TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Bagaimana caranya agar kakak beradik yang sama-sama masih di bawah umur bisa kompak dan saling menyayangi?
Bagaimana mencegah keduanya dari bertengkar, rebutan mainan dan bersaing untuk mendapat perhatian lebih papa dan mamanya?
Ingat! Rasa kasih sayang dan tanggung jawab seorang kakak tak tumbuh
dengan sendirinya, tapi harus diajarkan dan dilatih. Orang tua pun
jangan menuntut tanggung jawab kakak secara berlebihan. Ingat, si kecil
masih usia balita.
"Saya benar-benar pusing dengan ulah Aldi. Selalu saja kalau saya
mengurus adik bayinya, ia ribut dengan adiknya yang nomor dua. Entah
rebutan mainan atau remote kontrol," keluh Bu Tina, seorang ibu
rumahtangga, tentang perilaku anak pertamanya.
Tak hanya itu, Bu Tina juga mengeluh betapa si sulung tak pernah mau
mengajak adiknya bermain. "Kalau adiknya mau ikut main, malah habis
dicubiti. Sebagai anak sulung, seharusnya, kan, dia melindungi adiknya,
mengajaknya bermain, dan menyayanginya. Bagaimana, ya, mengajarkan
tanggung jawab pada Aldi?"
Kebanyakan orang tua memang akan bersikap seperti Bu Tina terhadap
anak yang lebih tua alias kakak. Apalagi jika si kakak adalah anak
sulung, orang tua cenderung akan lebih menuntut dan mengharapkan banyak
darinya. "Hal ini disebabkan pengaruh kultural, warisan dari nenek
moyang kita," kata dra. Retno Pudjiati Azhar. Kultur ini terjadi karena
orang tua zaman dulu umumnya punya anak banyak.
"Kala si ibu kerepotan mengurus si bungsu, maka si sulung dilatih
untuk mengasuh adiknya, mengajak adiknya main, mengayomi adik.
Selanjutnya, anak nomor dua pun kalau ia sudah agak besar juga harus
mengasuh adiknya lagi. Begitu seterusnya."
Itulah mengapa, sampai sekarang pun "aturan main" tersebut masih saja
berlaku. Kecenderungan orang tua memperlakukan anak pertama berbeda
dengan anak-anak yang lahir berikutnya, juga ditegaskan oleh Mussen dkk.
dalam bukunya yang sudah dialih bahasa, Perkembangan dan Kepribadian
Anak.
"Secara umum, orang tua lebih terlibat dengan anak pertama, lebih
menaruh perhatian, memberi dorongan, dan berbicara lebih banyak. Mereka
juga cenderung lebih menuntut, mengharapkan banyak dari anak sulung."
Terlebih lagi bila si sulung berjenis kelamin perempuan, "pada
pertengahan masa kanak-kanak, anak perempuan cenderung membantu mengurus
adik-adiknya."
Libatkan Sang Kakak
Yang perlu diperhatikan, jangan sampai orang tua terlalu menuntut
tanggung jawab besar dari sang kakak karena tanggung jawab harus
disesuikan dengan usianya. "Pada anak usia balita dengan anak SD tentu
tanggung jawabnya akan berbeda. Jika beban itu terlalu berat baginya,
bisa mengganggu perkembangan kepribadiannya. Anak akan merasakannya
sebagai tekanan dan bahkan bisa jadi benci pada tugas yang diberikan
kepadanya," terang Retno.
Apalagi di usia balita, si kakak pun masih membutuhkan bantuan orang
tua. Jadi, sekalipun ia diminta untuk menjaga sang adik, misalnya
mengajak adik main di luar rumah, tetap harus ada supervisi dari orang
dewasa. Begitu juga bila meminta kakak menjaga adik di dalam rumah atau
di mobil, "jangan pernah ditinggal sendirian walaupun hanya sekejap.
Karena dalam sekejap mata, kita tak tahu akan ada kejadian apa. Bukankah
banyak hal yang bisa jadi bahaya dalam sekejap, entah masalah listrik,
korek api, gas di mobil, dan sebagainya," lanjut Retno.
Selain itu, harus disadari bahwa rasa tanggung jawab dan kasih sayang
seorang kakak pada adiknya tak bisa tumbuh dengan sendirinya. "Anak
harus diajarkan dan dilatih sejak kecil," ujar Retno. Kalau tidak, maka
ia tak akan pernah dekat dengan sang adik.
"Bahkan tak jarang, si kakak merasa adiknya sebagai saingan dalam
memperebutkan kasih sayang orang tua," lanjut dosen di jurusan Psikologi
Perkembangan Fakultas Psikologi UI ini. Nah, agar si kakak memiliki
rasa kasih sayang dan tanggung jawab pada adik, Retno menganjurkan orang
tua untuk melibatkan si kakak dalam pengurusan sang adik. Misalnya,
meminta bantuan kakak mengambilkan popok untuk adik bayinya yang pipis,
memegangi kaki adik kala ibu memakaikan popok, dan sebagainya.
Bila si adik sudah lebih besar, ibu bisa menyuruhnya membeli sesuatu
di warung dekat rumah, misalnya, dengan menyertakan sang adik, "Ajak
adik, ya, Kak. Adiknya digandeng." Berawal dari situ, selanjutnya
pelan-pelan ibu bisa meminta si kakak mengajak adiknya kala bermain
bersama teman-temannya.
Sebaiknya ibu juga berbicara kepada kakak tentang adiknya secara
pribadi, memintanya untuk ikut serta dalam diskusi dan pengambilan
keputusan tentang perawatan atau reaksi adiknya. Kala adik menangis,
misalnya, ibu bisa menanyakan kepada si kakak, "Menurutmu mengapa adik
menangis? Apa yang diinginkannya?"
Menurut Mussen dkk., anak-anak dari ibu yang bersikap demikian akan
melakukan pendekatan lebih positif satu sama lain. Penelitian pun telah
membuktikan, anak yang menunjukkan minat bersahabat terhadap adiknya
yang masih bayi selama 3 minggu pertama akan menunjukkan perilaku sosial
lebih positif terhadap saudaranya itu pada usia 14 bulan.
Jadi, Bu, jangan malah si kakak diusir kala ia mendekat ketika Ibu
sedang repot mengurus adiknya, "Sana, main di luar! Bunda lagi ngurusin
adik, kamu malah ribut melulu." Bila demikian, si kakak akhirnya akan
merasa, "Oh, aku ini gangguin adik." Ia pun akan merasa sebagai
destroyer.
Bikin Aturan
Selain melibatkan kakak dalam mengurus adik, orang tua juga bisa
melakukannya lewat dongeng sebelum tidur. "Pilih cerita yang mengajarkan
nilai-nilai tanggung jawab seorang kakak. Jika tak ada buku cerita yang
menggambarkan hal demikian, bisa bikin dongeng kreasi sendiri. Entah
tentang dua anak ayam kakak beradik yang tiap hari bertengkar terus, tak
saling sayang, akhirnya dampaknya jadi apa," tutur Retno.
Tentunya, cerita/dongeng tersebut akan lebih merasuk ke benak anak
bila diceritakan dengan intonasi yang mengena. Yang tak kalah penting,
orang tua harus menjadi contoh bagi anak. Bukankah anak selalu belajar
dari orang tua? Bila orang tua tak punya waktu untuk duduk sama-sama
dengan anak atau main bersama, tentu anak pun akan meniru. "Ia tak akan
tergerak mengajak orang lain, juga adiknya untuk main bersama dirinya,"
ujar Retno.
Tapi bila orang tua selalu menyempatkan diri untuk main bersama
anak-anak, mengajarkan berbagi antara kakak-adik, maka anak-anak pun
lama-lama akan terbiasa dengan hal demikian. Bahwa kemudian terjadi juga
pertengkaran antara kakak-adik tentulah bisa dipahami.
Soalnya, anak usia prasekolah egonya masih tinggi, walaupun ada juga
yang sudah mereda egoisnya dan mulai bisa sharing. Jadi, ujar Retno, tak
usah heran bila menjumpai si kakak tak mau berbagi mainan dengan
adiknya atau mengajaknya main bersama. "Yang penting orang tua terus
mengajarkan kasih sayang, berbagi, dan tanggung jawab pada anak-anak."
Disamping, tentunya orang tua juga perlu menerapkan aturan terhadap
kakak dan adik. Misalnya, kakak tak mau berbagi mainan dengan adik.
"Pertama kali kita harus lihat, mainan itu milik siapa.
Juga, mainan itu sedang dimainkan oleh pemiliknya atau tidak. Bila si
kakak sedang memainkan mainan itu dan adiknya ingin main pula, maka si
adik harus menunggu sebentar sampai kakaknya selesai main," tutur Retno.
Bisa juga dengan meminta izin dari si kakak, "Kak, boleh enggak Adik
pinjam mainannya?"
Bila ia menjawab, "Mainan ini, kan, punyaku," tanyakan lagi, "Sampai
berapa lama Kakak akan main? Sesudah itu, bolehkah Adik pinjam? Nah, ini
lihat jam, Kakak main sampai jarum panjang jam terletak di angka ini,
ya? Habis itu Adik boleh pinjam."
Konsekuen
Jadi, tandas Retno, orang tualah yang harus membuat aturan. Jangan
sampai orang tua malah langsung memarahi si kakak, "Kamu, kan, kakaknya.
Harus mengalah, dong!" Bila demikian, si kakak akan merasakan
ketidakadilan dari orang tua. Bukankah si kakak juga punya hak pribadi
yang sama seperti si adik?
"Kita saja kalau sedang asyik baca koran atau buku, lalu tiba-tiba
ada yang merebut, kan, jadi marah. Nah, demikian juga anak-anak." Aturan
ini juga bisa dibuat menyangkut masalah disiplin dan tanggung jawab
pribadi. Misalnya, usai bermain harus membereskan mainannya, sebelum
tidur gosok gigi, atau menaruh sandal dan sepatu di tempatnya jika masuk
ke rumah, dan sebagainya. Namun aturan sebaiknya tak panjang-panjang
mengingat usianya masih balita.
"Tentu saja, bila sudah membuat aturan harus dijalani dengan
konsekuen. Jangan malah orang tua sendiri yang melanggar aturannya,"
lanjut Retno. Misalnya, aturan boleh menonton TV setelah mandi. Bila si
anak tak mandi, ya, jangan nyalakan TV. Jangan sampai, anak belum mandi
tapi karena orang tua ingin nonton telenovela, maka dinyalakan juga
TV-nya. Tapi bila si anak sendiri yang melanggar aturan, menurut Retno,
orang tua bisa menerapkan konsekuensi. Misalnya, adik boleh pinjam
mainan kakak tapi setelah selesai main harus dibereskan. Nah, kalau ia
tak mau membereskannya, katakan, "Nanti Adik tak boleh main mainan Kakak
lagi, lo."
Dengan demikian tanggung jawab pun tak melulu milik kakak, tapi sang
adik pun tetap harus bertanggung jawab pula atas segala perbuatannya.
Jadi, konsekuensinya dalam bentuk mengingatkan, bukan hukuman. "Meskipun
hanya diingatkan, anak juga akan tergerak memperbaikinya, kok," ujar
Retno.
Hanya memang, lanjutnya, kebanyakan orang tua cenderung kurang sabar.
"Dikiranya kalau anak sudah sekali diberi tahu akan langsung mengerti.
Anak, kan, tak bisa seperti itu. Ia harus terus diingatkan."
Selanjutnya, bila anak sudah melakukan seperti apa yang kita inginkan,
berilah rewards semisal pujian, "Wah, anak Mama memang hebat, deh!"
Sudah paham, kan, Bu-Pak!
Berantem itu Ada Bagusnya, Kok!
Orang tua biasanya tak senang bila kakak-adik bertengkar. Memang tak
baik juga dampaknya bila pertengkaran lebih sering terjadi. Tapi kalau
hanya sekali-kali malah bagus, lo. "Mereka bisa solve their problem
menurut aturan mereka sendiri," ujar Retno. Karena itulah, Retno minta
orang tua sebaiknya jangan terlalu reaktif dan langsung intervensi kala
si kakak dan adiknya bertengkar.
"Lihat dulu apa permasalahannya, apakah mereka bisa menyelesaikannya
sendiri atau tidak." Tak jarang, salah satu akan mengadu lebih dulu
kepada ayah atau ibunya. Nah, manfaatkan kesempatan ini untuk menanyai
mereka, "Kenapa bisa begitu?" Lantas carilah jalan keluarnya.
"Namun dalam menanyai, sebaiknya harus dua-duanya. Bila mereka
teriak-teriak menangis, raih si victim (korban, red) dalam pelukan dan
ajak yang satunya duduk di sebelah orang tua sambil ditanyai satu per
satu." Dengan begitu, anak pun akan belajar bagaimana cara mencari jalan
keluar bila tengah menghadapi masalah. (Indah Mulatsih /nakita)
Blog ini berisi Aktivitas Studio Musik Chicak beserta rekan-rekan yang ada di lingkungan Chicak Musik studio maupun lingkungan lainnya, selain dari pada itu blog ini juga memuat artikel/berita dari media elektronik yang ada guna lebih mengefektifkan informasi yang ada dalam artikel/berita tersebut. Studio Musik Chicak beralamatkan di Jln H. Enang No. 28 Cisalak Pasar ( Studio Musik Chicak) Telpon /Fax 021 8732662 atau 02187754047
Rabu, 13 Maret 2013
Minggu, 17 Februari 2013
Mukomuko akan gelar pesta danau skala nasional
Mukomuko (ANTARA
News) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berencana
menggelar pesta danau berskala nasional di objek wisata Danau Nibung
pada 2013.
"Tahun ini kita ada kegiatan pesta danau dan pesta itu digelar di Danau Nibung dan rencananya mengundang kabupaten dan provinsi tetangga," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mukomuko Jaskani di Mukomuko akhir pekan ini.
Ia mengatakan, jika kegiatan tersebut jadi diselenggarakan maka kegiatan besar itu pertama atau perdana di daerah itu.
"Baru pertama acara besar seperti ini digelar apalagi sampai mengundang tamu dari luar daerah ini," katanya.
Ia berharap, acara pesta danau itu dapat terlaksana dengan lancar sejak dari awal hingga selesai.
Sebelum pelaksanaan pesta danau tersebut, kata dia, pihaknya juga tahun ini ada kegiatan pembangunan beberapa fasilitas di lokasi itu seperti pondok tempat duduk dan bersantai.
Ia menjelaskan, pesta danau itu selain dapat mempromosikan objek wisata Danau Nibung juga objek wisata lain seperti objek wisata pantai batu badoro, pantai pandan wangi, dan danau lebar.
Ia menambahkan masih banyak lagi objek wisata di daerah itu yang akan dipromosikan saat berlangsungnya pesta danau.
Ia menjelaskan, masih banyak kekurangan fasilitas di sejumlah objek wisata di daerah itu, namun bertahap setiap tahun akan dibangun dan ditata menjadi lebih baik agar diminati oleh wisatawan.
Terkait dengan pengelolaan objek wisata yang diambilalih oleh pihak ketiga atau pribadi, menurut dia, tidak menjadi masalaha, tinggal lagi kerja sama dengan pemerintah setempat.
"Tahun ini kita ada kegiatan pesta danau dan pesta itu digelar di Danau Nibung dan rencananya mengundang kabupaten dan provinsi tetangga," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mukomuko Jaskani di Mukomuko akhir pekan ini.
Ia mengatakan, jika kegiatan tersebut jadi diselenggarakan maka kegiatan besar itu pertama atau perdana di daerah itu.
"Baru pertama acara besar seperti ini digelar apalagi sampai mengundang tamu dari luar daerah ini," katanya.
Ia berharap, acara pesta danau itu dapat terlaksana dengan lancar sejak dari awal hingga selesai.
Sebelum pelaksanaan pesta danau tersebut, kata dia, pihaknya juga tahun ini ada kegiatan pembangunan beberapa fasilitas di lokasi itu seperti pondok tempat duduk dan bersantai.
Ia menjelaskan, pesta danau itu selain dapat mempromosikan objek wisata Danau Nibung juga objek wisata lain seperti objek wisata pantai batu badoro, pantai pandan wangi, dan danau lebar.
Ia menambahkan masih banyak lagi objek wisata di daerah itu yang akan dipromosikan saat berlangsungnya pesta danau.
Ia menjelaskan, masih banyak kekurangan fasilitas di sejumlah objek wisata di daerah itu, namun bertahap setiap tahun akan dibangun dan ditata menjadi lebih baik agar diminati oleh wisatawan.
Terkait dengan pengelolaan objek wisata yang diambilalih oleh pihak ketiga atau pribadi, menurut dia, tidak menjadi masalaha, tinggal lagi kerja sama dengan pemerintah setempat.
Rabu, 30 Januari 2013
22 Mahasiswa Unpad Menjadi Delegasi di Ajang Harvard National Model UN
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Sebanyak 22 mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) akan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) ke-59. HNMUN akan digelar pada tanggal 14-17 Februari 2012 mendatang di Boston, Amerika Serikat.
"HNMUN adalah simulasi sidang PBB tertua, terbesar, dan paling prestisius di dunia. Lebih dari 3000 peserta dari seluruh dunia mengikuti ajang ini setiap tahunnya. Tahun ini adalah kali kedelapan Unpad mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi di HNMUN," ujar salah satu delegasi Fadhlya Chandra Kirana dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (29/1/2013).
Fadhlya mengatakan para delegasi yang dibimbing oleh 2 orang Faculty Advisor akan dibagi ke dalam komite yang berada dibawah General Assembly PBB, seperti DISEC (Disarmament and International Security), SOCHUM (Social, Humanitarian, and Cultural Committee), Historical General Assembly 1958, hingga Non-Governmental Organizations, seperti WHO dan UNICEF. Dalam simulasi ini, delegasi tidak mewakili negara dari mana dia berasal, namun akan mewakili negara lain.
"Tahun ini, Unpad diberi kepercayaan untuk mewakili Argentina dan Liechtenstein. Para delegasi akan membahas permasalahan tingkat global yang dihadapi saat ini dari berbagai bidang, antara lain bidang perdamaian internasional dan keamanan, ekonomi, kemajuan sosial, HAM, lingkungan, serta permasalahan internasional lainnya yang pada akhirnya akan menghasilkan solusi dari permasalahan tersebut yang akan direkomendasikan di konferensi PBB sebenarnya," paparnya.
Selama konferensi, peserta dituntut untuk menggunakan berbagai skills seperti komunikasi dan keterampilan berpikir kritis dalam mewakili negara mereka. Keterampilan ini meliputi public speaking, analytical thinking, team-work, diplomasi, negosiasi, dan melobi karena pada akhirnya, delegasi dengan keterampilan diplomatik terbaik akan diberikan penghargaan.
"HNMUN bukan hanya menjadi batu loncatan sarana melatih kemampuan diplomatis dan Bahasa Inggris, tetapi juga ajang persahabatan dan tukar kebudayaan antarnegara. Dalam HNMUN, delegasi juga diberikan kesempatan untuk merepresentasikan negara aslinya dengan menggunakan pakaian khas Indonesia yaitu Batik dan Kebaya. Dengan mengikuti ajang ini, delegasi membuktikan bahwa Indonesia juga memiliki kemampuan untuk bersaing secara global dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan internasional," tutupnya.
22 delegasi UNPAD untuk HNMUN 2013 adalah:
1. Fattah Gyasi Tamtanus
2. Talitha Wibisono
3. Annisa Sri Bakara
4. Fadhlya Chandra Kirana
5. Tika Karamita
6. Adri Chairulfatah
7. Astary Adyahardiyanti
8. Erlitan Jane Permatasari
9. Hafizah
10. Zahra Noor Arifin P
11. Aldy Primanda
12. Annisa Fauzia
13. Dyah Ayu Ariyanti
14. Femilia Heidyanti
15. Jeremia Lumbantobing
16. Matheace Ramaputra
17. Mawaddi Lubby
18. Steffi Susyanti F. H.
19. Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
20. Ziggy Zeirckaellaeisezabrizkie
21. Satria Parama-artha
22. Alfian Nur Ahmad
Jakarta - Sebanyak 22 mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) akan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) ke-59. HNMUN akan digelar pada tanggal 14-17 Februari 2012 mendatang di Boston, Amerika Serikat.
"HNMUN adalah simulasi sidang PBB tertua, terbesar, dan paling prestisius di dunia. Lebih dari 3000 peserta dari seluruh dunia mengikuti ajang ini setiap tahunnya. Tahun ini adalah kali kedelapan Unpad mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi di HNMUN," ujar salah satu delegasi Fadhlya Chandra Kirana dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (29/1/2013).
Fadhlya mengatakan para delegasi yang dibimbing oleh 2 orang Faculty Advisor akan dibagi ke dalam komite yang berada dibawah General Assembly PBB, seperti DISEC (Disarmament and International Security), SOCHUM (Social, Humanitarian, and Cultural Committee), Historical General Assembly 1958, hingga Non-Governmental Organizations, seperti WHO dan UNICEF. Dalam simulasi ini, delegasi tidak mewakili negara dari mana dia berasal, namun akan mewakili negara lain.
"Tahun ini, Unpad diberi kepercayaan untuk mewakili Argentina dan Liechtenstein. Para delegasi akan membahas permasalahan tingkat global yang dihadapi saat ini dari berbagai bidang, antara lain bidang perdamaian internasional dan keamanan, ekonomi, kemajuan sosial, HAM, lingkungan, serta permasalahan internasional lainnya yang pada akhirnya akan menghasilkan solusi dari permasalahan tersebut yang akan direkomendasikan di konferensi PBB sebenarnya," paparnya.
Selama konferensi, peserta dituntut untuk menggunakan berbagai skills seperti komunikasi dan keterampilan berpikir kritis dalam mewakili negara mereka. Keterampilan ini meliputi public speaking, analytical thinking, team-work, diplomasi, negosiasi, dan melobi karena pada akhirnya, delegasi dengan keterampilan diplomatik terbaik akan diberikan penghargaan.
"HNMUN bukan hanya menjadi batu loncatan sarana melatih kemampuan diplomatis dan Bahasa Inggris, tetapi juga ajang persahabatan dan tukar kebudayaan antarnegara. Dalam HNMUN, delegasi juga diberikan kesempatan untuk merepresentasikan negara aslinya dengan menggunakan pakaian khas Indonesia yaitu Batik dan Kebaya. Dengan mengikuti ajang ini, delegasi membuktikan bahwa Indonesia juga memiliki kemampuan untuk bersaing secara global dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan internasional," tutupnya.
22 delegasi UNPAD untuk HNMUN 2013 adalah:
1. Fattah Gyasi Tamtanus
2. Talitha Wibisono
3. Annisa Sri Bakara
4. Fadhlya Chandra Kirana
5. Tika Karamita
6. Adri Chairulfatah
7. Astary Adyahardiyanti
8. Erlitan Jane Permatasari
9. Hafizah
10. Zahra Noor Arifin P
11. Aldy Primanda
12. Annisa Fauzia
13. Dyah Ayu Ariyanti
14. Femilia Heidyanti
15. Jeremia Lumbantobing
16. Matheace Ramaputra
17. Mawaddi Lubby
18. Steffi Susyanti F. H.
19. Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
20. Ziggy Zeirckaellaeisezabrizkie
21. Satria Parama-artha
22. Alfian Nur Ahmad
Senin, 21 Januari 2013
Pianis Cilik, Evelyn Harumkan Bangsa di New York
INILAH.COM, Jakarta - Joseline Novia Alim, pianis cilik asal Surabaya, mengharumkan bangsa di ajang The American Protege Internasional Competition of Romantic Music 2012, di New York.
Tepatnya akhir bulan lalu, penampilan gadis cilik yang akrab disapa Evelyn itu berhasil mengalahkan ribuan pesaingnya di Carnegie Hall USA, Amerika Serikat. Di ajang tersebut Evelyn mengantongi juara ketiga.
"Ini satu kebanggaan tersendiri bagi saya. Karena, saya sendiri nggak nyangka bisa bermain di sana apalagi menjadi juara," ungkapnya bahagia usai tampil di di Hall Jaya Suprana Art and Performing School, di Kelapa Gading, Jakarta, baru-baru ini.
Kepiawaian putri pasangan Eko Waluyo Alim dan Wety Yowono itu dalam bermain piano bukan kali ini saja. Ia juga pernah tampil bersama musisi Tanah Air di ajang Tribute To Gesang and AT Mahmud.
Penampilan Evelyn di ajang internasional itu turut didukung kakaknya, Josephine, yang juga piawai memainkan biola. Alhasil, lagu karya Edvard Grieg berhasil memukau para juri dari musisi internasional.
"Nggak hanya piano tetapi ada kombinasi alat musik lainnya, waktu itu aku main dengan Josephine," terangnya.
Penghargaan Internasional itu tak lantas membuat gadis kelahiran Surabaya, 26 November 1998 itu cepat puas. Evelyn mengaku akan terus mengasah kemampuan untuk bisa tampil secara maksimal. [irv]
Tepatnya akhir bulan lalu, penampilan gadis cilik yang akrab disapa Evelyn itu berhasil mengalahkan ribuan pesaingnya di Carnegie Hall USA, Amerika Serikat. Di ajang tersebut Evelyn mengantongi juara ketiga.
"Ini satu kebanggaan tersendiri bagi saya. Karena, saya sendiri nggak nyangka bisa bermain di sana apalagi menjadi juara," ungkapnya bahagia usai tampil di di Hall Jaya Suprana Art and Performing School, di Kelapa Gading, Jakarta, baru-baru ini.
Kepiawaian putri pasangan Eko Waluyo Alim dan Wety Yowono itu dalam bermain piano bukan kali ini saja. Ia juga pernah tampil bersama musisi Tanah Air di ajang Tribute To Gesang and AT Mahmud.
Penampilan Evelyn di ajang internasional itu turut didukung kakaknya, Josephine, yang juga piawai memainkan biola. Alhasil, lagu karya Edvard Grieg berhasil memukau para juri dari musisi internasional.
"Nggak hanya piano tetapi ada kombinasi alat musik lainnya, waktu itu aku main dengan Josephine," terangnya.
Penghargaan Internasional itu tak lantas membuat gadis kelahiran Surabaya, 26 November 1998 itu cepat puas. Evelyn mengaku akan terus mengasah kemampuan untuk bisa tampil secara maksimal. [irv]
Kamis, 17 Januari 2013
10 Gejala Infeksi Virus HIV yang Sering Diabaikan
DuniaFitnes.com
Hingga saat ini Human Immunodeficiency Virus atau yang kita kenal dengan HIV masih menjadi penyakit mematikan dan belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Secara umum sulit sekali membedakan gejala infeksi virus HIV dengan penyakit lain. Bahkan pada beberapa kasus, keterlambatan diagnosa penyakit HIV bisa berujung pada kematian.
Virus HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti sperma, cairan vagina, atau transfusi darah. Virus ini hanya memerlukan waktu maksimal dua bulan sebelum masuk ke dalam tubuh dan menggerogoti sistem pertahanan tubuh kita.
Antara 40-90 persen orang yang terpapar virus HIV pada awalnya akan mengalami gejala seperti flu yang dikenal dengan Acute Retroviral Syndrome disingkat ARS. Namun terkadang gejala HIV tidak dapat terdeteksi bahkan hingga beberapa tahun ke depan pasca terinfeksi virus HIV.
“Karena HIV tidak dapat terdeteksi sejak dini dan apakah tubuh kita terpapar HIV atau tidak maka sangat direkomendasikan untuk melakukan tes laboratorium untuk mengetahuinya. Terutama bagi Anda yang gemar berhubungan seks dengan orang-orang yang berbeda,” ungkap Michael Horberg, MD, Direktur HIV/AIDS for Kaiser Permanente, di Oakland.
Berikut 10 gejala umum virus HIV yang patut Anda waspadai
Hingga saat ini Human Immunodeficiency Virus atau yang kita kenal dengan HIV masih menjadi penyakit mematikan dan belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Secara umum sulit sekali membedakan gejala infeksi virus HIV dengan penyakit lain. Bahkan pada beberapa kasus, keterlambatan diagnosa penyakit HIV bisa berujung pada kematian.
Virus HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti sperma, cairan vagina, atau transfusi darah. Virus ini hanya memerlukan waktu maksimal dua bulan sebelum masuk ke dalam tubuh dan menggerogoti sistem pertahanan tubuh kita.
Antara 40-90 persen orang yang terpapar virus HIV pada awalnya akan mengalami gejala seperti flu yang dikenal dengan Acute Retroviral Syndrome disingkat ARS. Namun terkadang gejala HIV tidak dapat terdeteksi bahkan hingga beberapa tahun ke depan pasca terinfeksi virus HIV.
“Karena HIV tidak dapat terdeteksi sejak dini dan apakah tubuh kita terpapar HIV atau tidak maka sangat direkomendasikan untuk melakukan tes laboratorium untuk mengetahuinya. Terutama bagi Anda yang gemar berhubungan seks dengan orang-orang yang berbeda,” ungkap Michael Horberg, MD, Direktur HIV/AIDS for Kaiser Permanente, di Oakland.
Berikut 10 gejala umum virus HIV yang patut Anda waspadai
-
Demam
Demam ringan adalah gejala awal yang paling umum terjadi saat seseorang terpapar virus HIV. Demam ringan ini seringkali disertai dengan sakit tenggorokan, kelelahan yang ekstrim, dan pembekakan kelenjar getah bening.
Demam adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh sebagai akibat dari masuknya virus HIV ke aliran darah dengan jumlah yang berlipat ganda. -
Nyeri Otot
Nyeri otot dan persendian tak hanya dialami oleh orang-orang yang mengalami gejala penyakit hepatitis dan sifilis, tapi juga dirasakan seseorang yang telah terpapar virus HIV. Gejala ini seringkali diabaikan hingga paparan virus HIV benar-benar masuk ke tingkat yang mengkhawatirkan. -
Ruam Kulit
Ruam bisa berupa bercak-bercak kemerahan pada kulit atau benjolan menyerupai jerawat dalam jumlah banyak yang tak sembuh-sembuh. Gejala ini akan muncul jika paparan virus HIV telah mencapai pada tingkat yang lebih parah. -
Mual, Muntah, dan Diare
Antara 30- 60 persen pengidap HIV akan mengalami gejala singkat mual, muntah, dan serangan diare. Selain sebagai gejala HIV tahap lanjut, gejala-gejala di atas juga bisa muncul sebagai efek samping dari terapi pengobatan. -
Berat Badan Turun Drastis
Berat badan turun drastis merupakan gejala tahap lanjut bahwa tubuh telah terinfeksi HIV. Berat badan turun drastis bisa terjadi akibat diare atau kurangnya nutrisi tubuh akibat sering memuntahkan makanan. -
Batuk Kering
Biasanya batuk kering akan terjadi setelah satu tahun terjangkit virus HIV, sekaligus menjadi tanda bahwa penyakit ini semakin memburuk. Penggunaan obat batuk sekali pun tidak dapat meredakan batuk akibat paparan virus HIV. -
Perubahan pada Kuku
Tanda lain dari infeksi HIV adalah perubahan pada kuku seperti penebalan, kuku melengkung, dan perubahan warna seperti kuku menghitam atau muncul garis coklat vertikal atau horisontal dipermukaan kuku.
“Perubahan kuku ini dapat terjadi akibat infeksi jamur seperti kandida. Mengingat penderita HIV mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, maka jamur tersebut bisa sangat mudah berkembang,” kata Horberg. -
Infeksi Jamur pada Mulut
Infeksi jamur tak hanya menyerang permukaan kuku, tapi juga organ lain seperti mulut. Jika jamur sudah menginfeksi mulut, maka pengidap HIV akan sulit untuk mengunyah dan menelan makanan. -
Kebingungan dan Sulit Konsentrasi
Masalah kognitif bisa menjadi tanda demensia terkait HIV. Selain mengalami kebingungan dan sulit berkonsentrasi, demensia terkait HIV juga dapat mempengaruhi memori dan masalah perilkau seperti mudah marah dan tersinggung. Gejala ini diiringi dengan menurunnya keampuan motoris tubuh seperti menjadi ceroboh, menurunnya kordinasi tubuh, dan bahkan hilangnya kemampuan untuk menulis. -
Herpes Genital
Herpes genital yang terjadi pada penderita HIV umumnya tidak memiliki gejala yang khas. Namun luka yang muncul cenderung lebih besar dan lebih dalam. Penyakit ini lebih banyak menular melalui hubungan kontak kulit dengan penderita, terutama saat berhubungan seks. Umumnya gejalanya adalah timbul bintil-bintil di bagian luar alat kelamin yang bentuknya memerah dan membengkak.
(dan)
Selasa, 18 Desember 2012
Nonton Film Kisahnya, Habibie Diapit SBY-Boediono
INILAH.COM, Jakarta - Presiden ketiga BJ Habibie menonton film
tentang kisah cintanya dengan mendiang istrinya Hasri Ainun Habibie,
yang diberi judul Habibie & Ainun, di XXI Epicentrum, Taman Rasuna,
Kuningan, Jakarta, Senin (17/12/2012) sore.
Habibie menonton film ini didampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono beserta istri Herawati Boediono dan mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno beserta istri.
Habibie mengenakan batik lengan panjang cokelat dan peci hitam. SBY mengenakan batik lengan panjang hijau, duduk di sebelah kiri Habibie. Boediono duduk di sebelah kanan, mengenakan batik lengan panjang cokelat. [rok]
Habibie menonton film ini didampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono beserta istri Herawati Boediono dan mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno beserta istri.
Habibie mengenakan batik lengan panjang cokelat dan peci hitam. SBY mengenakan batik lengan panjang hijau, duduk di sebelah kiri Habibie. Boediono duduk di sebelah kanan, mengenakan batik lengan panjang cokelat. [rok]
Langganan:
Postingan (Atom)
