkan pengalaman saya, itu sangat sulit dilakukan. Saya pernah menjadi Kepala Satgas Pengamanan Aceh Monitoring Mission (AMM). Hampir satu ta­hun saya bekerja di Aceh, hingga pase pemusnahan senjata.

Saat pemusnahan, misalnya ada 2.000 senjata api. Namun, ke­tika saya periksa, ternyata ada se­jumlah senjata yang sudah tidak da­pat meledak. Pertanyaan se­lan­jutnya, apa betul jumlah senjata yang beredar di sana hanya 2.000 dan sudah diserahkan semua, kita kan sulit melacaknya.

Mengenai perpindahan senjata dari Aceh dan sejumlah daerah konflik ke Pulau Jawa juga sulit diawasi. Jika senjata itu dibawa melalui kendaraan bermotor atau alat transportasi lainnya, polisi kan nggak mungkin memeriksa satu demi satu. Makanya, kami mengharapkan adanya peran aktif masyarakat dalam menangani persoalan ini.

Apa dengan peran serta ma­sya­rakan akan lebih efektif?
Kami sangat mendambakan pe­ran serta masyarakat. Misal­nya, aturan tamu 1X24 jam wajib lapor dan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Sistem kekeluargaan dan kegotong­ro­yongan itu, semakin jauh diting­galkan. Sebab, masyarakat men­jadi lebih individualis.

Jika peran serta masyarakat kem­bali diberdayakan, kami ya­kin tugas kepolisian dalam men­jaga keamanan dan ketertiban se­makin mudah. Tidak akan ada lagi orang yang diduga terlibat aksi terorisme dapat mendiami suatu daerah dengan tenang dan da­mai.

Rabu, 08 Juni 2011

Flying Fox Makan Korban, Polisi Turun Tangan

INILAH.COM, Jakarta – Polda Metro Jaya tidak akan mengawasi tempat hiburan di Jakarta yang menyelenggarakan permainan flying fox. Polda hanya akan bertindak jika terjadi kecelakaan yang diakibatkan permainan itu.

Pengawasan hanya dilakukan oleh pihak yang mengeluarkan izin permainan tersebut. "Tidak ada pengawasan khusus dari kita," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin DJafar, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (8/6/2011).

Ia menyampaikan hal itu mengenai kemungkinan penertiban terhadap permainan itu menyusul terjadinya kecelakaan yang menewaskan Riska Putri (7) di Taman Wisata Matahari, kawasan Puncak, Bogor pada Minggu (5/6/2011).

Riska jatuh saat bermain flying fox dari ketinggian 10 meter dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Sebelum jatuh, Riska sempat terlilit tali pengaman yang belum terkunci sempurna. Polsek Cisarua telah memeriksa tujuh saksi dari pengelola Taman Wisata Matahari (TWM) dan manajemen Baskoro, selaku penyedia jasa Flying Fox di lokasi tersebut.

Baharuddin mengatakan Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan prosedur perizinan untuk jenis mainan tersebut yang ada di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan di Jakarta. "Prosedurnya ke tempat perbelanjaan dan hiburan di mana permainan itu ada, tapi kalau mengamankan tempat keramaian ya itu tugas kita," jelas Baharudin Djafar.

Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Utara ini menambahkan petugas kepolisian baru bergerak ketika adanya peristiwa kecelakaan. "Kalau sudah ada peristiwa kecelakaan baru kita bergerak, kita periksa pihak penyelengarannya dan sebagainya, tapi sebelum itu pihak pengelola yang mengawasi." [tjs]

Polisi Tangkap Penyuplai Senjata Palu

Saat ditangkap, ia mengarah ke tempat penyimpanan sejumlah senjata rakitan dan amunisi.

VIVAnews - Satu dari tiga buronan yang diburu polisi dalam kasus penembakan brutal di Palu, Sulawesi Tengah, telah tertangkap. Dia dibekuk di Poso.

"Penangkapan teroris di Poso kemarin satu di antaranya yang terkait DPO," kata Kepala Bagian Penerangan Umum, Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu 8 Juni 2011.

Tersangka berinisial PE alias M ini ditangkap kemarin, Selasa 7 Juni 2011 pukul 16.00 WITA. Dia masuk dalam kategori penyuplai amunisi. Sedangkan dua tersangka lainnya, S alias AW dan B alias O masih buron. "Tentunya proses pencarian pada mereka yang diduga terlibat masih terus berlangsung," kata Boy.

Dari penangkapan PE polisi menyita barang bukti berupa tiga senjata rakitan dan amunisi. "Jenisnya senjata api panjang dan kemudian ada beberapa amunisi yang diamankan di lokasi," kata Boy.

Saat ditangkap, kata Boy, dia mengarah ke tempat penyimpanan sejumlah senjata rakitan dan amunisi. "Tempatnya masih di sekitar Poso," kata dia.

Sementara, Boy menambahkan, S alias AW diduga sebagai perencana proses penyerangan terhadap polisi.

Pada 25 Mei yang lalu, penembakan terjadi di depan kantor Bank Central Asia, Jalan Emi Saelan, Palu, Sulteng. Dua polisi tewas dalam peristiwa itu. Sementara satu lainnya luka parah.

Polisi yang melakukan pengejaran berhasil menangkap empat pelaku. Mereka adalah Aryanto Haluta alias Abu Jafar alias Anto alias Fajar, Rafli alias Furqon, Dayat, dan Fauzan alias Charles. Dua di antaranya tewas dalam baku tembak dengan polisi. (umi)

Selasa, 07 Juni 2011

Dirjen Hubud Akan Panggil Lion Air Terkait Penelantaran Penumpang

Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Calon penumpang Lion Air di sejumlah penerbangan akhir pekan lalu merasa ditelantarkan karena dibiarkan menunggu berjam-jam tanpa kepastian waktu penerbangan. Terkait hal ini, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan meminta keterangan manajemen Lion Air.

"Kalau terbukti menelantarkan penumpang, pasti akan ditegur. Tentu akan kami panggil untuk dimintai keterangan dulu sebelum ditegur," kata Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti Singayudha Gumay, pada detikcom, Senin (6/6/2011). Namun belum dipastikan kapan pemanggilan akan dilakukan.

Dirjen Perhubungan akan melakukan evaluasi jadwal penerbangan Lion Air yang disesuaikan dengan kemampuan maskapai yang bersangkutan. Selain itu akan dilihat juga keterkaitan jadwal penerbangan dengan jumlah kru yang dimiliki.

"Kita akan cari tahu ada permasalahn apa. Apakah permasalahan pesawat atau operasi," imbuh Herry.

Jika ada penerbangan yang tertunda selama beberapa jam, misalnya saja selama 3 jam, maka penumpang berhak mendapatkan makanan ringan. Jika harus menginap, maka penumpang berhak mendapat penginapan layak.

"Ini kita akan lihat di lapangan, kita akan evaluasi. Kita akan tegur kalau penumpang ditelantarkan," ujar Herry.

Sebelumnya, penumpang JT-770 rute Jakarta-Manado mengaku dibiarkan menginap selama 5 jam di ruang tunggu Bandara Hasanuddin, Makassar, pasa Sabtu (4/6) tengah malam hingga Minggu dini hari selama 5 jam.

Calon penumpang GT 095 rute Pekanbaru-Jakarta juga mengaku ditelantarkan pada Minggu (5/6). Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 18.15 WIB, namun hingga 23.30 WIB tak kunjung terbang. Penumpang pun mengamuk dan hampir 'membajak' pesawat. Akhirnya para calon penumpang diterbangkan pukul 02.30 WIB.

Penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Palu juga merasa berang. Menurut salah satu penumpang, Sam Purnama, seharusnya pesawat berangkat pada Minggu (5/6) pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 22.00 WIB tak ada kepastian.

Akhirnya, para penumpang protes. Dua pilot pesawat dan empat kru yang melintas di bandara mereka 'sandera' pada Minggu malam. Drama penyanderaan berakhir pada pukul 02.00 WIB. Para penumpang menuju Palu pun kini diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Kepala Humas Lion Air Edward Sirait saat dimintai tanggapannya hingga pagi ini belum bisa dihubungi.

Lagi, Penumpang Lion Air 'Sandera' Petugas

Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta - Insiden penyanderaan petugas Lion Air kembali terjadi. Seorang petugas Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta disandera sejumlah penumpang yang kesal karena pesawat tujuan Yogya itu tak kunjung berangkat alias delayed.

"Pesawat dengan nomor penerbangan JT 564 itu harusnya berangkat pukul 18.00 WIB, penumpang kesal karena tidak ada penjelasan dari maskapai dan tidak ada petugas di ruang boarding A7," kata Arifudha, petugas bandara saat dihubungi detikcom, Senin (7/6/2011).

Baru pada pukul 21.00 WIB, saat melihat seorang petugas maskapai, penumpang yang sudah kesal pun menyandera yang bersangkutan. "Penumpang ke ruang ramp Lion Air, yang itu bukan public area," ujarnya.

Setelah dari ruang ramp, para penumpang akhirnya dipertemukan dengan duty manager. "Setelah ribut sekian lama, akhirnya pesawat bisa diberangkatkan pukul 23.00 WIB lewat," ujarnya.

Kemarin penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Palu juga berang karena pesawat yang seharusnya mereka tumpangi tak kunjung berangkat. Mereka mengamuk hingga menyandera pilot dan kru pesawat.

Senin, 06 Juni 2011

Parkir Off Street Diberlakukan 20 Juni 2011

Apabila masih ada kendaraan yang parkir di badan jalan, maka akan diderek.

VIVAnews - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, memastikan penerapan parkir off street di kawasan Gajah Mada dan Hayam Wuruk akan diberlakukan pada 20 Juni 2011 mendatang. Penerapan ini sedikit mundur dari jadwal semula awal Juni.

Menurut Pristono, ada beberapa hal yang harus disiapkan dan butuh waktu dalam pelaksanaannya. "Tanggal 20 Juni, akan kami berlakukan. Kesiapan gedung sudah dikoordinasikan, sedang disiapkan rambu elektronik," ujar Pristono di Jakarta, Senin 6 Juni 2011.

Pristono mengatakan mulai dari waktu yang sudah ditetapkan tersebut hingga seterusnya, semua kendaraan akan dilarang parkir di badan jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk selama 24 jam. Dishub DKI, lanjut dia, telah menyediakan sarana gedung parkir atau parkir off street agar tidak ada lagi parkir liar di badan jalan, yang kerap menyebabkan kemacetan.

"Setelah kami hitung terdapat 680 parkir on street, maka kami telah sediakan 10 gedung parkir yang bisa menampung sebanyak 3000-4000 kendaraan. Artinya kalau on street dipindahkan itu cukup," kata Pristono.

Dia melanjutkan, untuk bisa menerapkan kebijakan ini, perlu beberapa hal yang harus disiapkan, seperti akses menuju gedung parkir yang baik, keamanan, kebersihan dan sistem parkir dengan menggunakan tiket.
"Jadi tidak bisa asal saja dan jam operasionalnya juga harus lebih. Karena Gajah Mada dan Hayam Wuruk itu kawasan bisnis," terangnya.

Pristono menjelaskan, saat ini persiapan penghapusan parkir on street ini sudah sampai pada tahap pemasangan rambu eletronik yang akan menampilkan ketersediaan sesuai kapasitas parkir dalam gedung.

"Rambu itu tak hanya ada dalam gedung, tapi rencananya juga akan kami pasang di jalan raya, di trotoar sebelum masuk gedung. Kami akan buat seinformatif mungkin," tuturnya.

Sedangkan gedung parkir off street yang dapat digunakan antara lain gedung Gadjah Mada Plaza, Duta Merlin, Menara BTN, Gedung Pelni, Hayam Wuruk Plaza, Glodok Plaza, Hotel Mercure, Hotel Jayakarta, dan Lindetevest Trend Center.

Apabila masih ada kendaraan bermotor yang parkir di badan jalan, Dishub DKI tidak akan segan-segan melakukan penertiban dengan menderek mobil atau motor dan didenda sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Polri Serahkan Berkas Gayus ke Kejari Depok

Gayus tidak ditahan di Kejari Depok.

VIVAnews - Penyidik Mabes Polri menyerahkan berkas tersangka Gayus Halomoan Tambunan dan barang bukti dalam perkara tindak pidana penyuapan ke Kejaksaan Negeri Depok. Tapi, Gayus tidak ditahan di Kejari Depok.

"Karena tersangka ditahan dalam perkara yang lain di LP Cipinang," kata Noorachmad, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, kepada wartawan, Senin 30 Mei 2011.

Sebelumnya, Gayus Tambunan diduga menyuap Kepala Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kompol Iwan Siswanto senilai Rp264 Juta. Selain itu, Gayus juga diduga memberikan uang kepada pegawai di rutan tersebut. Pemberian uang ini diduga kuat agar Gayus dapat leluasa keluar masuk sel tahanan Mako Brimob.

Kasus pelesir Gayus terungkap pertama kali saat dia tertangkap bidikan kamera di sebuah turnamen tenis di Bali. Setelah itu, Gayus pun mengakui bepergian sampai ke luar negeri, seperti Singapura, Kuala Lumpur, Macau, sampai Hong Kong.

Pesanan Ondel-ondel Meningkat Jelang HUT Jakarta


INILAH.COM, Jakarta - Kebudayaan Betawi seperti terus tergerus dan kian terlupakan. Saat ini, bisa dikatakan tidak banyak, orang yang melestarikan kebudayaan warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya itu. Meski begitu, masih ada sejumlah orang yang terus bertahan mempertahankan kebudayaan Betawi dengan caranya masing-masing.

Seperti yang dilakoni Hasyim Maulana (49), seorang perajin ondel-ondel yang telah menekuni profesinya itu sejak tahun 1992. Meski tidak belajar secara khusus, namun ondel-ondel buatannya banyak diminati. Terlebih, saat berlangsungnya peristiwa spesial seperti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta setiap 22 Juni.

Menurut pria yang akrab disapa engkong Hasyim ini, pesanan ondel-ondel hanya ramai saat peringatan HUT Kota Jakarta dan Lebaran ala Betawi. Selebihnya, bisa dibilang sepi. Agar tidak punah, ia tetap bertekad terus membuat ondel-ondel meski saat pesanan sepi. "Saya berusaha mempertahankan agar tidak punah," ujar Engkong Hasyim, saat ditemui di kediamannya di Jalan Sepat I, Kebagusan, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2011).

Selain menjual, Engkong Hasyim juga menyewakan ondel-ondel dengan berbagai ukuran, mulai dari yang mini dengan ukuran 20 sentimeter hingga berukuran besar setinggi tiga meter. Untuk perayaan HUT Kota Jakarta tahun ini, ia mengaku sudah menerima beberapa pesanan. Namun dirinya belum bisa memprediksi berapa banyak pesanan ondel-ondelnya.

"Nanti dua minggu sebelum hari H, baru banyak yang pesen lagi. Makanya saya belum bisa memprediksi," katanya dengan logat khas Betawi.

Tahun sebelumnya, terang dia sebanyak empat pasang ondel-ondel bisa dijualnya. Sementara yang disewakan mencapai 15 pasang ondel-ondel. Biasanya ondel-ondel yang disewa memang lebih banyak dibandingkan yang dibeli. Menginggat, bentuk ondel-ondel berukuran besar akan memakan tempat, sehingga setelah digunakan, biasanya para pembeli akan bingung menyimpannya.

Dia berharap tahun ini pesanan ondel-ondelnya minimal sama dengan tahun sebelumnya.

Harga yang ditawarkan untuk sepasang ondel-ondel cukup variatif, mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp9 juta untuk yang berukuran 1,5 meter-3 meter. Sedangkan untuk ukuran mini yakni, 20 sentimeter hingga 1 meter, harga yang ditawarkan yakni Rp400 ribu-Rp3,5 juta. Harga sewa ondel-ondel juga bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta, tergantung dari lokasi tujuan dan lamanya waktu sewa.

Pria satu cucu ini mengaku, tidak terlalu sulit untuk melestarikan ondel-ondel, asalkan ada kemauan. Untuk bahan baku, sambungnya, diperlukan kayu gelondongan, bambu, ijuk, dan kawat masih mudah ditemui. "Jika ada saingan itu juga bagus, untuk memacu kita agar lebih baik lagi. Masing-masing perajin juga punya ciri khas sendiri, kalau punya kita cirinya ondel-ondel abang none. Jadi tergantung pelanggan mau pilih yang mana," tandasnya. [beritajakarta.com]

Polisi Lacak Pembuat Senjata Api Ilegal


Sejumlah Polda bekerjasama menelusuri tempat pembuatan jaringan senjata api ilegal.

VIVAnews - Kejahatan dengan menggunakan senjata api belakangan ini kian meningkat. Itu sebabnya, kini Polda Metro Jaya terus melusuri tempat pembuatan senjata ilegal yang menjadi pemasok senjata bagi para pelaku kejahatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar menyampaikan sejumlah kepolisian daerah seperti Polda Jawa Barat, Polda Lampung dan Polda Banten, Polda Metro bekerjasama menelusuri lokasi pembuatan senjata api ilegal itu.

Penelusuran juga bisa dimulai dari keterangan sejumlah pelaku yang sudah ditangkap. "Beberapa pelaku menyebutkan beberapa wilayah tempat mereka membeli senjata rakitan," katanya, Minggu malam, 5 Juni 2011.

Disamping mencegah lalu lintas senjata api, kordinasi itu juga dilakukan untuk memburu para pelaku. Repotnya banyak tersangka yang ditangkap atau para pembeli senjata yang mengaku bahwa mereka membeli senjata dengan sistem beli putus. Artinya, si penjual asli tidak diketahui rimbanya.

Sistem jual beli model begini menyulitkan petugas menelusuri keberadaan para penjual. Sejumlah tersangka mengaku membeli senjata di Jawa Barat, Lampung serta Banten.

Dari penelusuran Polda Metro Jaya diketahui bahwa senjata api yang digunakan oleh pelaku kejahatan, hampir seluruhnya berasal dari pasal gelap. Dari jumlah itu, sekitar 80 adalah senjata rakitan. Senjata pabrikan biasanya beredar dipasar gelap, dan masuk dari luar negeri. "Kami kesulitan mencari lokasinya," ujarnya.

Beberapa bulan lalu, Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa sekitar 1.500 senjata api ilegal yang belum digudangkan. Karena, dari 5.000 senjata api terdaftar hanya 3.500 yang berhasil ditarik.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno mengatakan, dalam operasi Sendak Jaya pada akhir 2010 lalu, berhasil disita sekitar 335 senjata api milik warga sipil. Senjata api yang disita itu adalah senjata legal yang berubah menjadi ilegal karena izinnya sudah habis.

Kepolisian berharap agar para pemegang senjata bisa segera mengembalikan senjata tersebut ke Polda Metro Jaya untuk segera digudangkan. Sebab tidak sedikit dari senjata itu digunakan untuk kejahatan dan menjadi senjata makan tuan. Dipakai merampok dan menembak polisi.

Aipda Sugiantoro anggota Reskrim Polresta Bekasi Kota, misalnya, tewas ditembak lima perampok saat berusaha menggagalkan aksi perampokkan di Jalan Mess AL, Kampung Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu dini hari 1 Juni 2011, Pukul 04.30 WIB.

Lelaki yang memiliki satu istri dan dua anak ini tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka tembak pada bagian bawah mata kanan yang menembus kepala. Hingga kini, polisi belum berhasil menangkap pelaku penembakan itu.

Minggu, 05 Juni 2011

Identitas 6 Napi yang Kabur dari Lapas Pemuda Tangerang

Dira Derby - detikNews

Tangerang - Enam penghuni Lapas Pemuda Tangerang Tangerang melarikan diri siang tadi. Berikut identitas keenam napi tersebut yang kabur saat pengamanan di tahanan sedang lengah.

Kalapas Pemuda Tangerang P Kunto Wirianto menjelaskan, terpidana pertama yang kabur adalah Junaidi Rahman bin Rahmani (31), warga Jakarta Barat, terpidana perkara narkoba dengan vonis 5 tahun yang ditahan sejak Maret 2011,

Lalu ada nama Irfan bin ABdul Rosid (25), warga Cisarua, Cianjur terpidana pencurian divonis 2 tahun yang ditahan sejak Desember 2010. Ketiga, Rahmat Ali Gaber bib Lali (20), warga Paku Haji, Kabupaten Tangerang, terpidana pencurian dengan vonis 1 tahun dan ditahan mulai September 2010.

Tiga terpidana lainnya yang kabur adalah Dede Pirmansah (20), warga Kamal, Jakarta Barat, terpidana 1 tahun 5 bulan yang mendekam di Lapas Pemuda sejak 21 April 2010, Ilma (24), warga Palmerah, Jakarta Barat, terpidana narkoba dengan vonis 6 tahun dan ditahan sejak Maret 2011; serta Antoni bin Amzar (23), warga Pinang, terpidana narkoba dengan vonis 5 tahun dan ditahan sejak 14 Oktober 2011.

"Petugas baru tahu ada warga binaan kami yang kabur setelah mendapat laporan dari ibu-ibu pegawai Lapas yang mengenali wajah mereka," kata Kunto P Wirianto.

Kunto berharap, warga atau keluarga bisa ikut berpartisipasi agar para warga binaan yang kabur itu bisa ditemukan lagi.

"Kalau ada warga atau keluarga yang melihat para terpidana yang kabur ini segera laporkan kepada petugas kami atau polisi. Bagi siapa yang menemukan akan diberikan imbalan. Selain itu, jika warga atau keluarga yang menyerahkan mereka (para terpidana) hukuman mereka akan lebih ringan dibanding jika petugas yang menangkap langsung," papar Kunto.

Kunto mengaku, mereka kabur dengan memanjat dengan cara seperti memanjat pohon pinang, saling dukung mendukung antara satu orang dengan orang lain Kemudian, orang yang duluan berada di atap akan memegang yang lain sehingga satu per satu berada di loteng.

Setelah berhasil tiba di atap bangunan, para terpidana itu selanjutnya merayap dan selanjutnya melompat menuju ke tembok pembatas Lapas yang kedua. Setelah berhasil mencapai tembok kedua itu, selanjutnya para terpidana itu masuk melalui gorong-gorong dengan sebelumnya memotong besi pembatas gotong-gorong yang kondisinya sudah berkarat.

"Mereka lalu memotong juga terali besi diatas plafon, genting dan turun dengan menggunakan sarung yang dililit-lilitkan sepanjang 6 meter," katanya.

Selanjutnya, mereka melanggang menuju jalan raya dan langsung naik angkutan umum.

"Menurut laporan warga yang melihat 6 orang yang kabur itu, katanya ada yang naik angkot menuju arah Daan Mogot dan Kalideres, ada juga yang naik angkot ke arah Serpong," jelas Kunto.

Menurut Kunto, para perpidana ini kemungkinan memanfaatkan kelengahan petugas jaga pada saat liburan panjang ini. "Petugas yang jaga sebanyak 17 orang. Sementara penghuninya 2000 orang. Idealnya, 1 berbanding 8, " kata Kunto.

Sementara itu, Auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Darmadi mengatakan, pihaknya akan mempelajari dulu kasus kaburnya 6 warga binaan itu. "Kami akan mempelajari siapa yang bertanggung jawab atas kaburnya para warga binaan ini. Yang pasti ada kelemahan dari pengamanan saat libur panjang ini sehingga para warga binaan itu bisa kabur," jelas Darmadi.

Libur Panjang, TransJakarta Sesak Penumpang

VIVAnews - Libur panjang yang berlangsung Kamis hingga Minggu, 2-5 Juni 2011, banyak dimanfaatkan warga Jakarta berlibur ke tempat-tempat wisata. Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Kebun Binatang Ragunan, merupakan beberapa tujuan wisata.

Bus TransJakarta, salah moda transportasi di Jakarta juga turut kebanjiran penumpang. Sebabnya, tak lain karena moda ini sangat mudah dan murah membawa penumpang hingga ke tujuan wisata.

Ketua Badan Layanan Umum TransJakarta, M Akbar, membenarkan adanya lonjakan penumpang yang mengarah ke tempat wisata saat liburan. "Kami sudah mengantisipasi," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Minggu 5 Juni 2011.

Menurut Akbar, biasanya jika libur panjang peningkatan penumpang jauh lebih besar dibandingkan dengan libur akhir pekan biasa. Namun, dia belum bisa memastikan berapa persen peningkatan penumpang saat libur panjang kali ini. "Mungkin Senin datanya sudah keluar," katanya.

Menurut dia, TransJakarta merupakan sistem jaringan, sehingga saat jalur tujuan wisata penuh, bisa menggunakan bus koridor lain yang sepi. Dengan demikian, seluruh penumpang bisa terangkut.

Akbar menambahkan, waktu sibuk TransJakarta terjadi pada pukul 10.00-11.00 WIB untuk keberangkatan dan pukul 18.30-20.30 WIB untuk kepulangan, khususnya di Koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas). "Biasanya penumpang menumpuk saat hendak pulang," Akbar. (art)

Sabtu, 04 Juni 2011

10 Gedung Dijadikan Area Parkir Off Street

INILAH.COM, Jakarta - Untuk memperlancar penerapan parkir off Street, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan sarana dan prasarana. Saat ini pemprov telah menyiapkan 10 area yang dijadikan tempat parkir off street yang berada di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Area parkir tersebut terdapat diantaranya gedung Gajah Mada Plaza, Glodok, dan Hayam Wuruk Plaza. Diperkirakan dari 10 gedung yang tersedia, dapat menampung 5.000 kendaraan. Mengenai besaran tarif parkir yang akan dikenakan, Dishub menyerahkan seluruhnya kepada pengelola gedung.

"Nantinya, dalam pemberlakuan parkir off street, pemerintah akan memberlakukan tarif parkir sesuai dengan Perda yang telah ditetapkan DKI, dan tidak boleh melenceng dari aturan yang ada," kata Wakil Dinas Perhubungan DKI, Riza Hasyim, kepada wartawan, Sabtu (4/6/2011).

Saat ini, Dishub DKI Jakarta tengah sedang melakukan persiapan. Selain mempersiapkan 10 gedung yang akan digunakan sebagai lahan parkir, pihaknya mengaku tengah mempersiapkan pemasangan rambu-rambu sebagai tanda larangan parkir atau petunjuk area gedung yang digunakan sebagai parkir off street.

Diharapkan, dengan diberlakukannya parkir off street, tidak akan ada lagi kendaraan yang nekad parkir di badan jalan. Kalau masih ada kendaraan bermotor yang parkir di badan jalan, Dishub DKI tidak akan segan-segan melakukan penertiban. Dengan menderek mobil atau motor dan dikenakan sanksi denda sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Jumat, 03 Juni 2011

Wamenhub: Perjalanan Truk Akan Tetap Diatur


VIVAnews - Wakil Presiden Boediono segera menggelar rapat evaluasi mengenai penanganan kemacetan Jakarta bersama Unit Kerja Presiden untuk Pelaksanaan Pengawasan Pembangunan (UKP4). Rapat akan membahas mengenai 17 langkah antisipasi macet yang telah dirancang sebelumnya.

Menurut juru bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, rapat akan digelar setelah ada laporan dari UKP4. Dan salah satu agenda rapat mengenai penilaian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tentang upaya pembangkangan Pemerintah DKI Jakarta yang tidak menjalankan instruksi Wapres Boediono.

"Tapi kita harus menghargai prinsip otonomi daerah, akan kami lihat dulu masalahnya," ujar Yopie di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Mei 2011.

Dalam rapat evaluasi nanti, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga akan hadir. "Gubernur ikut, nanti kita undang lagi," katanya.

Sebelumnya, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak berhasil menjalankan 17 instruksi Wakil Presiden Boediono terkait penanganan macet Jakarta. MTI menduga Pemprov DKI tak serius melaksanakan tindakan nyata untuk menjalankan program ini.

"Ini sama saja dengan pembangkangan terhadap instruksi Wakil Presiden untuk mengatasi kemacetan Jakarta," ujar Ketua DPP Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Muslikh Zainal Asikin, di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, Selasa siang.

Muslikh mengatakan, seharusnya Pemprov DKI Jakarta membuat langkah nyata sesuai agenda yang telah ditetapkan sebelumnya.

Mulai dari penertiban parkir badan jalan (on-street), sterilisasi jalur busway, pengembalian fungsi trotoar, pembangunan park and ride, sosialiasasi penggunaan jalur lambat, sterilisasi jalur busway koridor I dan VI, tiket terpadu untuk transportasi umum berbasis jalan dan Kereta Api.

Hal lain adalah peningkatan pelayanan busway. Sesuai standar pelayanan minimal, hanya sedikit sekali yang dijalankan Pemerintah DKI Jakarta. (adi)

Kamis, 02 Juni 2011

PT KAI akan Permanenkan Pintu Koboi


Ini demi penumpang juga. Agar tidak bertaruh nyawa di atap kereta.

VIVAnews - PT Kereta Api Indonesia kembali menerapkan larangan bagi para penumpang yang nekat naik di atap kereta rangkaian listrik. Rambu penghalang atau disebut dengan pintu koboi ini adalah upaya kesekian kali setelah sebelumnya pemasangan kawat berduri, paku besar, dilumuri oli, melepas talang air di atap KRL, dan penyemprotan dengan air berwarna diyakini gagal.

Kepala Humas Daerah Operasional I Mateta Rizalulhaq mengatakan, apabila penerapan rambu penghalang ini efektif, maka ke depannya akan dibuat permanen. "Apabila penerapan ini efektif tentu akan kami permanenkan, mungkin rambunya akan dibuat dari besi," ujar Mateta di Jakarta.

Rambu pintu koboi dipasang di tiang listrik aliran atas (LAA). Pemasangan palang berbahan fiber dengan panjang sekitar 3 - 4 meter dan ketebalan 10 cm itu dilakukan di dua stasiun yakni Pasar Minggu Baru dan Duren Kalibata dengan alasan jalur antar dua stasiun tersebut adalah trek lurus sehingga mudah dipantau.

"Frekuensi penumpang yang naik di atap sangat banyak saat di stasiun itu. Maka dari itu dua stasiun tersebut yang dijadikan tempat uji coba," ungkap Mateta.

Dikatakan Mateta, jika penumpang masih saja membandel, pihaknya bisa saja membatalkan perjalanan tersebut seperti yang diterapkan pada kereta jarak jauh. Oleh karena itu, dia berharap penerapan rambu ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Uji coba ini akan dilaksanakan selama dua minggu dan dievaluasi kemudian. Selama masa tersebut, kata Mateta, petugas akan menurunkan penumpang di atap sebelum masuk stasiun yang dipasangi rambu tersebut. Untuk pengamanan sendiri, PT KAI bekerjasama dengan kepolisian.

"Jika uji coba ini berhasil tentunya kami akan terapkan nanti di semua titik. Memang rencananya dua minggu, tapi jika seminggu saja sudah tertib, ya kami tidak lagi lakukan penurunan penumpang," katanya.

Mateta juga menjelaskan bahwa setiap harinya akan dilakukan pemeriksaan jalur oleh juru penilik jalan untuk mengantisipasi tindak pencurian dan pengrusakan terhadap rambu halilintar tersebut.

Penertiban bagi penumpang liar ini diatur sesuai UU No 23 pasal 183 bahwa barang siapa saja dilarang naik di atas atap kereta api, kabin, lokomotif dan tempat lainnya yang tidak untuk penumpang akan ditindak. Dan sanksinya diatur dalam pasal 207 UU KA yakni hukuman maksimal tiga bulan penjara dan denda Rp15 juta.

Alm Aipda Sugiantoro bin Ramlan Direkomendasikan Naik Pangkat

E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Anggota Kepolisian yang menjadi korban penembakan, Aipda Sugiantoro, direkomendasikan untuk naik pangkat. Korban tewas ditembak saat berpatroli bersama lima anggota kepolisian lainnya di Kelurahan Jatirangon, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

"Kapolres merekomendasikan yang bersangkutan untuk diberi kenaikan pangkat anumerta karena yang bersangkutan tewas saat menjalankan tugas," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Aipda Sugiantoro tewas saat berpatroli di Jl Jl Raya Mes AL, Kampung Raden, Kelurahan Jatirangon, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Saat berpatroli tersebut ia bersama petugas lainnya menaruh curiga terhadap sebuah mobil yang terparkir di depan sebuah toko. Saat didekati, petugas disambut dengan tembakan senjata laras panjang.

"Pelaku dicurigai karena enggak mungkin pukul 03.30 WIB ada mobil di situ. Jarak tembak-menebak 5 meter," kata Baharudin.

Baharudin menyebutkan enam polisi yang sedang berpatroli itu adalah Aipda Sugiantoro bin Ramlan (tewas), Bripka Nuh Suryadi, Aipda Nono, Aipda Amran, Bripka Ade dan Briptu Ali Sadikin. Aipda Sugiantoro tewas seketika setelah peluru menembus bagian bawah mata kanan dan kepalanya.

Polisi masih mengejar pelaku yang melarikan diri usai terjadi baku tembak. Malam ini polisi menggelar razia senjata api.

"Lokasi razia di titik-titik rawan. Titik rawan ini ditentukan kapolres. Tentunya patroli juga ditingkatkan dan mengimbau agar semua anggota waspada," katanya.

Rabu, 01 Juni 2011

Kronologi Penembakan Polisi di Bekasi

Dugaan sementara pelaku hendak merampok di Toko Ongko Mulyo.

VIVAnews - Anggota Polres Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro tewas seketika setelah diberondong senjata api saat patroli di Jalan Raya Mess AL, Kampung Raden, Jatiranggon, Jatisampurna, Bekasi, Rabu dini hari 1 Juni 2011.

Bagaimana itu terjadi? Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Imam Sugianto mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan anggota satuan ranmor Polres Bekasi Kota, dan tujuh anggota lainnya tengah melakukan patroli rutin dipimpin Ajun Inspektur Satu Nono di Telkom Jatiasih menuju Jatiluhur ke arah Kranggan.

Begitu sampai di Jalan Raya Kampung Raden, anggota melihat ada Toyota Innova warna hitam diparkir dengan posisi mencurigakan.

Saat itu Ajun Inspektur Dua Sugiantoro dan Brigadir Kepala M Nuh mencoba mendekati, tiba-tiba pelaku langsung melepaskan serentetan tembakan ke arah korban dan temannya dengan senjata laras panjang. "Sugiyantoro tewas seketika setelah peluru menembus bagian bawah mata kanan dan kepalanya," ungkap dia. Jenazah langsung dibawa ke RSU Jatisampurna.

Kemudian aksi brutal pelaku, langsung dibalas Brigadir Agus Imran, Brigadir Ali, dan Brigadir Ade Abdul Rahman yang juga ikut menembak ke arah pelaku. Namun, senjata laras pendek yang digunakan polisi hanya mampu mengenai kaca-kaca mobil pelaku. "Diduga sementara pelaku hendak merampok di Toko Ongko Mulyo, tapi ternyata aksinya lebih dulu diketahui oleh anggota," kata dia.

Dugaan itu, tambah Imam, berdasarkan analisa posisi kendaraan yang dibawa pelaku, diparkir dengan posisi membelakangi toko dan bagian depan mobil menghadap ke jalan.

Saat ini polisi terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah lima orang itu. Pelaku berhasil kabur menggunakan Toyota Innova hitam ke arah Cibubur menuju Jatiwarna, Jonggol. Sedangkan nomor polisi belum teridentifikasi. "Anggota sempat menembaki kaca mobil, dan mengejar dengan motor tapi kehilangan jejak," jelas dia. Laporan: Erik Hamzah | Bekasi (adi)

Pelaku Penembakan Polisi di Bekasi Lima Orang

Polisi terus mengejar pelaku penembakan.

VIVAnews - Anggota Polresta Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro tewas dalam baku tembak dengan perampok di depan Toko Sembako Ongko Mulyo di Jalan Raya Mess AL Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi, Pukul 03.30 WIB dini hari tadi.

Kejadian bermula saat anggota patroli di sekitar tempat kejadian menemukan Kijang Innova warna hitam parkir di depan sebuah toko dengan posisi parkir membelakangi toko sembako itu. Petugas curiga melihat kendaraan itu. Sugiyantoro yang dibonceng Brigadir Nuh Supriyatna mendekati mobil tersebut.

Tiba-tiba dari dalam mobil pelaku memberondong petugas dan terjadi tembak menembak. Sugiyantoro langsung jatuh tertembak di bagian bawah mata sebelah kanan dan bagian kepala.

Polisi menduga pelaku yang berada dalam mobil itu berjumlah lima orang. "Yang menembak memang satu orang namun diduga di dalam mobil ada lima orang," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu, 1 Juni 2011.

Anton menambahkan, semua pelaku masih dalam pengejaran. "Kami tunggu aja mudah-mudahan dalam waktu dekat (tertangkap)" tambah dia.

Untuk mengungkap kasus ini, kepolisian Bekasi sudah membentuk tim yang terdiri dari Unit Reserse yang dibantu Resmob Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror. (adi)

KPK Lelang 12 Kendaraan Dinas

Fajar Pratama - detikNews

Jakarta - Dalam rangka pengelolaan aset negara yang baik dan transparan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang 12 kendaraan dinas. Hasil pelelangan tersebut akan disetorkan ke kas negara agar segera dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Seluruh hasil dari pelelangan ini akan disetorkan ke rekenening kas umum negara secepat mungkin, agar dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat," tutur Jubir KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Selain 12 unit mobil, KPK juga akan melelang 135 personal computer dan notebook. Mobil dinas ini biasa digunakan KPK untuk berbagai keperluan di antaranya penggeledahan atau operasi penindakan lain.

Johan mengatakan, pelelangan ini telah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan melalui Surat Persetujuan Penjualan BMN selain Tanah dan/atau Bangunan pada KPK nomor: S-48/MK.6/2011.

Pelelangan akan berlangsung di Wisma Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, No. 13, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 Juni 2011 pukul 10.00 WIB. Pelelangan ini dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III akan melelang Barang Milik Negara (BMN).

Barang yang dilelang tersebut antara lain 1 (satu) unit mobil KIA Carens A/T tahun 2000, 4 (empat)unit mobil Opel Blazer Montera tahun 2000, 4 (empat) unit mobil Toyota Kijang MBGL-LUX tahun2000, 3 (tiga) unit mobil Toyota Kijang STD KF 70 SHR tahun 2000, 1 (satu) paket personal computer (PC) dan notebook.

MPR Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - MPR menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila yang ditandai dengan pidato Presiden RI. Presiden SBY, Megawati, dan BJ Habibie akan berpidato dalam acara ini.

"MPR mengundang semua Presiden RI untuk berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila hari ini. Pidato pertama dilakukan oleh Presiden Ketiga RI Pak BJ Habibie, dilanjutkan pidato Presiden Kelima RI Ibu Megawati dan pidato Presiden SBY," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin kepada detikcom, Rabu (1/6/2011).

Presiden dan mantan Presiden yang diundang sudah mengkonfirmasi menghadiri acara ini. Acara peringatan Hari Lahir Pancasila ini digelar di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

"Semua sudah konfirmasi akan hadir dan bersedia menyampaikan pidato. Semua wakil presiden juga sudah memberikan konfirmasi untuk hadir," tuturnya.

Selain diisi dengan pidato presiden, acara peringatan Hari Lahir Pancasila juga dimeriahkan dengan memperdengarkan lagu-lagu kebangsaan. Utamanya lagu kebangsaan yang sudah jarang diperdengarkan seperti Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan sebagainya.

"Kita memanfaatkan momentum Hari Lahir Pancasila untuk memperingatkan ingatan kita semua bahwa kita memiliki nilai-nilai luar biasa sebagai penangkal globalisasi yang luar biasa," tuturnya.

Susunan Acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945/ Hari Lahir Pancasila :

09.30 WIB : Para undangan tiba di tempat acara
09.35 WIB : Kehadiran Wapres RI (menuju ruang tunggu VIP)
09.40 WIB : Kehadiran Presiden RI
09.55 WIB : Presiden, Wapres, dan Pimpinan MPR memasuki tempat acara
10.00 WIB : Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
10.05 WIB : Pembacaan teks Pancasila oleh Waka MPR RI Ahmad Farhan Hamid
10.08 WIB : Lagu Garuda Pancasila oleh Padus Setjen MPR RI10.10-10.20: Pidato Ketua MPR RI
10.20 WIB : Lagu Indonesia Jaya oleh kolaborasi Harvey Malaiholo dan Mike Mohede
10.27 WIB : Pidato Kebangsaan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie
10.47 WIB : Lagu Pancasila Rumah Kita oleh Lea Simanjuntak.
10.54 WIB : Pidato Kebangsaan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri
11.14 WIB : Lagu Kembali ke Pancasila oleh Padus anak-anak Vini Vidi Vici
11.21 WIB : Pidato Kebangsaan oleh Presiden ke-6 RI SBY
11.51 WIB : Lagu Bhinneka Tunggal Ika oleh Padus Setjen MPR RI
11.58 WIB : Pembacaan Doa oleh Waka MPR RI Lukman Hakim Saifuddin
12.03 WIB : Acara selesai, ditutup dengan santap siang