Jakarta (ANTARA
News) - Lagu Indonesia berkumandang di konser Guns N' Roses yang
berlangsung di MEIS Ancol Jakarta, Minggu siang.
Ron “Bumblefoot”
Thal sang gitaris band asal Amerika itulah yang membawakan lagu
tersebut di tengah-tengah konser. Dia bermain sendirian menggunakan
gitar warna mutih miliknya.
Tanpa berkata apapun juga, tiba-tiba
Ron memainkan lagu "Indonesia Raya" dengan gitarnya. Para penonton
langsung menyadarinya dan ikut bernyanyi.
"Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku," seru seluruh penonton yang memadati konser band asal Amerika tersebut.
Alhasil,
arena MEIS Ancol jadi menggemakan "Indonesia Raya". Lagu kebangsaan
Indonesia yang begitu sakral tiba-tiba berubah nge-rock.
"Saya sangat apresiasi, itu berarti mereka menghargai negara kita," kata Andi Ahmad (36), salah satu penonton.
Aksi
solo dari Ron pun usai, Axl Rose dan para personel lainnya kembali naik
ke panggung. Guns N' Roses pun langsung membawakan lagu selanjutnya
yaitu "Don't You Cry'"
Blog ini berisi Aktivitas Studio Musik Chicak beserta rekan-rekan yang ada di lingkungan Chicak Musik studio maupun lingkungan lainnya, selain dari pada itu blog ini juga memuat artikel/berita dari media elektronik yang ada guna lebih mengefektifkan informasi yang ada dalam artikel/berita tersebut. Studio Musik Chicak beralamatkan di Jln H. Enang No. 28 Cisalak Pasar ( Studio Musik Chicak) Telpon /Fax 021 8732662 atau 02187754047
Minggu, 16 Desember 2012
Rabu, 05 Desember 2012
Inilah Pengakuan Bekas Istri Bupati Garut
INILAH.COM, Garut - Mantan istri Bupati Garut Fanny Octora
mengaku merasa dicampakkan oleh Aceng Fikri karena hanya empat hari
menjadi istri langsung diceraikan.
"Pak Bupati saat itu mengaku duda. Sudah dua tahun berpisah dengan istri terdahulu. Saya berharap keadilan," katanya, Senin (3/12/2012).
Awal perkenalan dengan Aceng, lanjut Fanny, dirinya mendapat kabar dari seorang ustaz bahwa bupati Garut tengah mencari istri dari kalangan pesantren. Pamannya, salah satu pemimpin pondok pesantren di Limbangan, Garut, kemudian mendekatkan keduanya.
"Saya juga sempat dipertemukan dengan utusan Pak Bupati. Saat itu diceritakan bahwa Pak Bupati mencari istri dan ingin mengajak umrah ke Makkah. Sebelum umrah, dihalalkan dulu," jelas Fanny.
Setelah perkenalan yang singkat, keduanya menikah disaksikan keluarga masing-masing. Menurut dia, salah satu pertimbangannya menikah dengan Aceng adalah agar dapat melanjutkan kuliah kebidanan. Kenyataannya, menurut Fanny, dirinya tiba-tiba ditalak tiga melalui SMS empat hari kemudian. Alasannya dia sudah tidak perawan.
"Saya masih perawan, saya tidak pernah bergaul dengan lelaki lain," tegas Fanny.
Warga Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu baru lulus dari salah satu SMA di Sukabumi pada 2012. Dia dinikahi Bupati Aceng pada 16 Juli 2012 di rumah pribadinya di Copong, Garut. [ito]
"Pak Bupati saat itu mengaku duda. Sudah dua tahun berpisah dengan istri terdahulu. Saya berharap keadilan," katanya, Senin (3/12/2012).
Awal perkenalan dengan Aceng, lanjut Fanny, dirinya mendapat kabar dari seorang ustaz bahwa bupati Garut tengah mencari istri dari kalangan pesantren. Pamannya, salah satu pemimpin pondok pesantren di Limbangan, Garut, kemudian mendekatkan keduanya.
"Saya juga sempat dipertemukan dengan utusan Pak Bupati. Saat itu diceritakan bahwa Pak Bupati mencari istri dan ingin mengajak umrah ke Makkah. Sebelum umrah, dihalalkan dulu," jelas Fanny.
Setelah perkenalan yang singkat, keduanya menikah disaksikan keluarga masing-masing. Menurut dia, salah satu pertimbangannya menikah dengan Aceng adalah agar dapat melanjutkan kuliah kebidanan. Kenyataannya, menurut Fanny, dirinya tiba-tiba ditalak tiga melalui SMS empat hari kemudian. Alasannya dia sudah tidak perawan.
"Saya masih perawan, saya tidak pernah bergaul dengan lelaki lain," tegas Fanny.
Warga Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu baru lulus dari salah satu SMA di Sukabumi pada 2012. Dia dinikahi Bupati Aceng pada 16 Juli 2012 di rumah pribadinya di Copong, Garut. [ito]
Menjadi Tim Sukses untuk Anak
INILAH.COM, Jakarta - Menjadi politisi selalu lekat
dengan tim sukses terutama saat menjalani kontestasi politik. Namun,
bagaimana jadinya jika politisi menjadi tim sukses untuk anaknya yang
masih belia?
Belakangan, kesibukan politikus PDI Perjuangan Arif Wibowo bertambah. Selain sibuk menjadi anggota Komisi II DPR RI dan menghadapi proses veriifkasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), ia juga sibuk menjadi tim sukses.
Namun jangan salah, Arif tidak sedang menjadi tim sukses calon kepala daerah apalagi calon presiden. Arif justru menjadi tim sukses untuk anaknya yang masih berusia 11 tahun. "Ya, saya sekarang sedang jadi tim sukses untuk anak," aku Arif kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Anak kandung Arif Wibowo Risang Mahesa Wrinsah yang kini berusia 11 tahun, jelas tidak sedang mengikuti kontestasi politik. Esa, demikian panggilan putera Arif itu, tengah mengikuti kompetisi menyanyi untuk anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. "Lolos di putaran pertama, Senin pekan depan akan tampil lagi," kata Arif menginformasikan.
Pria Jawa tulen asal Madiun, Jawa Timur yang fasih berbahasa Madura ini menuturkan, anaknya mengikuti bakat dirinya yang gemar bernyanyi. "Mengikuti bakat bapaknya yang jadi rocker," seloroh bekas aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.
Dalam kesempatan tersebut, Arif pun tak lupa mempromosikan anaknya agar turut serta mendukung anaknya melalui pesan pendek. "Ketik IC spasi ESA kirim sms ke 6288, Ojo lali yo," ujar Arif berpromosi. [mdr]
Belakangan, kesibukan politikus PDI Perjuangan Arif Wibowo bertambah. Selain sibuk menjadi anggota Komisi II DPR RI dan menghadapi proses veriifkasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), ia juga sibuk menjadi tim sukses.
Namun jangan salah, Arif tidak sedang menjadi tim sukses calon kepala daerah apalagi calon presiden. Arif justru menjadi tim sukses untuk anaknya yang masih berusia 11 tahun. "Ya, saya sekarang sedang jadi tim sukses untuk anak," aku Arif kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Anak kandung Arif Wibowo Risang Mahesa Wrinsah yang kini berusia 11 tahun, jelas tidak sedang mengikuti kontestasi politik. Esa, demikian panggilan putera Arif itu, tengah mengikuti kompetisi menyanyi untuk anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. "Lolos di putaran pertama, Senin pekan depan akan tampil lagi," kata Arif menginformasikan.
Pria Jawa tulen asal Madiun, Jawa Timur yang fasih berbahasa Madura ini menuturkan, anaknya mengikuti bakat dirinya yang gemar bernyanyi. "Mengikuti bakat bapaknya yang jadi rocker," seloroh bekas aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.
Dalam kesempatan tersebut, Arif pun tak lupa mempromosikan anaknya agar turut serta mendukung anaknya melalui pesan pendek. "Ketik IC spasi ESA kirim sms ke 6288, Ojo lali yo," ujar Arif berpromosi. [mdr]
Kamis, 01 November 2012
Untung: Kapolda Baru Jangan Dibohongi
INILAH.COM, Jakarta - Irjen Untung S Rajab meminta
kepada seluruh personel kepolisian di jajaran Polda Metro Jaya untuk
tetap bekerja keras dalam melayani dan melindungi warga, serta membantu
Irjen Putut Eko Bayuseno yang baru dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya.
Hal tersebut disampaikan Untung S Rajab, dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di lapangan utama Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/10/2012). Untung mengatakan meski secara resmi kepemimpinan sudah berganti, namun bukan berarti personel kepolisian yang ada di jajaran Polda Metro Jaya mengendurkan kinerjanya.
"Nahkoda sudah beralih sekarang ini, meskipun Kapolda berganti organisasi tetap tidak bergeser yakni tetap melayani, melindungi dan menegakkan hukum. Itu ada didalam aturan-aturan, baik hukum, etika dan moral," tegasnya.
Selain itu, Untung juga meminta maaf ke seluruh pihak jika masih banyak kekurangan saat ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Kepada seluruh angggot Polda Metro Jaya, ia meminta agar bisa memberikan masukan yang benar kepada Irjen Putut Eko Bayuseno sebagai Kapolda yang baru.
"Terima kasih kepada seluruhnya dan minta maaf kalau ada yang tidak bisa saya selesaikan. Tetap berikan partisipasi, masukan yang benar kepada Kapolda baru dalam mengambil keputusan-keputusan, jangan berikan kebohongan-kebohongan. Selamat berjuang tegakkan panji-panji untuk mengabdi dan kembangkan bangsa ini," jelasnya.
Sementara, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno selaku Kapolda Metro Jaya menyampaikan rasa terima kasih kepada Irjen Pol Untung S Rajab yang sudah menjadikan Ibukota Jakarta aman dan terkendali. "Perkenankan saya ucapkan terima kasih atas pengabdian Pak Untung selama menjabat Kapolda situasi Jakarta terkendali dan kondusif," ujar Putut.
Putut mengatakan, itu semua karena kepemimpinannya di samping juga kerja keras dan dedikasi seluruh anggota dalam menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat Kepolisian. "Untuk itu, saya berharap dedikasi yang diberikan oleh Pak Untung juga diberikan kepada saya," ucapnya.
Oleh karena itu, arahan dan bimbingan mantan Kapolda masih diperlukan untuk ketertiban dan keamanan kota Jakarta. "Mohon doa untuk melanjutkan pengabdian demi melayani, mengayomi masyarakat. Selamat jalan walaupun beliau akan memasuki pensiun tapi tetap petunjuk bimbingan kepada kami dari beliau untuk suksesnya Polda Metro Jaya ini," tandasnya.[bay]
Hal tersebut disampaikan Untung S Rajab, dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di lapangan utama Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/10/2012). Untung mengatakan meski secara resmi kepemimpinan sudah berganti, namun bukan berarti personel kepolisian yang ada di jajaran Polda Metro Jaya mengendurkan kinerjanya.
"Nahkoda sudah beralih sekarang ini, meskipun Kapolda berganti organisasi tetap tidak bergeser yakni tetap melayani, melindungi dan menegakkan hukum. Itu ada didalam aturan-aturan, baik hukum, etika dan moral," tegasnya.
Selain itu, Untung juga meminta maaf ke seluruh pihak jika masih banyak kekurangan saat ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Kepada seluruh angggot Polda Metro Jaya, ia meminta agar bisa memberikan masukan yang benar kepada Irjen Putut Eko Bayuseno sebagai Kapolda yang baru.
"Terima kasih kepada seluruhnya dan minta maaf kalau ada yang tidak bisa saya selesaikan. Tetap berikan partisipasi, masukan yang benar kepada Kapolda baru dalam mengambil keputusan-keputusan, jangan berikan kebohongan-kebohongan. Selamat berjuang tegakkan panji-panji untuk mengabdi dan kembangkan bangsa ini," jelasnya.
Sementara, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno selaku Kapolda Metro Jaya menyampaikan rasa terima kasih kepada Irjen Pol Untung S Rajab yang sudah menjadikan Ibukota Jakarta aman dan terkendali. "Perkenankan saya ucapkan terima kasih atas pengabdian Pak Untung selama menjabat Kapolda situasi Jakarta terkendali dan kondusif," ujar Putut.
Putut mengatakan, itu semua karena kepemimpinannya di samping juga kerja keras dan dedikasi seluruh anggota dalam menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat Kepolisian. "Untuk itu, saya berharap dedikasi yang diberikan oleh Pak Untung juga diberikan kepada saya," ucapnya.
Oleh karena itu, arahan dan bimbingan mantan Kapolda masih diperlukan untuk ketertiban dan keamanan kota Jakarta. "Mohon doa untuk melanjutkan pengabdian demi melayani, mengayomi masyarakat. Selamat jalan walaupun beliau akan memasuki pensiun tapi tetap petunjuk bimbingan kepada kami dari beliau untuk suksesnya Polda Metro Jaya ini," tandasnya.[bay]
Ini Program Kapolda Metro Jaya yang Baru
INILAH.COM, Jakarta - Irjen Pol Putut Eko Bayuseno resmi
menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Untung S Rajab pada
Rabu (31/10/2012). Langkah cepat pun menanti Kapolda baru ini.
Putut mengatakan, akan melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan oleh Irjen Pol Untung S Rajab selama menjabat Kapolda Metro 2 tahun.
"Tentu saya akan melanjutkan kebijakan beliau yang selama ini dan mengedepankan sigap intelegen, itu akan saya teruskan dan tingkatkan dengan kegiatan binmas yang sudah disampaikan kepada saya dengan cara mengoptimalisasikan babinkamtibmas (Bintara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang ada di kelurahan dan desa," kata Putut di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (31/10/2012).
Dijelaskan oleh Putut, nanti babinkamtibmas akan disuruh untuk menyambangi ke rumah penduduk minimal dua rumah penduduk. Itu harus dilaksanakan lengkap dengan foto laporannya.
"Dengan demikian, kita akan dekat langsung dengan masyarakat bawah dan mengetahui ada masalah apa ditengah masyarakat itu sehingga bisa optimalisasi fungsi deteksi dini, kalau sudah dapat info itu akan kita tindak tegas," jelas dia.
Menurutnya, kalau binmas berhasil tentu kriminalitas akan turun, masyarakat juga akan sadar. Bahkan, lanjutnya, masalah kecil yang bisa diselesaikan di kelurahan tidak perlu diselesaikan secara pengadilan tapi diselesaikan disana secara musyawarah.
"Misal, pencurian ayam 1 ekor yang harganya Rp 50 ribu, kalau diproses pengadilan biaya cukup tinggi. Alangkah indahnya diselesaikan secara musyawarah," imbuhnya lagi.
Pasalnya, soal keamanan dan ketertiban, masyarakat akan bekerjasama dengan Gubernur DKI dan dengan masyarakat.
"Pasti, bukan hanya Gubernur saja tapi juga seluruh lapisan masyarakat di Jakarta ini kita ajak dan rangkul bersama untuk ciptakan kota ini aman," ungkap Putut. [gus]
Putut mengatakan, akan melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan oleh Irjen Pol Untung S Rajab selama menjabat Kapolda Metro 2 tahun.
"Tentu saya akan melanjutkan kebijakan beliau yang selama ini dan mengedepankan sigap intelegen, itu akan saya teruskan dan tingkatkan dengan kegiatan binmas yang sudah disampaikan kepada saya dengan cara mengoptimalisasikan babinkamtibmas (Bintara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang ada di kelurahan dan desa," kata Putut di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (31/10/2012).
Dijelaskan oleh Putut, nanti babinkamtibmas akan disuruh untuk menyambangi ke rumah penduduk minimal dua rumah penduduk. Itu harus dilaksanakan lengkap dengan foto laporannya.
"Dengan demikian, kita akan dekat langsung dengan masyarakat bawah dan mengetahui ada masalah apa ditengah masyarakat itu sehingga bisa optimalisasi fungsi deteksi dini, kalau sudah dapat info itu akan kita tindak tegas," jelas dia.
Menurutnya, kalau binmas berhasil tentu kriminalitas akan turun, masyarakat juga akan sadar. Bahkan, lanjutnya, masalah kecil yang bisa diselesaikan di kelurahan tidak perlu diselesaikan secara pengadilan tapi diselesaikan disana secara musyawarah.
"Misal, pencurian ayam 1 ekor yang harganya Rp 50 ribu, kalau diproses pengadilan biaya cukup tinggi. Alangkah indahnya diselesaikan secara musyawarah," imbuhnya lagi.
Pasalnya, soal keamanan dan ketertiban, masyarakat akan bekerjasama dengan Gubernur DKI dan dengan masyarakat.
"Pasti, bukan hanya Gubernur saja tapi juga seluruh lapisan masyarakat di Jakarta ini kita ajak dan rangkul bersama untuk ciptakan kota ini aman," ungkap Putut. [gus]
Senin, 22 Oktober 2012
Pemukiman di Kampung Melayu Terendam Banjir Kiriman
VIVAnews
- Meski Jakarta belum masuk musim hujan, sejumlah wilayah di bantaran
kali Ciliwung sudah dilanda banjir kiriman, Senin, 22 Oktober 2012.
Banjir terjadi akibat luapan air sungai yang berhulu di kawasan Bogor
dan sekitarnya.
Sejak dini hari tadi, banjir kiriman mulai masuk pemukiman warga di sejumlah wilayah di Jakarta Timur. Kawasan yang mengalami genangan air terparah adalah Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara.
Menurut Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, ada 562 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. Mereka tersebar di enam RW di Kampung Melayu. Banjir melanda RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05 dan RW 07. Di kawasan RW 03, ada 210 kepala keluarga atau 568 jiwa yang rumahnya tergenang banjir.
"Paling terparah RW 03, ada 14 RT yang terendam. Lalu di RW 07 ada enam RT yang terendam," ujar Bambang di lokasi banjir di RT 04 RW 03, Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Menurut Bambang, setiap banjir, RW 03 biasanya menjadi yang pertama terkena luapan air dan yang terakhir susut.
Air banjir kiriman merendam kawasan Kampung Pulo sejak dini hari. Tapi warga sudah mendapat informasi mengenai banjir kiriman sejak Minggu sore. Karena itu, Bambang sudah mengintruksikan warga untuk mengerahkan perlengkapan seperti perahu dan ban untuk antisipasi bila harus dilakukan evakuasi.
"Semua sudah kami siapkan. Termasuk tempat pengungsian. Air mulai masuk pada pukul 03.00 WIB," katanya.
Hingga pukul 07.00 WIB, ketinggian air masih di atas 100 senti meter, warga yang telah terbiasa dengan keadaan ini, tidak mengungsi. "Kawasan yang terendam berada sekitar 15 meter dari bantaran kali," katanya.
Rasyid warga RT 03 mengatakan, warga sudah terbiasa menghadapi banjir. Tapi meski begitu, Ia berharap kepada gubernur yang baru terpilih, yaitu Joko Widodo, bisa mengatasi banjir yang telah menjadi siklus tahunan di wilayahnya.
"Semoga Pak Jokowi bisa menghilangkan banjir di sini, tiap tahun memang selalu begini," katanya. (umi)
Sejak dini hari tadi, banjir kiriman mulai masuk pemukiman warga di sejumlah wilayah di Jakarta Timur. Kawasan yang mengalami genangan air terparah adalah Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara.
Menurut Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, ada 562 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. Mereka tersebar di enam RW di Kampung Melayu. Banjir melanda RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05 dan RW 07. Di kawasan RW 03, ada 210 kepala keluarga atau 568 jiwa yang rumahnya tergenang banjir.
"Paling terparah RW 03, ada 14 RT yang terendam. Lalu di RW 07 ada enam RT yang terendam," ujar Bambang di lokasi banjir di RT 04 RW 03, Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Menurut Bambang, setiap banjir, RW 03 biasanya menjadi yang pertama terkena luapan air dan yang terakhir susut.
Air banjir kiriman merendam kawasan Kampung Pulo sejak dini hari. Tapi warga sudah mendapat informasi mengenai banjir kiriman sejak Minggu sore. Karena itu, Bambang sudah mengintruksikan warga untuk mengerahkan perlengkapan seperti perahu dan ban untuk antisipasi bila harus dilakukan evakuasi.
"Semua sudah kami siapkan. Termasuk tempat pengungsian. Air mulai masuk pada pukul 03.00 WIB," katanya.
Hingga pukul 07.00 WIB, ketinggian air masih di atas 100 senti meter, warga yang telah terbiasa dengan keadaan ini, tidak mengungsi. "Kawasan yang terendam berada sekitar 15 meter dari bantaran kali," katanya.
Rasyid warga RT 03 mengatakan, warga sudah terbiasa menghadapi banjir. Tapi meski begitu, Ia berharap kepada gubernur yang baru terpilih, yaitu Joko Widodo, bisa mengatasi banjir yang telah menjadi siklus tahunan di wilayahnya.
"Semoga Pak Jokowi bisa menghilangkan banjir di sini, tiap tahun memang selalu begini," katanya. (umi)
Langganan:
Postingan (Atom)
