Selly dan Malinda menjadi "selebriti" baru di dunia maya.
VIVAnews - Santun, royal, pandai bergaul, menyenangkan dan cantik. Sosok itu yang mengemuka dari Rasellya Rahman Taher alias Selly Yustiawati. Mahfum, jika banyak orang percaya, hingga mempercayakan uangnya digunakan untuk bisnis voucher pulsa elektronik, yang belakangan ternyata fiktif.
Karena sepak terjangnya itu, Selly pun menjadi pesohor di dunia maya. Di sejumlah laman komunitas seperti situs forum, Facebook dan Twitter ramai menggunjingkan Selly. Foto seksinya pun bertebaran jika kita menggunakan mesin pencari di internet.
Kabar beredar, korban Selly tak sedikit. Karena janda anak satu ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2006. Tahun itu, sejumlah mahasiswi Universitas Moestopo melaporkan Selly karena penipuan ke Polda Metro Jaya.
Selly menjanjikan para mahasiswi itu menjadi sales promotion girl (SPG), asalkan mereka menyetor Rp200 ribu per orang. Sekitar 30 mahasiswi terbujuk, Selly pun melarikan Rp6 juta.
Penipuan berlanjut pada tahun 2008. Ketika itu, dia menjadi staf HRD Hotel Gran Mahakam. Modusnya kali ini adalah menawarkan pulsa murah.
Aksi Selly kembali dilakukan di Kompas Gramedia tahun 2009. Modus penipuannya tak berubah. Menawarkan pulsa murah dan meminjam uang untuk kebutuhannya. Total uang yang dikumpulkan dari karyawan Kompas Rp30 juta. Atas tuduhan ini Selly mengatakan "Teman-teman di Kompas ada enam orang yang saya pinjam uangnya, itu pun sudah diselesaikan."
Meski banyak kasus penipuan yang dituduhkan ke Selly, namun anehnya, Polda Metro Jaya belum mendapatkan laporan dari masyarakat. Bahkan, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman meminta kepada masyarakat yang menjadi korban Selly Yustiawati segera melapor. "Warga diharapkan melapor untuk dikoordinasikan ke Polda Jabar," ujar Sutarman.
Di saat ramai diberitakan sepak terjang Selly hingga dia tertangkap di Bali, 27 Maret 2011, cerita seorang wanita cantik ditangkap datang dari Mabes Polri. Adalah seorang manajer Citibank bernama Malinda Dee (MD) yang ditangkap karena membobol duit nasabah. Angkanya Rp17 miliar. Fantastis.
Sama seperti Selly, Malinda pun menjadi buah bibir di dunia maya. Fotonya tersebar juga di situs komunitas. Wartawan pun mencoba memastikan foto yang beredar itu kepada polisi. "Iya itu (fotonya)," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jakarta.
Malinda pun tersohor karena tajir. Dia memiliki mobil yang harganya miliaran rupiah, Hammer. Gambar mobil mahalnya ini pun juga menghias di internet. Tapi polisi sudah menyita mobilnya.
Kini, Malinda yang juga bersuami artis muda, Andhika Gumilang pun sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan. Kata Anton, Selain Malinda, polisi juga menahan D, seorang teller yang membantu MD menggelapkan dana nasabah Citibank. Keduanya kini ditahan.
Malinda yang berusia 47 tahun dan D dijerat dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.
• VIVAnews
Blog ini berisi Aktivitas Studio Musik Chicak beserta rekan-rekan yang ada di lingkungan Chicak Musik studio maupun lingkungan lainnya, selain dari pada itu blog ini juga memuat artikel/berita dari media elektronik yang ada guna lebih mengefektifkan informasi yang ada dalam artikel/berita tersebut. Studio Musik Chicak beralamatkan di Jln H. Enang No. 28 Cisalak Pasar ( Studio Musik Chicak) Telpon /Fax 021 8732662 atau 02187754047
Rabu, 30 Maret 2011
Radioaktif Jepang Bisa Sampai Indonesia?
Indonesia berada di sebelah selatan Jepang dan berjarak lebih dari 4.000 km.
VIVAnews - Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya radiasi nuklir Jepang. Pasalnya arah angin tidak berhembus ke arah Indonesia melainkan ke arah timur Jepang.
"Kecil kemungkinannya Indonesia terkena radiasi dari Jepang karena angin tidak mengarah kepada kita," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto, saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 29 Maret 2011 malam.
Indonesia yang berada di sebelah selatan Jepang dan berjarak lebih dari 4.000 km tidak akan terkena radiasi tersebut karena pada bulan ini angin berhembus ke arah timur. Sedangkan pada bulan April, angin akan berhembus dari Australia melalui Indonesia ke arah China.
Kukuh pun menegaskan bahwa posisi Indonesia yang membelakangi Jepang membuat Indonesia aman dari radiasi. Masyarakat dihimbau untuk tidak lagi khawatir dengan dampak radiasi nuklir Jepang yang menyebar ke beberapa negara.
Seperti yang telah diketahui terdapat tiga negara tetangga Jepang yang terkena radiasi yakni Filipina, China dan Korea Selatan. Hal ini dideteksi dari adanya partikel-partikel nuklir di udara.
• VIVAnews
VIVAnews - Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya radiasi nuklir Jepang. Pasalnya arah angin tidak berhembus ke arah Indonesia melainkan ke arah timur Jepang.
"Kecil kemungkinannya Indonesia terkena radiasi dari Jepang karena angin tidak mengarah kepada kita," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto, saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 29 Maret 2011 malam.
Indonesia yang berada di sebelah selatan Jepang dan berjarak lebih dari 4.000 km tidak akan terkena radiasi tersebut karena pada bulan ini angin berhembus ke arah timur. Sedangkan pada bulan April, angin akan berhembus dari Australia melalui Indonesia ke arah China.
Kukuh pun menegaskan bahwa posisi Indonesia yang membelakangi Jepang membuat Indonesia aman dari radiasi. Masyarakat dihimbau untuk tidak lagi khawatir dengan dampak radiasi nuklir Jepang yang menyebar ke beberapa negara.
Seperti yang telah diketahui terdapat tiga negara tetangga Jepang yang terkena radiasi yakni Filipina, China dan Korea Selatan. Hal ini dideteksi dari adanya partikel-partikel nuklir di udara.
• VIVAnews
Selasa, 29 Maret 2011
Polisi Kumpulkan Alat Bukti & Keterangan Saksi Kasus Selly

Jakarta - Polres Bogor tidak berlama-lama memproses kasus penipuan yang dilakukan oleh Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher (26) setelah memburu 1 tahun lebih. Penyidik tengah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi kasus yang menarik perhatian publik ini.
"Ini kasusnya kan sudah lama, jadi sekarang kita upayakan untuk mencari alat bukti dan saksi-saksi," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Indra Gunawan kepada detikcom, Selasa (29/3/2011).
Polres Bogor juga terus berupaya untuk mengumpulkan korban-korban Selly yang lain. Hingga kini, korban penipuan Selly yang tercatat di Polres Bogor baru satu yakni Soraya.
"Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa jadi korban SL (Selly) agar segera melapor kepada kami," harapnya.
Pada Rabu 10 Maret 2010 silam, Polresta Bogor menambah nama Selly ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selly diduga melakukan aksi penipuan dengan berbagai modus sejak 2006. Selly diduga meraup uang ratusan juta rupiah dari berbagai korbannya di Universitas Moestopo, Hotel Gran Mahakam dan Kompas Gramedia.
Sejumlah laporan telah masuk ke tangan sejumlah kantor polisi. Namun, Selly selalu lolos dari jeratan hukum. Kasus penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah korban berujung pada mediasi dengan win-win solution.
Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali pada Sabtu 26 Maret 2011. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta.
(mei/van)
Tiba di Bogor, Selly Langsung Diperiksa

"Maaf mas, saya tidak bisa memberikan komentar karena kecapaian dalam perjalanan."
VIVAnews - Sekitar pukul 21.15 WIB, Selly Yulistiawati sampai di Markas Komando (Mako) Polres Kota Bogor, Jawa Barat, yang terletak Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sang penipu cantik ini tidak memberikan perkataan satu patahpun kepada wartawan yang sudah menunggunya sejak sore.
Selly berpakain switer warna putih, kelihatan lemas karena, kelelahan setelah mengikuti perjalanan dari Bali menuju Bogor. Selly langsung dibawa ke Satuan Reskrim di ruangan Perlindungan dan Anak (PPA) Polres Kota Bogor dan diperiksa oleh petugas.
"Maaf mas, saya tidak bisa memberikan komentar karena kecapaian perjalanan dari Bali menuju Bogor," ungkapnya, kepada wartawan di Mapolres Kota Bogor, Senin 28 Maret 2011.
Sementara itu, Ramdhan Alamsyah, pengacara Selly, mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum kasus yang menimpa kliennya tersebut. "Selama ini, kita masih menganggap asa praduga tak bersalah," paparnya.
Dia menegaskan, pihaknya akan mendampingi dengan sebaik mungkin klienya sekaligus rekan sekolahnya tersebut. (Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor).
• VIVAnews
Senin, 28 Maret 2011
Selly Dibawa ke Polres Bogor dengan Pengawalan Ketat
Jakarta - Penipu berparas cantik, Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher (26) sudah tiba di Polres Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.30 WIB lalu. Selly kini masih dalam perjalanan menuju Polres Kota Bogor.
"Tadi tiba di bandara jam 17.30 sore. tapi karena macet, sampai sekarang belum sampai di Polres," kata Kepala Satuan Polres Kota Bogor AKP Indra Gunawan kepada detikcom, Senin (28/3/2011).
Selly diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai, Bali, dengan pesawat Citilink pukul 15.00 WIB. Dari Bali, dia dikawal oleh tiga anggota Polres Kota Bogor Iptu Andri, Ipda Nasrudin dan Ipda Edy Santosa.
Dengan pengawalan ketat, Selly digiring masuk ke dalam mobil di bandara menuju Bogor. "Tentu ketatlah, namanya juga bawa tersangka," katanya.
Selly ditetapkan sebagai buron polisi. Rabu, 10 Maret 2010 silam, Polresta Bogor menambah nama Selly ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selly diduga melakukan aksi penipuan dengan berbagai modus sejak 2006. Pada 2006, Selly diduga meraup uang ratusan juta rupiah dari berbagai korbannya di Universitas Moestopo, Hotel Gran Mahakam dan Kompas Gramedia.
Sejumlah laporan telah masuk ke Polres Jakarta Barat pada tahun 2006 silam itu. Namun, Selly selalu lolos dari jeratan hukum. Kasus penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah korban berujung pada mediasi dengan win-win solution.
Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali pada Sabtu 26 Maret 2011. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta. Hanya saja, karena kekasihnya tidak terkait langsung dengan kasus yang dilakukan oleh Selly, Bima akhirnya dilepas oleh polisi. Selly mengaku siap ditahan atas kesalahannya.
(mei/van)
"Tadi tiba di bandara jam 17.30 sore. tapi karena macet, sampai sekarang belum sampai di Polres," kata Kepala Satuan Polres Kota Bogor AKP Indra Gunawan kepada detikcom, Senin (28/3/2011).
Selly diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai, Bali, dengan pesawat Citilink pukul 15.00 WIB. Dari Bali, dia dikawal oleh tiga anggota Polres Kota Bogor Iptu Andri, Ipda Nasrudin dan Ipda Edy Santosa.
Dengan pengawalan ketat, Selly digiring masuk ke dalam mobil di bandara menuju Bogor. "Tentu ketatlah, namanya juga bawa tersangka," katanya.
Selly ditetapkan sebagai buron polisi. Rabu, 10 Maret 2010 silam, Polresta Bogor menambah nama Selly ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selly diduga melakukan aksi penipuan dengan berbagai modus sejak 2006. Pada 2006, Selly diduga meraup uang ratusan juta rupiah dari berbagai korbannya di Universitas Moestopo, Hotel Gran Mahakam dan Kompas Gramedia.
Sejumlah laporan telah masuk ke Polres Jakarta Barat pada tahun 2006 silam itu. Namun, Selly selalu lolos dari jeratan hukum. Kasus penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah korban berujung pada mediasi dengan win-win solution.
Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali pada Sabtu 26 Maret 2011. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta. Hanya saja, karena kekasihnya tidak terkait langsung dengan kasus yang dilakukan oleh Selly, Bima akhirnya dilepas oleh polisi. Selly mengaku siap ditahan atas kesalahannya.
(mei/van)
Kepolisian Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Lewat SMS
Jakarta (ANTARA News) - Pihak Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) meminta masyarakat mewaspadai upaya penipuan melalui pesan singkat telepon selular.
"Ya memang diakui penipuan melalui telepon selular cukup marak, masyarakat harus mewaspadai hal itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu.
Baharudin mengingatkan agar masyarakat tidak melayani pesan singkat dari oknum yang meminta kiriman pulsa maupun transfer uang ke rekening tertentu.
Selain melalui telepon selular, pelaku juga berupaya menipu korban melalui kiriman surat elektronik (email) maupun jejaring sosial , seperti facebook, friendster maupun twitter.
"Ini modus lama bahkan pelaku mengaku anggota kepolisian," ujar Baharudin.
Pelaku juga mengaku sebagai penjual barang yang menawarkan produk dagangan dengan modus meminta kiriman uang, namun barang pesanan tidak dikirim.
Perwira menengah kepolisian itu, menuturkan petugas kesulitan melacak nomor telepon selular yang mengirim upaya penipuan tersebut, karena pelaku menggunakan kartu telepon dengan cara sekali pakai dan berganti-ganti.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membuat informasi publik berisi pesan melalui jejaring sosial, agar masyarakat tidak terkena upaya penipuan melalui telepon selular maupun surat elektronik.(*)
(T.T014/B013)
"Ya memang diakui penipuan melalui telepon selular cukup marak, masyarakat harus mewaspadai hal itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu.
Baharudin mengingatkan agar masyarakat tidak melayani pesan singkat dari oknum yang meminta kiriman pulsa maupun transfer uang ke rekening tertentu.
Selain melalui telepon selular, pelaku juga berupaya menipu korban melalui kiriman surat elektronik (email) maupun jejaring sosial , seperti facebook, friendster maupun twitter.
"Ini modus lama bahkan pelaku mengaku anggota kepolisian," ujar Baharudin.
Pelaku juga mengaku sebagai penjual barang yang menawarkan produk dagangan dengan modus meminta kiriman uang, namun barang pesanan tidak dikirim.
Perwira menengah kepolisian itu, menuturkan petugas kesulitan melacak nomor telepon selular yang mengirim upaya penipuan tersebut, karena pelaku menggunakan kartu telepon dengan cara sekali pakai dan berganti-ganti.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membuat informasi publik berisi pesan melalui jejaring sosial, agar masyarakat tidak terkena upaya penipuan melalui telepon selular maupun surat elektronik.(*)
(T.T014/B013)
Langganan:
Postingan (Atom)