Oleh :
Beno Junianto, Shalli Syartiqa
VIVA.co.id - Penyanyi
Afgan Syahreza dan Diva Pop Rossa meraih penghargaan Duo/Kumpulan
Terbaik untuk lagu duet mereka yang berjudul 'Kamu yang Kutunggu' dalam
acara Anugerah Planet Muzik (APM) di Singapura, 9 Oktober 2015 lalu.
Dari kemenangan tersebut, akhirnya Afgan dan Rossa berniat untuk menggelar konser bersama di Tanah Air.
"Kami belum ada pemikiran proyek (lagu) bareng lagi. Tapi paling konser
bareng," ucap Rossa yang ditemui di Restoran Merah Delima, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2015.
Ibu satu anak
itu belum dapat memastikan kapan mereka akan menggelar konser bersama.
Kini keduanya tengah fokus mengumpulkan materi untuk proyek lagu
selanjutnya.
Seperti diketahui, Afgan dan Rossa sudah menjalin
pertemanan sejak lima tahun yang lalu. Kini keduanya terlihat sangat
'intim' saat bersama.
"Hidup kami bareng-bareng terus. Ha-ha-ha," ucap mantan istri Yoyo 'Padi' itu.
"Momen kerja apapun kami jatuhnya jadi bukan seperti kerja, kayak main
saja. Mau sedih dan senang selalu bersama," tambah Afgan.
Pria berkacamata itu mengungkapkan rasa bangganya bisa mendapatkan penghargaan dari negara tetangga.
"Kami terharu dapat penghargaan ini, apalagi saingannya dari berbagai
negara. Bangga bisa memberikan prestasi yang baru untuk musik Indonesia.
Banyak sih saingannya, ada Siti Nurhaliza dan Cakra Khan, GAC, Ungu.
Makanya enggak nyangka ya. Terus waktu itu, pas banget Ocha (Rossa)
ulangtahun, dia (Rossa) kayaknya happy banget jadi pemenang. Dapat kado spesial," ungkap si pelantun Terima Kasih Cinta itu. (ase)
Blog ini berisi Aktivitas Studio Musik Chicak beserta rekan-rekan yang ada di lingkungan Chicak Musik studio maupun lingkungan lainnya, selain dari pada itu blog ini juga memuat artikel/berita dari media elektronik yang ada guna lebih mengefektifkan informasi yang ada dalam artikel/berita tersebut. Studio Musik Chicak beralamatkan di Jln H. Enang No. 28 Cisalak Pasar ( Studio Musik Chicak) Telpon /Fax 021 8732662 atau 02187754047
Jumat, 23 Oktober 2015
Rabu, 05 Agustus 2015
Burger Kill Gebrak Festival Band Metal Di Jerman
Jakarta, 5 Agustus 2015,
Woow keren juga nih Burger Kill, grup Band Metal dari Bandung mendapat respon bagus di Festival Band Metal Di Jerman beberpa waktu yang lalu, simak nih informasinya dari Kantor Berita Antara :
London (ANTARA News) - Burgerkill, band metal asal Indonesia, memukau pengunjung Wacken Open Air pada pagelaran festival musik metal terbesar di Jerman, dan salah satu terbesar di dunia di Wacken, Jerman Utara, akhir pekan lalu.
Meskipun tampil pertama kali sebagai pendatang baru, penampilan band Indonesia ini menyita perhatian pecinta dan pemerhati musik metal, kata Pensosbud KJRI Hamburg Indri Rasad memberi kesaksikan kepada Antara di London, Rabu.
Berulang kali para penggemar meneriakkan "we want more" kepada Burgerkill yang tampil enerjik meski tampil di bawah suhu 10 derajat celsius.
Band yang dibentuk di Ujungberung, Bandung, pada 1995, ini berhasil menembus pentas dunia.
Pada 2013 band ini berhasil meraih penghargaan pada Golden Gods 2013 Metal Hammer di Inggris, dan popularitasnya mencapai Jerman. Dan band ini akan tampil pada festival Bloodstock Open Air 6-9 Agustus 2015 di Inggris.
Wacken Open Air adalah festival musik metal terbesar dunia dengan pertama kali diadakan pada 1990 yang saat itu diikuti enam band lokal dan sekitar 800 penonton dengan hanya satu panggung yang dibuat secara swadaya.
Tahun ini perhelatan ini diikuti oleh lebih dari 80 band mancanagara, termasuk band metal kelas dunia Dream Theater dan Judas Priest.
Dalam jamuan yang dihadiri komunitas musik masyarakat Indonesia di Hamburg, Konjen Sylvia Arifin menyambut baik upaya go international Burgerkill, dan mengingatkan band ini untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
Woow keren juga nih Burger Kill, grup Band Metal dari Bandung mendapat respon bagus di Festival Band Metal Di Jerman beberpa waktu yang lalu, simak nih informasinya dari Kantor Berita Antara :
London (ANTARA News) - Burgerkill, band metal asal Indonesia, memukau pengunjung Wacken Open Air pada pagelaran festival musik metal terbesar di Jerman, dan salah satu terbesar di dunia di Wacken, Jerman Utara, akhir pekan lalu.
Meskipun tampil pertama kali sebagai pendatang baru, penampilan band Indonesia ini menyita perhatian pecinta dan pemerhati musik metal, kata Pensosbud KJRI Hamburg Indri Rasad memberi kesaksikan kepada Antara di London, Rabu.
Berulang kali para penggemar meneriakkan "we want more" kepada Burgerkill yang tampil enerjik meski tampil di bawah suhu 10 derajat celsius.
Band yang dibentuk di Ujungberung, Bandung, pada 1995, ini berhasil menembus pentas dunia.
Pada 2013 band ini berhasil meraih penghargaan pada Golden Gods 2013 Metal Hammer di Inggris, dan popularitasnya mencapai Jerman. Dan band ini akan tampil pada festival Bloodstock Open Air 6-9 Agustus 2015 di Inggris.
Wacken Open Air adalah festival musik metal terbesar dunia dengan pertama kali diadakan pada 1990 yang saat itu diikuti enam band lokal dan sekitar 800 penonton dengan hanya satu panggung yang dibuat secara swadaya.
Tahun ini perhelatan ini diikuti oleh lebih dari 80 band mancanagara, termasuk band metal kelas dunia Dream Theater dan Judas Priest.
Dalam jamuan yang dihadiri komunitas musik masyarakat Indonesia di Hamburg, Konjen Sylvia Arifin menyambut baik upaya go international Burgerkill, dan mengingatkan band ini untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
Senin, 22 Juni 2015
Kisah Gitaris Slank yang Berjuang dengan Ginjal Tinggal 3 Persen
Jpnn
SUDAH
tiga bulan Abdi Negara Nurdin (46 tahun) absen manggung. Gitaris yang
beken dengan nama Abdee Slank itu sedang menjalani perawatan dan terapi
ginjal yang kinerjanya tinggal 3 persen. Meski begitu, dia masih aktif
bekerja untuk mengurangi stres.
ANDRA NUR OKTAVIANI, Jakarta
Wajah garang Abdee saat beraksi dengan
gitarnya di panggung seolah sirna, digantikan wajah pucat dengan mata
sayu saat ditemui Jawa Pos di kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu (20/6)
sore. Tubuhnya yang biasa berjingkrak-jingkrak di panggung pun terlihat
lebih ringkih.
Namun, tatapan mata dan jabat tangan
Abdee masih penuh semangat. "Saya barusan bertemu Jay Subiyakto di
sini,"’ ucapnya sambil tersenyum.
Tidak seperti kebanyakan orang sakit
yang lebih banyak beristirahat di rumah, Abdee justru memilih tetap
beraktivitas. Salah satunya bertemu beberapa teman untuk bertukar ide
dan merancang proyek.
Ya, ketimbang merasakan sakit dan meratapi nasib, Abdee lebih suka membuat tubuhnya bergerak dan bermanfaat. Aktivitasnya memang tidak sesibuk dan seheboh dulu. Sekarang lebih terbatas, namun tidak hilang sama sekali.
Ya, ketimbang merasakan sakit dan meratapi nasib, Abdee lebih suka membuat tubuhnya bergerak dan bermanfaat. Aktivitasnya memang tidak sesibuk dan seheboh dulu. Sekarang lebih terbatas, namun tidak hilang sama sekali.
Pria kelahiran Donggala, 28 Juni 1968,
itu mengungkapkan, berkegiatan merupakan salah satu terapi yang
dijalaninya sebagai rangkaian pengobatan. Dokter yang merawatnya memang
meminta Abdee mengurangi kegiatan. Dokter juga meminta dia tetap rileks
serta menghindari pikiran-pikiran yang berat. Namun, Abdee ogah jika
harus berbaring di tempat tidur seperti orang sakit.
’’Itu malah akan membuat saya stres.
Lebih baik beraktivitas. Dengan begitu, saya merasa lebih bermanfaat.
Itulah yang membuat saya tetap bersemangat menjalani hidup. Kalau sudah
tidak berguna, buat apa?’’ tegasnya.
Dengan melakukan berbagai kegiatan,
Abdee bisa menemukan ketenangan sekaligus kenikmatan tersendiri. Namun,
dia tetap membatasi diri. Dengan kekurangan sekarang, Abdee sangat tahu
kapan beraktivitas dan kapan harus berhenti. Kehadiran sakit itu membuat
dia lebih mengenal diri sendiri.
Kegiatan yang dipilih Abdee pun bukan
kegiatan berat yang menguras tenaga. Misalnya, berdiskusi dengan teman.
Mulai mendiskusikan masalah musik, ekonomi kreatif, hingga perkembangan
politik.
Dia juga tekadang masih membantu
manajemen Slank jika dibutuhkan. "Kalau untuk manggung, masih belum
kuat. Jadi, saya pilih kegiatan yang tidak terlalu menghabiskan
energi,’’ jelasnya.
Bersama seorang rekan, Abdee juga sedang
merancang sebuah buku. Buku berjudul Aku dan Taksi itu akan berkisah
tentang pengalaman Abdee dan taksi yang selama 20 tahun terakhir setia
menjadi temannya berkelana keliling ibu kota. Untuk diketahui, Abdee
lebih senang menggunakan transportasi umum daripada mobil pribadi untuk
beraktivitas di Jakarta. Mulai bus Transjakarta, taksi, hingga ojek.
"’Tapi, paling sering saya pakai taksi.
Karena itu, bukunya tentang saya dan taksi. Dalam buku itu, saya
menceritakan pengalaman dan cerita yang saya dapatkan dari taksi,’’
ungkapnya.
Selain kisah Abdee, buku tersebut
menceritakan beberapa sopir taksi yang dinilai cukup menarik oleh Abdee.
Tidak jarang dia menyodorkan alat perekam untuk merekam kisah si sopir
yang heroik, haru biru, atau konyol sekalipun.
Abdee menyatakan, buku itu sebenarnya
merupakan proyek lama yang sempat tertahan. Namun, dengan berkurangnya
kesibukan, dia jadi bisa berfokus menggarap buku tersebut. ’’Hampir
selesai. Setelah Lebaran nanti siap di-launching,’’ ujarnya.
Kendati Abdee berusaha tetap sehat dan
berkegiatan, tetap saja banyak orang yang mengkhawatirkan kondisi
kesehatannya. Kini setiap orang yang bertemu dengan salah seorang
inisiator Konser Salam Dua Jari untuk kemenangan Jokowi dalam Pilpres
2014 itu selalu menanyakan kondisi kesehatannya dan mendoakan agar cepat
sembuh.
Secara pribadi, Abdee senang banyak yang
memberikan perhatian. Namun, di sisi lain, dia agak terganggu karena
tidak ingin dikasihani secara berlebihan. Sebab, kenyataannya, dia masih
bisa beraktivitas dan tidak seringkih yang dibayangkan.
Itulah alasan Abdee enggan berbicara
soal penyakitnya. Apalagi penyakit itu sudah dialami Abdee hampir lima
tahun terakhir. ’’Saat divonis lima tahun lalu, saya pun tidak langsung
bercerita kepada Slank. Setahun kemudian, baru saya cerita,’’ tutur
suami Anita Desi Farida itu.
Pikiran Abdee pun mundur lima tahun
silam. Sambil mengingat-ngingat, dia menuturkan kondisinya kala itu.
Menurut dia, kondisinya saat itu sudah cukup buruk. Dokter yang
menangani bahkan berani menyatakan hidup Abdee tinggal enam bulan.
Dokter menyarankan untuk menjalani cuci darah. Namun, kala itu, Abdee
tidak mengindahkan saran dokter. Dia mencoba cara lain untuk bertahan
hidup.
Secara drastis, dia mulai mengubah gaya
hidupnya yang diakui cukup berantakan. Diet ketat dijalankan sambil
terus menjalani pengobatan. Memasuki 2015, kondisi ginjal Abdee semakin
parah. Kinerjanya tinggal 3 persen. Dia sempat dirawat di rumah sakit
selama sebulan. Kala itu, jumlah kreatinin dalam tubuhnya sudah terlalu
tinggi, mencapai 14. Padahal, jumlah maksimal kreatinin pada pria adalah
1,6.
’’Saya keracunan protein. Racun itu
sudah menumpuk dalam darah. Jika tidak segera ditolong, mungkin saya
sudah meninggal. Kondisinya sudah parah sekali,’’ ungkapnya.
Kondisi tersebut akan membaik dengan
treatment cuci darah. Namun, cuci darah bukanlah tanpa efek samping.
Abdee merasakannya sendiri. Sejak menjalani cuci darah dua kali seminggu
Januari lalu, dia merasakan tubuhnya mulai bereaksi. Rasa mual hingga
muntah kerap dialami. Dia juga mengaku merasakan keseimbangan tubuhnya
makin berkurang setelah menjalani terapi itu. Kepalanya sering pusing.
Maka, opsi untuk melakukan transplantasi
ginjal pun muncul. Sampai saat ini, transplantasi ginjal memang menjadi
cara terbaik untuk bisa ’’sembuh’’ dari gagal ginjal. Abdee memang
berencana menjalani transplantasi ginjal. Beberapa calon donor sudah
menjalani medical checkup. Abdee pun mulai melakukan sterilisasi untuk
melemahkan sistem autoimun dalam tubuhnya.
Calon donor tersebut berasal dari
berbagai kalangan, mulai keluarga, teman dekat, hingga Slankers, fans
berat grup band yang diawaki Kaka, Bimbim, Ivanka, dan Abdee itu. Namun,
hingga kini belum diketahui apakah ginjal calon donor tersebut cocok
dengan Abdee. Dia masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
’’Untuk dapat ginjal yang cocok, tidak gampang. Keluarga saja belum tentu cocok,’’ katanya.
Dia menambahkan, sebetulnya yang paling cocok adalah ginjal anak. Tetapi, Abdee tidak mau anaknya mendonorkan ginjal untuk dirinya. Padahal, anak semata wayang Abdee, Alanis Nurulizah, sudah menawarkan sendiri kepada sang ayah.
Dia menambahkan, sebetulnya yang paling cocok adalah ginjal anak. Tetapi, Abdee tidak mau anaknya mendonorkan ginjal untuk dirinya. Padahal, anak semata wayang Abdee, Alanis Nurulizah, sudah menawarkan sendiri kepada sang ayah.
’’Dia tiba-tiba datang dan bilang akan
mendonorkan ginjalnya kepada saya. Tetapi, saya tidak mau. Dia masih
terlalu kecil,’’ ucap Abdee.
Kalaupun hasil medical checkup para
calon donor menunjukkan hasil negatif, Abdee tetap tidak akan
mengizinkan anaknya menjadi donor untuk dirinya. Dia lebih baik menunggu
sampai ada donor lain yang cocok.
’’Tidak sedikit orang yang bisa bertahan
hidup dengan gagal ginjal tanpa transplantasi. Bahkan, ada yang
bertahan hingga 25 tahun. Karena itu, saya tidak khawatir,’’ tandasnya. (*/c5/ari)
Rabu, 18 Maret 2015
Lama enggak ngeblog
Hai chicakers, wkkkk.wkkkkk, lama nih aku enggak ngeblog maklum aku lagi repoot nih, karena disamping aku lagi nerusin/balik kuliah lagi, juga kan sekarang disamping alat-alat musik aku juga buka kios kecil-kecilan yang isinya handicraft atau bahasa kerennya asesories, cuma memang sekarang masih kebanyakan buat anak-anak, ya kumpul-kumpulin dari yang kecil-kecil semoga terkumpul jadi besar begitu. okey kalau kebetulan jalan ke arah Pondok cibubur yang masuknya dari jalan Radar AURI Cimanggis, bolehlah mampir ke base camp aku, kalau memang toko belum buka bisa hubungi aku di 081314385985. alat-alat musik masih ada koq, asesorie juga ada lho bro n sist. okeyyy
Minggu, 01 Juni 2014
Prosedur Peminjaman/Penyewaan Sound Sistem di Chicak Musik Studio
Chicak Studio tidaklah begitu besar, tetapi tetap dapat menyewakan sound sistem untuk skala kecil saja, power yang dimiliki hanyalah cukup untuk penggunaan in door saja, namun demikian bila rekan-rekan ingin menyewa alat-alat yang ada di Chicak Musik studio dapat menghubungi Chicak Kreatif yang beralamatkan di Jln. H. Enang No. 28 telpon 021 8732662 atau di 081314385985 dengan prosedur sebagai berikut :
1. Penyewa menyebutkan alat-alat yang dibutuhkan untuk disewa
2. Penyewa menyerahkan foto copy KTP/SIM
3.Chicak Kreatif akan melakukan pengecekan domisili Penyewa
4.Bila domisili sesuai dengan KTP, Penyewa menyerahkan 75 % uang sewa yang telah disepakati.
5. Chicak Kreatif bersama-sama dengan Penyewa melakukan check sound di Chicak Studio
6. Bila telah disepakati bahwa alat dalam kondisi siap pakai maka alat-alat yang akan disewakan diantar ketempat Penyewa
7. Chicak Kreatif akan memasang alat-alat yang disewa dengan standar basic setting
8. Bila Penyewa menyatakan okey maka alat akan diserahkan penggunaannya pada Penyewa
9. Setelah diserahkan penggunaannya pada penyewa, maka tanggung jawab atas kelaikan alat-alat yang disewa menjadi tanggung jawab Penyewa.
10. Lamanya Penyewaan alat akan didasarkan pada kesepakatan antara Chicak Kreatif dengan Penyewa
11. Pada saat pengembalian alat-alat dari Penyewa pada Chicak Kreatif , alat harus dalam kondisi sama pada saat penyerahan dari Chicak Kreatif pada Penyewa.
12. penggantian alat rusak diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antara Chicak Kreatif dan Penyewa.
Demikian prosedur penyewaan alat-alat di Chicak Studio, mohon kiranya dapat dimaklumi.
1. Penyewa menyebutkan alat-alat yang dibutuhkan untuk disewa
2. Penyewa menyerahkan foto copy KTP/SIM
3.Chicak Kreatif akan melakukan pengecekan domisili Penyewa
4.Bila domisili sesuai dengan KTP, Penyewa menyerahkan 75 % uang sewa yang telah disepakati.
5. Chicak Kreatif bersama-sama dengan Penyewa melakukan check sound di Chicak Studio
6. Bila telah disepakati bahwa alat dalam kondisi siap pakai maka alat-alat yang akan disewakan diantar ketempat Penyewa
7. Chicak Kreatif akan memasang alat-alat yang disewa dengan standar basic setting
8. Bila Penyewa menyatakan okey maka alat akan diserahkan penggunaannya pada Penyewa
9. Setelah diserahkan penggunaannya pada penyewa, maka tanggung jawab atas kelaikan alat-alat yang disewa menjadi tanggung jawab Penyewa.
10. Lamanya Penyewaan alat akan didasarkan pada kesepakatan antara Chicak Kreatif dengan Penyewa
11. Pada saat pengembalian alat-alat dari Penyewa pada Chicak Kreatif , alat harus dalam kondisi sama pada saat penyerahan dari Chicak Kreatif pada Penyewa.
12. penggantian alat rusak diselesaikan secara musyawarah dan mufakat antara Chicak Kreatif dan Penyewa.
Demikian prosedur penyewaan alat-alat di Chicak Studio, mohon kiranya dapat dimaklumi.
Senin, 28 April 2014
Idris Sardi, Musisi yang Keras Menentang Pembajakan
VIVAnews - Tak hanya dikenal sebagai maestro biola, sosok almarhum Idris Sardi juga dikenal sebagai figur yang tegas dan keras. Jumlah seniman sejati di Indonesia, ungkap Idris suatu ketika, mulai sedikit karena kini lebih banyak sebagai karyawan seni.
Demikian ungkap Tantowi Yahya, mantan presenter yang kini menjadi politisi. Tantowi mengaku kenal dekat dengan Idris, yang meninggal dunia Senin pagi di usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker usus.
Demikian ungkap Tantowi Yahya, mantan presenter yang kini menjadi politisi. Tantowi mengaku kenal dekat dengan Idris, yang meninggal dunia Senin pagi di usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker usus.
Tantowi, yang juga aktif di dunia tarik suara, mengatakan sikap Idris yang tegas dan sangat menghargai seni membuat dia layak diapresiasi setinggi-tingginya.
"Beliau itu orang yang keras. Yang saya ingat, jangan sekali-kali membahas masalah pembajakan dengannya karena dia akan naik pitam. Dia sangat membenci adanya pembajakan didunia seni," kata Tantowi di rumah duka, di Komplek Bumi Cimanggis Indah, Pekapuran, Depok, Senin 28 April 2014.
Almarhum Idris, lanjut Tantowi, selalu berbicara mengenai musik. Jarang bicara di luar musik. Idris juga kerap kali mengingatkan agar komersialisme musik secara berlebih harus ditekan.
"Ya jangan sampai melacurkan dirilah. Pembajakan masih sangat tinggi. Emosinya meledak jika singgung pembajakan," ujarnya.
Lebih lanjut anggota DPR RI fraksi Golkar ini menambahkan, untuk mengenang jasa almarhum, ia akan segera melakukan pembahasan dengan keluarga terkait pesan terakhir Idris, agar karyanya dapat dipertahankan.
"Saya dan Sinta (anak almarhum) akan urus hak patennya. Perlu diwariskan pada para generasi bangsa. Beberpa karyanya merupakan soundtrack film yang sempat meraih piala Citra," demikian kata Tantowi.
Sikap tegas dan keras Idris juga dikenang musisi lainnya, seperti Koes Hendratmo dan Purwacaraka.
"Saya pernah tidak hafal reff lagu ciptaannya. Saya ditegur, kamu ini gimana si Koes masanggak hafal. Saya bilang iya mas, maaf. Terus dia bilang, nanti kalau lagu ini meledak kamu yang dikenal bukan saya," tutur Koes Hendratmo saat melepas kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhirnya di TPU Menteng Pulo, Jakarta. (ren)
"Beliau itu orang yang keras. Yang saya ingat, jangan sekali-kali membahas masalah pembajakan dengannya karena dia akan naik pitam. Dia sangat membenci adanya pembajakan didunia seni," kata Tantowi di rumah duka, di Komplek Bumi Cimanggis Indah, Pekapuran, Depok, Senin 28 April 2014.
Almarhum Idris, lanjut Tantowi, selalu berbicara mengenai musik. Jarang bicara di luar musik. Idris juga kerap kali mengingatkan agar komersialisme musik secara berlebih harus ditekan.
"Ya jangan sampai melacurkan dirilah. Pembajakan masih sangat tinggi. Emosinya meledak jika singgung pembajakan," ujarnya.
Lebih lanjut anggota DPR RI fraksi Golkar ini menambahkan, untuk mengenang jasa almarhum, ia akan segera melakukan pembahasan dengan keluarga terkait pesan terakhir Idris, agar karyanya dapat dipertahankan.
"Saya dan Sinta (anak almarhum) akan urus hak patennya. Perlu diwariskan pada para generasi bangsa. Beberpa karyanya merupakan soundtrack film yang sempat meraih piala Citra," demikian kata Tantowi.
Sikap tegas dan keras Idris juga dikenang musisi lainnya, seperti Koes Hendratmo dan Purwacaraka.
"Saya pernah tidak hafal reff lagu ciptaannya. Saya ditegur, kamu ini gimana si Koes masanggak hafal. Saya bilang iya mas, maaf. Terus dia bilang, nanti kalau lagu ini meledak kamu yang dikenal bukan saya," tutur Koes Hendratmo saat melepas kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhirnya di TPU Menteng Pulo, Jakarta. (ren)
Bagi Dwiki Dharmawan, Idris Sardi Guru yang Tegas
VIVAlife - Kepergian maestro biola Tanah Air, Idris Sardi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar dan banyak orang yang mengenalnya. Salah satunya adalah musisi kondang Dwiki Darmawan.
Suami penyanyi Ita Purnamasari itu mengaku pernah bekerjasama Idris Sardi. Hal itu terjadi saat mengerjakan proyek konser Titik Puspa yang dihelat pada pertengahan tahun 90an.
"Saya pernah kerjasama dalam beberapa kesempatan kami juga manggung bareng. Pertama kali tahun 1996 atau 1997 pada konser Titik Puspa. Saya jadi konduktor, saya banyak dikasih masukan sama beliau," kata Dwiki, saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Senin, 28 April 2014.
Ia sendiri melihat sosok almarhum sebagai seorang musisi yang tegas dan keras. Bahkan Dwiki mengaku pernah dibentak oleh Idris.
Namun demikian Dwiki melihat itu semua sebagai bentuk upaya almarhum untuk melahirkan musisi-musisi hebat di Tanah Air sebagai penerusnya kelak di masa depan.
"Ya artinya ditanggapi kami yang muda-muda ini dengan positif, kami tidak marah karena dia (Idris Sardi) senior yang sangat kami akui dan kagumi. Walau keras tapi positif. Dia punya keinginan untuk memberi masukan dan mendidik para junior-juniornya," kenang Dwiki.
"Saya pernah kerjasama dalam beberapa kesempatan kami juga manggung bareng. Pertama kali tahun 1996 atau 1997 pada konser Titik Puspa. Saya jadi konduktor, saya banyak dikasih masukan sama beliau," kata Dwiki, saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Senin, 28 April 2014.
Ia sendiri melihat sosok almarhum sebagai seorang musisi yang tegas dan keras. Bahkan Dwiki mengaku pernah dibentak oleh Idris.
Namun demikian Dwiki melihat itu semua sebagai bentuk upaya almarhum untuk melahirkan musisi-musisi hebat di Tanah Air sebagai penerusnya kelak di masa depan.
"Ya artinya ditanggapi kami yang muda-muda ini dengan positif, kami tidak marah karena dia (Idris Sardi) senior yang sangat kami akui dan kagumi. Walau keras tapi positif. Dia punya keinginan untuk memberi masukan dan mendidik para junior-juniornya," kenang Dwiki.
Idris Sardi tutup usia Senin pagi, 28 April 2014 pukul 07.20 WIB, setelah dirawat intensif karena sakit lambung dan liver di Rumah Sakit Meilia Cibubur, Jakarta Timur. (ren)
Jumat, 21 Februari 2014
Roger Danuarta Bagi-bagi Makanan untuk Tahanan
Rizky Aditya Saputra
Liputan6.com, Jakarta : Sudah lima hari Roger Danuarta merasakan dinginnya hidup dibalik terali besi. Sempat kesulitan tidur, kini Roger mulai beradaptasi dan sudah mulai bisa berbaur dengan tahanan lainnya. Bahkan, ketika keluarga datang membawakan makanan, Roger juga turut membagikannya kepada narapidana lain.
"Dia bergaul dengan tahanan-tahanan lain. Makan sama-sama. Kalaupun keluarga kasih makanan ke Roger, semua tahanannya saling mencicipi," ungkap Jurrymanus, kuasa hukum Roger di Polsek Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (21/2/2014).
Diakui Jurrymanus, kondisi kesehatan Roger juga mulai membaik. Hanya saja, pesinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu sedang berusaha untuk bisa menjalani hidup di dalam hotel prodeo. Maklum, kehidupan Roger sebelumnya berbanding terbalik dengan kondisi yang sekarang.
"Dia sehat. Dia sedang beradaptasi karena biasanya ada di luar, sekarang di tahanan, jadi perlu adaptasi," tuturnya.
Seperti diketahui, Roger Danuarta ditemukan terkapar di dalam sebuah mobil Mercy B 368 RY pukul 23.10 WIB di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Di dalam mobilnya ditemukan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 15,7 gram, dan heroin 1,50 gram. Artis 33 tahun itu melanggar pasal 111, 112, dan 127 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.(Mer)
Rabu, 19 Februari 2014
Ini Alasan Sidang Perdana Putra Ahmad Dhani Digelar Tertutup
VIVAlife - Setelah dilakukan beberapa kali pemanggilan dan pemeriksaan, akhirnya putra bungsu Ahmad Dhani, AQJ, menjalani sidang perdana pagi ini, terkait kasus kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Jagorawi KM 8+200, 8 September 2013 lalu.
Kasus kecelakaan yang menelan tujuh korban jiwa itu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 19 Februari 2014. Meski demikian, menurut Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Djaniko Girsang, sidang tersebut akan berjalan secara tertutup.
Kasus kecelakaan yang menelan tujuh korban jiwa itu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 19 Februari 2014. Meski demikian, menurut Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Djaniko Girsang, sidang tersebut akan berjalan secara tertutup.
Ada alasan khusus yang membuat sidang ini digelar tertutup. Hal itu, kata Djaniko, lantaran AQJ masih berusia di bawah umur.
"Jelas akan ada perbedaan karena ini kan umurnya 13 tahun. Persidangan itu persidangan yang dilakukan berdasarkan UUD peradilan anak," jelasnya.
Djaniko menambahkan, orangtua atau wali memiilki kewajiban untuk mendampingi AQJ dalam sidang tersebut. "Juga petugas Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dan kalau ada penasihat hukumnya," lanjutnya.
Sejak 6 Februari lalu, berkas perkara AQJ telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Terkait perkara ini, putra bungsu pasangan Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu dijerat pasal 310 ayat (1), ayat (3), ayat (4) UU RI No 22 tahun 2009. (one)
"Jelas akan ada perbedaan karena ini kan umurnya 13 tahun. Persidangan itu persidangan yang dilakukan berdasarkan UUD peradilan anak," jelasnya.
Djaniko menambahkan, orangtua atau wali memiilki kewajiban untuk mendampingi AQJ dalam sidang tersebut. "Juga petugas Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dan kalau ada penasihat hukumnya," lanjutnya.
Sejak 6 Februari lalu, berkas perkara AQJ telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Terkait perkara ini, putra bungsu pasangan Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu dijerat pasal 310 ayat (1), ayat (3), ayat (4) UU RI No 22 tahun 2009. (one)
Sabtu, 01 Februari 2014
Murry Koes Plus Meninggal Dunia
VIVAnews - Dunia musik Indonesia dirundung duka. Murry Koes Plus meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB di rumahnya, Bekasi, Sabtu 1 Februari 2014.
Penggiat musik, Bens Leo, menjelaskan bahwa kabar meninggalnya Murry yang merupakan drummer Koes Plus itu diketahui dari putrinya yang bernama Anggi.
"Iya. Saya sedih juga dikabari Mas Murry meninggal tadi," ujar Bens kepada VIVAnews.
Menurut Bens, Murry meninggal tidak disebabkan penyakit. Meski, Murry memang sudah lama mengidap tekanan darah tinggi.
"Katanya, tadi pagi itu sebetulnya Mas Murry hanya minta Anggi untuk mematikan AC. Tapi gak lama kemudian Mas Murry wafat," kata Bens.
Bens menambahkan, Murry akan dimakamkan oleh keluarganya siang nanti di TPU Pondok Rangon, Jakarta.
"Setelah Zuhur, sekitar pukul 13.00 WIB," kata Bens.
Rumah duka, ia menambahkan, berlokasi di Jalan Cempaka 1 BS18 No.19-20 Perum Kranggan, Bekasi.
Penggiat musik, Bens Leo, menjelaskan bahwa kabar meninggalnya Murry yang merupakan drummer Koes Plus itu diketahui dari putrinya yang bernama Anggi.
"Iya. Saya sedih juga dikabari Mas Murry meninggal tadi," ujar Bens kepada VIVAnews.
Menurut Bens, Murry meninggal tidak disebabkan penyakit. Meski, Murry memang sudah lama mengidap tekanan darah tinggi.
"Katanya, tadi pagi itu sebetulnya Mas Murry hanya minta Anggi untuk mematikan AC. Tapi gak lama kemudian Mas Murry wafat," kata Bens.
Bens menambahkan, Murry akan dimakamkan oleh keluarganya siang nanti di TPU Pondok Rangon, Jakarta.
"Setelah Zuhur, sekitar pukul 13.00 WIB," kata Bens.
Rumah duka, ia menambahkan, berlokasi di Jalan Cempaka 1 BS18 No.19-20 Perum Kranggan, Bekasi.
Kamis, 30 Januari 2014
Lola Amaria, Filmkan Kerakusan Ketua Umum Partai
RMOL. Setelah vakum sekitar lima tahun, Lola Amaria kembali
bergiat di belakang layar. Ia menyiapkan rencana menyutradarai film
berjudul Negeri Tanpa Telinga yang dijadwalkan syuting pada 1 Februari 2014. Tema filmnya tak jauh beda dengan sebelumnya, Minggu Pagi di Victoria Park yang dirils pada 2009.
“Lahir dari pergumulan realitas sosial sehari-hari. Namun, kali ini saya ingin bercerita dengan cara yang sedikit berbeda. Komedi satir saya rasa cara yang paling pas,” tutur Lola.
“Sekilas tampak berat, tapi saya jamin film ini akan menghibur kita di tengah-tengah kepungan informasi negatif politik kebangsaan, korupsi, skandal seks, dan buramnya potret masa depan bangsa,” imbuh wanita 36 tahun yang masih single ini.
Jelasnya, Negeri Tanpa Telinga bercerita tentang seorang tukang pijat keliling bernama Naga yang memiliki klien orang-orang papan atas seperti politikus, menteri, hingga ketua partai. Tapi, posisi Naga terjepit saat ia diancam mau dibunuh karena diduga mendengar dan menjadi sumber informasi korupsi seorang ketua partai bernama Piton.
“Sejatinya ini adalah film tentang tukang pijat dan memang terinspirasi dari seorang tukang pijat. Dan kali ini juga saya ingin menggunakan telinga. Telinga seorang tukang pijat. Kalau Anda masih sadar bahwa telinga Anda sehat, saya jamin setelah menonton film ini Anda akan mengorek-orek kembali telinga Anda dan bertanya masih perlukah Anda memiliki telinga,” tandasnya.
Karena Lola, Ray Sahetapy pun mau ikut main di Negeri Tanpa Telinga. Aktor gaek ini memuji habis Lola. “Saya senang bisa bekerjasama dengan sutradara perempuan. Lola rupanya tidak ragu-ragu untuk memilih saya,” ujar Ray.
Dia dipercaya memerankan tokoh ketua partai yang ambisius. Segala macam cara dilakukan untuk menjadi idola bangsa sekaligus memuluskan ambisi jadi seorang calon presiden. Ia antusias mendapat peran tersebut. “Saya orang yang sangat ambisius untuk menjadi presiden,” ucap mantan suami biduan senior Dewi Yull itu. ***
“Lahir dari pergumulan realitas sosial sehari-hari. Namun, kali ini saya ingin bercerita dengan cara yang sedikit berbeda. Komedi satir saya rasa cara yang paling pas,” tutur Lola.
“Sekilas tampak berat, tapi saya jamin film ini akan menghibur kita di tengah-tengah kepungan informasi negatif politik kebangsaan, korupsi, skandal seks, dan buramnya potret masa depan bangsa,” imbuh wanita 36 tahun yang masih single ini.
Jelasnya, Negeri Tanpa Telinga bercerita tentang seorang tukang pijat keliling bernama Naga yang memiliki klien orang-orang papan atas seperti politikus, menteri, hingga ketua partai. Tapi, posisi Naga terjepit saat ia diancam mau dibunuh karena diduga mendengar dan menjadi sumber informasi korupsi seorang ketua partai bernama Piton.
“Sejatinya ini adalah film tentang tukang pijat dan memang terinspirasi dari seorang tukang pijat. Dan kali ini juga saya ingin menggunakan telinga. Telinga seorang tukang pijat. Kalau Anda masih sadar bahwa telinga Anda sehat, saya jamin setelah menonton film ini Anda akan mengorek-orek kembali telinga Anda dan bertanya masih perlukah Anda memiliki telinga,” tandasnya.
Karena Lola, Ray Sahetapy pun mau ikut main di Negeri Tanpa Telinga. Aktor gaek ini memuji habis Lola. “Saya senang bisa bekerjasama dengan sutradara perempuan. Lola rupanya tidak ragu-ragu untuk memilih saya,” ujar Ray.
Dia dipercaya memerankan tokoh ketua partai yang ambisius. Segala macam cara dilakukan untuk menjadi idola bangsa sekaligus memuluskan ambisi jadi seorang calon presiden. Ia antusias mendapat peran tersebut. “Saya orang yang sangat ambisius untuk menjadi presiden,” ucap mantan suami biduan senior Dewi Yull itu. ***
Elvira Devinamira Wirayanti Terpilih sebagai Puteri Indonesia 2014
Bintang Online
Gadis kelahiran Surabaya 28 juni 1993 itu berhasil mengalahkan 37 finalis lainnya yang akhirnya diciutkan menjadi 5 besar yang terdiri dari perwakilan dari Jawa Tengah (Rakhmi Wijiharti), DKI II (Noorzabilla Bambang S), Daerah Istimewa Yogyakarta (Estelita Liana), Jawa Timur (Elvira Devinamir Wirayanti) serta Sumatera Selatan (Elfin Pertiwi).
Finalis kemudian disurutkan kembali menjadi 3 besar yang ditempati oleh perwakilan dari DIY, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.
Posisi runner up II pun jatuh kepada DIY yakni Estelita Liana dan runner up I kepada Elfin Pertiwi dari Sumatera Selatan.
Rasa bangga dan bahagia tampak menghiasi wajah Elvira Devinamira Wirayanti saat pembawa acara mengumumkan siapa yang terpilih menjabat sebagai Puteri Indonesia 2014.
Elvira tampil memukau dengan jawaban yang lugas atas pertanyaan tentang pentingnya kerjasama antar negara. Dia menjawab dengan betapa penting dan saling menguntungkannya jika Indonesia menjalin kerjasama dengan negara-negara lain, baik secara ekonomi, politik maupun budaya. Jawaban Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu dianggap paling baik dibanding 2 pesaing terakhirnya.
Pemilik berat badan 53 kg dan tinggi 175Cm itu dengan tenang dan senyum merekah menerima mahkota dari pendaulunya, Puteri Indonesia 2013,Wulandari Herman.
Jutaan pasang mata yang menyaksikan secara langsung melalui Indosiar menjadi saksi puncak acara kontes kecantikan tertua di Indonesia yang digelar pada Rabu (29/1) malam di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
SETELAH melalui perjalanan panjang masa karantina dan
berbagai rangkaian acara yang dijalani para finalis dari seluruh pelosok
negeri, gelar Puteri Indonesia 2014 akhirnya ditentukan.
Mahkota kemenangan disematkan kepada Elvira Devinamira Wirayanti, finalis dari Jawa Timur.Gadis kelahiran Surabaya 28 juni 1993 itu berhasil mengalahkan 37 finalis lainnya yang akhirnya diciutkan menjadi 5 besar yang terdiri dari perwakilan dari Jawa Tengah (Rakhmi Wijiharti), DKI II (Noorzabilla Bambang S), Daerah Istimewa Yogyakarta (Estelita Liana), Jawa Timur (Elvira Devinamir Wirayanti) serta Sumatera Selatan (Elfin Pertiwi).
Finalis kemudian disurutkan kembali menjadi 3 besar yang ditempati oleh perwakilan dari DIY, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.
Posisi runner up II pun jatuh kepada DIY yakni Estelita Liana dan runner up I kepada Elfin Pertiwi dari Sumatera Selatan.
Rasa bangga dan bahagia tampak menghiasi wajah Elvira Devinamira Wirayanti saat pembawa acara mengumumkan siapa yang terpilih menjabat sebagai Puteri Indonesia 2014.
Elvira tampil memukau dengan jawaban yang lugas atas pertanyaan tentang pentingnya kerjasama antar negara. Dia menjawab dengan betapa penting dan saling menguntungkannya jika Indonesia menjalin kerjasama dengan negara-negara lain, baik secara ekonomi, politik maupun budaya. Jawaban Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu dianggap paling baik dibanding 2 pesaing terakhirnya.
Pemilik berat badan 53 kg dan tinggi 175Cm itu dengan tenang dan senyum merekah menerima mahkota dari pendaulunya, Puteri Indonesia 2013,Wulandari Herman.
Jutaan pasang mata yang menyaksikan secara langsung melalui Indosiar menjadi saksi puncak acara kontes kecantikan tertua di Indonesia yang digelar pada Rabu (29/1) malam di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Selasa, 28 Januari 2014
Rayakan Eksistensi di Dunia Musik, Luna Sea Gelar Konser
Liputan6.com, Tokyo : Luna Sea merupakan band bergenre rock yang terbentuk 1986 silam. Luna Sea telah mewarnai dunia musik Jepang selama kurang lebih 27 tahun. Wajar jika sederet karya telah ditelurkan band beranggotakan J, Inoran, Sugizo, Shinya, dan Ryuichi.
Salah satunya, studio album Luna Sea bertajuk nama band mereka yang dirilis 1991 silam berhasil merajai tangga lagu ternama di Jepang. Bahkan, album bertajuk Luna Sea ini direkam ulang 2011 silam karena banyaknya permintaan dari penikmat musik.
Keberhasilan Luna Sea ini pun membuat band tersebut disebut sebagai 100 idola paling berpengaruh versi HMV Jepang. Wajar jika penampilan Luna Sea selalu ditunggu.
Luna Sea mengumumkan jika mereka akan menggelar konser akhir tahun 2014 yang spektakuler. Aksi Luna Sea tersebut akan berlangsung di Saitama dan Yokohama, Desember 2014 mendatang.
Sebelum konser tersebut, Luna Sea bakal memuaskan hasrat penggemarnya dengan tampil untuk merayakan eksistensi mereka di dunia musik. Dengan konser bertajuk LUNA SEA 25th ANNIVERSARY LIVE, Luna Sea akan menghentak panggung dan arena konser yang dilaporkan tersebar di wilayah Jepang.
Konser tersebut dijadwalkan akan berlangsung sekitar Maret depan. Baru diumumkan Luna Sea bakal tampil secara live, penggemar berbondong-bondong menyerbu tiket hingga ludes dalam waktu sekejap, dilansir dari Tokyohive, Selasa (28/1/2014).
Di awal penampilannya, Luna Sea berdandan dengan kostum dan make-up sehingga menjadikan mereka sebagai band visual kei tersukses abad ini. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menanggalkan dandanan mereka sehingga tampil dengan lebih sederhana.
Selasa, 21 Januari 2014
Beli Rumah Untuk Orangtua, Fatin, "Kalau Bisa Beliin, Kenapa Nggak?"
Bintang Online
"Iya, lumayan. Kalau bisa beliin rumah buat orangtua, kenapa enggak?" ujar Fatin tersenyum saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (20/1).
Rumah baru beserta isinya yang sekarang sudah ditempati Fatin itu dikabarkan harganya mencapai miliaran rupiah. Namun ketika ditanya, Fatin enggan membahas berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membeli rumah barunya.
"Untuk itu aku nggak tau. Soalnya ayah yang milih-milih. Semua dekorasi itu urusan ayah," tandasnya.
Sukses menyabet jawara di ajang pencarian bakat X Factor Indonesia pada Mei 2013 kemarin, membuat Fatin Shidqia kebanjiran job.
Dari hasil mengumpulkan uang selama bernyanyi menghibur banyak orang,
pelajar SMA yang masih berusia 17 tahun itu sudah mampu membelikan
rumah mewah untuk kedua orangtuanya."Iya, lumayan. Kalau bisa beliin rumah buat orangtua, kenapa enggak?" ujar Fatin tersenyum saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (20/1).
Rumah baru beserta isinya yang sekarang sudah ditempati Fatin itu dikabarkan harganya mencapai miliaran rupiah. Namun ketika ditanya, Fatin enggan membahas berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membeli rumah barunya.
"Untuk itu aku nggak tau. Soalnya ayah yang milih-milih. Semua dekorasi itu urusan ayah," tandasnya.
Selasa, 24 Desember 2013
Dikabarkan Pindah Agama, Asmirandah Konsultasi ke KPI
Bintang Online
Meski sudah memberikan bantahan melalui kuasa hukumnya, hal ini rupanya membuat gundah Asmirandah.
Pada Kamis (19/12), bersama paman dan kuasa hukumnya, Andah berkunjung ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dengan niat berkonsultasi tentang masalah pribadinya yang diangkat media akhir-akhir ini terkait dengan masalah SARA.
Mengutip situs KPI yang kami akses pada Senin (23/12), kedatangan Asmirandah diterima oleh Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, serta anggota KPI Pusat, Agatha Lily dan S. Rahmat Arifin.
KPI Pusat akan mengkaji program-program yang mengulas tentang kehidupan Asmirandah.
"Jika KPI menemukan ada yang tidak sesuai dengan aturan, KPI akan melakukan prosedur sesuai aturan yang ada," kata Agatha Lily, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat.
KABAR mengenai Asmirandah pindah agama sempat menjadi sorotan pekan lalu.
Sejumlah
program TV pun menayangkan liputan soal kabar yang pertama beredar
melalui broadcast message di Blackberry Messenger (BBM) ini.Meski sudah memberikan bantahan melalui kuasa hukumnya, hal ini rupanya membuat gundah Asmirandah.
Pada Kamis (19/12), bersama paman dan kuasa hukumnya, Andah berkunjung ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dengan niat berkonsultasi tentang masalah pribadinya yang diangkat media akhir-akhir ini terkait dengan masalah SARA.
Mengutip situs KPI yang kami akses pada Senin (23/12), kedatangan Asmirandah diterima oleh Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, serta anggota KPI Pusat, Agatha Lily dan S. Rahmat Arifin.
KPI Pusat akan mengkaji program-program yang mengulas tentang kehidupan Asmirandah.
"Jika KPI menemukan ada yang tidak sesuai dengan aturan, KPI akan melakukan prosedur sesuai aturan yang ada," kata Agatha Lily, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat.
Ayah Asmirandah Yakin Kalau Putrinya Masih Seorang Muslimah
KAPANLAGI.COM - Artis Asmirandah atau Andah dikabarkan
telah berpindah keyakinan menjadi seorang nasrani. Dia mengikuti
keyakinan suaminya, Jonas Rivanno.
Namun ayah Asmirandah, Anton Zantman, tidak percaya dengan pemberitaan
tersebut. Dia masih yakin kalau putrinya hingga saat ini sebagai
muslimah."Kayaknya tidak mungkin dia pindah agama," tegas Anton Zantman saat ditemui di kediamannya, kawasan Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Senin (16/12).
Namun Anton juga belum mendengar atau berbicara langsung dengan putrinya, tentang kabar tersebut.
"Tidak ada. Belum pernah dengar dari dia, Belum pernah sempat ngobrol. Sama Asmirandah mengenai pindah agama," ungkapnya.
Andah sendiri sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa Andah telah dibaptis sejak dua minggu lalu.
"Malah aku nggak dengar, kami korban. Kalau memang terjadi berarti kami korban. Nanya sama dia aja. Kami sudah cukup kecewa," tandasnya.
Senin, 16 Desember 2013
DKI Gelar Pentas Musik Dunia di Ancol
VIVAnews - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan menggelar Jakarta World Music Festival (JWMF) 2013 pada tanggal 14-15 Desember 2013 di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara.
Pagelaran musik dunia itu akan menampilkan berbagai musik etnik yang ada di Indonesia termasuk musik Betawi yang menjadi tuan rumah dalam pagelaran itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman menuturkan, acara itu digelar sebagai upaya untuk promosi Jakarta dan DKI Jakarta posisinya untuk memfasilitasi pertunjukan musik yang ada di Indonesia.
"Dasarnya yang di acara world music itu yang ditonjolkan musik tradisi dan Indonesia itu sangat kaya dengan musik tradisi. Ini memang perlu diekspos," ujar Arie saat dihubungiVIVAnews.
Arie mengatakan, acara ini rencananya akan diselenggarakan setiap tahun dan nantinya akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah. Menurutnya di setiap anjungan di Taman Mini Indonesia Indah memiliki musik tradisional masing- masing.
Nantinya, acara world musik juga akan dihadiri para duta besar dari berbagai negara, karena dalam acara tersebut bukan hanya diisi oleh musisi Indonesia, tetapi dari berbagai mancanegara.
"Sebenarnya pagelaran ini untuk masyarakat. Tapi karena ada peserta dari negara asing kita akan mengundang duta besarnya," katanya.
Sementara itu, Frangki Laden, Artistic Director pertunjukan itu menuturkan pagelaran itu diadakan karena saat ini acaraworld music festival sedang menjadi tren baru di dunia internasional.
Hal itu yang menjadikan sebuah momen untuk mempromosikan musik tradisional di Indonesia termasuk musik Betawi.
"Saya melihat perkembangan musik dunia yang sedang tren memasukan unsur etnik ke dalam musik pop, jazz, latin dan sebagainya. Ini sebuah momen yang bagus," katanya.
Menurut Franki, dalam pagelaran itu mengundang juga grup-grup world music dari dalam dan luar negeri seperti Keroncong Midori, Kolintang Kawanua, Anello dan Samsara. "Ini terbuka untuk umum. Siapa saja bisa nonton," katanya. (eh)
Pagelaran musik dunia itu akan menampilkan berbagai musik etnik yang ada di Indonesia termasuk musik Betawi yang menjadi tuan rumah dalam pagelaran itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman menuturkan, acara itu digelar sebagai upaya untuk promosi Jakarta dan DKI Jakarta posisinya untuk memfasilitasi pertunjukan musik yang ada di Indonesia.
"Dasarnya yang di acara world music itu yang ditonjolkan musik tradisi dan Indonesia itu sangat kaya dengan musik tradisi. Ini memang perlu diekspos," ujar Arie saat dihubungiVIVAnews.
Arie mengatakan, acara ini rencananya akan diselenggarakan setiap tahun dan nantinya akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah. Menurutnya di setiap anjungan di Taman Mini Indonesia Indah memiliki musik tradisional masing- masing.
Nantinya, acara world musik juga akan dihadiri para duta besar dari berbagai negara, karena dalam acara tersebut bukan hanya diisi oleh musisi Indonesia, tetapi dari berbagai mancanegara.
"Sebenarnya pagelaran ini untuk masyarakat. Tapi karena ada peserta dari negara asing kita akan mengundang duta besarnya," katanya.
Sementara itu, Frangki Laden, Artistic Director pertunjukan itu menuturkan pagelaran itu diadakan karena saat ini acaraworld music festival sedang menjadi tren baru di dunia internasional.
Hal itu yang menjadikan sebuah momen untuk mempromosikan musik tradisional di Indonesia termasuk musik Betawi.
"Saya melihat perkembangan musik dunia yang sedang tren memasukan unsur etnik ke dalam musik pop, jazz, latin dan sebagainya. Ini sebuah momen yang bagus," katanya.
Menurut Franki, dalam pagelaran itu mengundang juga grup-grup world music dari dalam dan luar negeri seperti Keroncong Midori, Kolintang Kawanua, Anello dan Samsara. "Ini terbuka untuk umum. Siapa saja bisa nonton," katanya. (eh)
Sabtu, 14 Desember 2013
Polisi Amankan Tiga Penonton Konser Slank di GBK
Oleh: Ahmad Farhan Faris
INILAH.COM, Jakarta - Aparat kepolisian telah mengamankan tiga orang penonton konser Slank di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jumat, (13/12/2013). Karena, polisi mendapatkan ganja dan minuman alkohol.
Kapolsek Metro Tanah Abang, Komisaris Kus Subiyantoro mengatakan, sekira pukul 19.00 Wib petugas telah mengamankan tiga orang penonton di Posko pintu kuning GBK Senayan. Ketiganya adalah, Yudhi Siswanto warga Dusun Gebang Malang Desa Sukatani RT 01/01, Cimalaya, Karawang.
"Yudhi sebagai pelajar, dia diamankan karena membawa minuman alkohol jenis Chiu di pintu biru stadion," kata Kus kepada wartawan.
Selain itu, Kus melanjutkan ada juga Eko Wiyatno warga Kampung Dukuh RT 015/006, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, dan Isep Saeful Rohman, alamat Purwakarta Kampung Cilalawi Cianting Utara, Sukatani Utara.
"Kalau Eko diamankan karena kedapatan membawa Keling yang terbuat dari besi (alat beladiri) di luar stadion. Sedangkan, Isep diamankan karena bawa satu linting ganja," jelas dia.
Kemudian, ia menuturkan, sekira pukul 19.50 Wib, konser musik dimulai diawali dengan do'a yang dipimpin oleh Ustad Mansyur, selanjutnya menampilkan Band pembuka yaitu Band Painkiller. Jumlah penonton sekitar 15.000 orang, dan hadir pula di VVIP Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menpora Roy Suryo, Ustad Yusuf Mansyur dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Saat ini situasi terkendali," ucapnya.[ris]
INILAH.COM, Jakarta - Aparat kepolisian telah mengamankan tiga orang penonton konser Slank di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jumat, (13/12/2013). Karena, polisi mendapatkan ganja dan minuman alkohol.
Kapolsek Metro Tanah Abang, Komisaris Kus Subiyantoro mengatakan, sekira pukul 19.00 Wib petugas telah mengamankan tiga orang penonton di Posko pintu kuning GBK Senayan. Ketiganya adalah, Yudhi Siswanto warga Dusun Gebang Malang Desa Sukatani RT 01/01, Cimalaya, Karawang.
"Yudhi sebagai pelajar, dia diamankan karena membawa minuman alkohol jenis Chiu di pintu biru stadion," kata Kus kepada wartawan.
Selain itu, Kus melanjutkan ada juga Eko Wiyatno warga Kampung Dukuh RT 015/006, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, dan Isep Saeful Rohman, alamat Purwakarta Kampung Cilalawi Cianting Utara, Sukatani Utara.
"Kalau Eko diamankan karena kedapatan membawa Keling yang terbuat dari besi (alat beladiri) di luar stadion. Sedangkan, Isep diamankan karena bawa satu linting ganja," jelas dia.
Kemudian, ia menuturkan, sekira pukul 19.50 Wib, konser musik dimulai diawali dengan do'a yang dipimpin oleh Ustad Mansyur, selanjutnya menampilkan Band pembuka yaitu Band Painkiller. Jumlah penonton sekitar 15.000 orang, dan hadir pula di VVIP Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menpora Roy Suryo, Ustad Yusuf Mansyur dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Saat ini situasi terkendali," ucapnya.[ris]
Jumat, 13 Desember 2013
'Tong Kosong' Jadi Pembuka Konser 30 Tahun Slank
Oleh: Mia Umi Kartikawati
INILAH.COM, Jakarta - Slank buka konser perhelatan perayaan ulang tahun ke 30 dengan membawakan lagu hitsnya Tong Kosong.
Para personel Slank yaitu Kaka, Bimbim, Ridho, Abdi, Ivan, hadir di atas panggung yang sebelumnya menaiki alat yang mengangkatnya hingga mengitari penonton di area festival.
Konser yang bertajuk "Clavo Premio Konser 30 Tahun Slank Nggak Ada Matinya" dibuka oleh Slank tepat pukul 20.45 wib.
Ribuan penonton langsung berloncatan ketika Slank menggebrak dengan lagu Tong Kosong. Selanjut tanpa jeda, Slank langsung membawakan Mars Slankers. Sontak seluruh isi Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, ikut bernyanyi.
Sebelumnya, konser Slank dibuka oleh dua band ternama yaitu The Paintkilllers dan Kotak. Roy Suryo selaku Menteri Pemuda dan Olah Raga pun ikut membuka konser 30 tahun Slank tersebut dengan membawakan lagu Indonesia Raya. [mor]
Senin, 09 Desember 2013
30 Tahun Bermusik, Slank Persembahkan Konser Akbar
VIVAlife - Kiprah bermusik Slank sebagai band rock terbesar di Indonesia memasuki usia ke-30 tahun ini. Untuk merayakannya, band yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka itu mempersembahkan konser bertajuk “Clavo Premio Konser 30 Tahun Slank Nggak Ada Matinya”.
Konser kolosal itu akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat, 13 Desember 2013. Bisa unjuk gigi di lapangan berkapasitas 88 ribu penonton itu, merupakan impian para personel Slank sejak dulu. Tiket masuk konser pun sudah mulai dipersiapkan.
Ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2013, Bimbim, drummer Slank, menuturkan tiket dipukul rata pada harga Rp50 ribu. Promoter Clavo Premio menyiapkan sebanyak 80 ribu tiket bagi para Slankers. Keamanan pun sudah dipikirkan dengan matang.
Pihak promotor menjanjikan, konser akbar itu akan terselenggara secara istimewa. Selain menghadirkan gitaris legendaris Ian Antono, akan ada pula beberapa mantan personel Slank, seperti Indra Q, Pay, dan Reynold. Semua tokoh itu merupakan inspirator bagi Slank hingga kini.
“Godbless keren. Silaturahmi kita dengan Indra dan Pay juga masih bagus. Ada beberapa album Slank yang digarap Indra dan itu tidak tergantikan. Saya respect,” kata Kaka, vokalis Slank.
Ia menambahkan juga ingin ada sentuhan wanita dalam konser “Clavo Premio Konser 30 Tahun Slank Nggak Ada Matinya” itu. Maka, ia akan menggandeng band Kotak dan vokalis Painkillers, Tasya. (one)
Langganan:
Postingan (Atom)