Minggu, 31 Juli 2011

Waspada, Jambret Beraksi saat Ramadan


INILAH.COM, Bandung - Unit Reskrim Polsektabes Bandung Wetan berhasil meringkus dua jambret bersenjata tajam berinisial Di alias Khiew (27) dan Ras (18) di kawasan Wastukancana, Sabtu (30/7/2011) lalu.

Penangkapan kedua tersangka dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban Yusuf, yang sedang mengamen di perempatan Balubur Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Sabtu (30/7/2011) malam.

Saat itu, dua tersangka yang datang menaiki motor langsung memeras korban dengan menggunakan celurit. Di bawah ancaman, Yusuf tak berkutik. Ia pun terpaksa menyerahkan uang sejumlah Rp70 ribu.

Mendapat laporan dari korban, polisi langsung mengejar pelaku. Tak kurang dari 11 jam atau Minggu (31/7/2011) siang, pelaku ditangkap di kediamannya masing-masing. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa celurit dan dua ponsel hasil kejahatan mereka.

Kapolsektabes Bandung Wetan Kompol Rudi Tri Handoyo didampingi Kanit Reskrim AKP Sunarya Ishak mengatakan, kedua tersangka merupakan target operasi Polsektabes Bandung Wetan. Pasalnya, mereka kerap melakukan pemerasan serta penjambretan di kawasan tersebut.

"Kedua tersangka merupakan target kami. Soalnya, kami sudah menerima beberapa laporan dari masyarakat atas perbuatan yang dilakukan tersangka," ujar Rudi kepada wartawan di Mapolsektabes Bandung Wetan, Minggu (31/7/2011).

Menurut dia, dengan senjata celurit para tersangka berani memeras para korbannya, dan setelah itu langsung membawa kabur barang beharga milik korbannya.

"Kedua tersangka tidak pilih-pilih mencari korban. Baik laki-laki ataupun wanita sering menjadi korban penjambretan tersangka pun kerap menganiaya korbannya dengan menggunakan cerulit jika melakukan perlawanan atau tidak mau memberikan barang berhaga miliknya," katanya.

Rudi mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika berada di jalan raya, terutama pada malam hari. "Ya kita imbau jika tidak ada keperluan yang sangat penting jangan keluar malam. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadan," jelas dia. [gin]

Sabtu, 30 Juli 2011

Lalulintas Padat, Hindari Pemakaman Umum


VIVAnews - Menjelang Ramadan, tempat pemakaman umum (TPU) ramai dikunjungi warga. Mereka nyekar ke makam kerabat atau keluarganya. Berdasarkan pantauan VIVAnews.com di TPU Menteng Pulo, Casblanca, Jakarta Selatan, Sabtu 30 Juli 2011, sejak pagi sudah dipadati warga.

Banyaknya kendaraan yang keluar masuk kendaraan membuat lalulintas di Jalan Casablanca dari arah Kampung melayu tersendat. Tidak hanya itu, kendaraan peziarah yang diparkir di bahu jalan juga membuat macet. Hingga Belum terlihat adanya petugas yang mengatur lalulintas.

Menurut petugas TMC Polda Metro Jaya Briptu Gangsar, beberapa ruas jalan ibukota memang mengalami kepadatan. "Rata-rata kepadatan hari ini karena ada aktivitas nyekar," kata dia saat dihubungi.

Kepadatan juga terjadi di Kalibata dan Tanah Abang sekitar Karet Bivak. Dia memperkirakan ini akan terjadi hingga sore hari. Untuk itu pengendara disarankan menghindari jalan yang lokasinya dekat pemakaman umum."Petugas sudah diarahkan menuju lokasi," tambahnya.

Pembunuh Keluarga Polisi Segera Diberangkatkan ke Bandung

Chazizah Gusnita - detikNews

Jakarta - Pelaku pembunuhan 1 keluarga di Bandung masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Rencananya siang ini, pelaku atas nama Asep Dudung Budiman (31) akan diberangkatkan ke Polres Kabupaten Bandung.

"Sebentar nanti. Masing pengembangan di sana. Nanti rilis pukul 14.00 WIB di Polres. Kemungkinan diharapkan bisa sampai di sini sebelum rilis," kata Kapolres Kabupaten Bandung AKBP Sony Sanjaya saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/7/2011).

Sony mengatakan, polisi masih memburu seorang tersangka lain. Namun apakah tersangka tersebut ikut dalam eksekusi di dalam rumah atau hanya penadah mobil korban yang dijual Asep.

"Ini dia kita masih terus selidiki. Apakah perannya ikut dalam pembunuhan atau menjual mobil. Kita belum tahu," ujarnya.

Satu keluarga polisi di Kabupaten Bandung tewas mengenaskan di rumahnya. Pembunuhan terhadap keluarga polisi, AKP Wawan ini juga tergolong sadis. Semua korban digorok lehernya.

Pembunuhan ini terkuak saat salah seorang kerabat AKP Wawan, Agus ingin mengunjungi keluarga H Apo di kediamannya di Jalan Raya Banjaran, RT 03/03, Kampung Pengkolan, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Namun Agus mendapati rumah haji Apo dalam kondisi terkunci. Tidak hanya itu, rumah yang terletak di pinggir jalan itu pun mengeluarkan bau busuk.

Tak lama, sekitar pukul 02.30 WIB, tersangka Asep ditangkap di sekitar Jalan Jati Raya, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Asep kemudian diamankan di Polda Metro Jaya.

Psikisnya Terpukul, AKBP Mindo Sangkal Terlibat Pembunuhan Istrinya

Gagah Wijoseno - detikNews

Jakarta - Salah satu kuasa hukum AKBP Mindo Tampubolon, Lindung menyangkal terlibat dalam pembunuhan istrinya, Putri Mega Umbo. Menurut Lindung, Mindo sangat sayang pada istrinya.

"Klien saya tidak terlibat seperti yang dituduhkan kepadanya. Justru dia sangat menyayanginya istrinya," ujar Lindung kepada detikcom, Sabtu (29/7/2011).

Menurut Lindung, AKBP Mindo sangat terpukul dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan itu. Namun dalam pemeriksaan Jumat (29/7) kemarin kliennya sudah menyampaikan semuanya pada penyidik.

"Dia telah menerangkan kapan bertemu istrinya terakhir dan sebagainya," kata Lindung.

Lindung menambahkan, kliennya akan diperiksa dan di-BAP kembali pada hari ini. "BAP pukul 16.00 WIB," imbuh Lindung.

Sebagaimana diketahui, istri Kompol Mindo Tampubolon dinyatakan hilang dari rumahnya. Pihak kepolisian akhirnya menemukan Putri Mega Umbo (25) dalam kondisi tewas dibuang di semak belukar di kawasan pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

Kondisi korban sangat mengenaskan dengan leher digorok benda tajam. Sedangkan anak korban yang berusia 3 tahun masih sempat ditahan pembantu korban dan pacarnya. Pembantu korban ditangkap pihak Kepolisian di salah satu hotel di Batam. Dari pembantu dan pacarnya itu diketahui bahwa pembunuhan itu melibatkan Satpam.

Mabes Polri Periksa AKBP Mindo Terkait Pembunuhan Istrinya


Gagah Wijoseno - detikNews

Jakarta - Mabes Polri memeriksa AKBP Mindo Tampubolon, perwira menengah Polda Kepri dalam kasus pembunuhan istrinya, Putri Mega Umbo. AKBP Mindo masih berstatus saksi.

"Ya masih dalam pemeriksaan," ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, kepada detikcom, Sabtu (30/7/2011).

Boy belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan. AKBP Mindo akan diperiksa lagi hari ini.

"Nanti hasilnya. Ya akan diperiksa lagi hari ini. Tapi waktunya belum tahu," kata Boy.

Pengacara AKBP Mindo, Lindung, membenarkan jika kliennya diperiksa Jumat (29/7) kemarin. Menurut Lindung, kliennya disodorkan sekitar lebih dari 20 pertanyaan. Namun dia juga menolak membeberkan pertanyaan yang ditanya penyidik pada kliennya.

"Pertanyaan penyidik itu bukan untuk umum," kata Lindung pada detikcom.

Sebagaimana diketahui, istri Kompol Mindo Tampubolon dinyatakan hilang dari rumahnya. Pihak kepolisian akhirnya menemukan Putri Mega Umbo (25) dalam kondisi tewas dibuang di semak belukar di kawasan pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

Kondisi korban sangat mengenaskan dengan leher digorok benda tajam. Sedangkan anak korban yang berusia 3 tahun masih sempat ditahan pembantu korban dan pacarnya. Pembantu korban ditangkap pihak Kepolisian di salah satu hotel di Batam. Dari pembantu dan pacarnya itu diketahui bahwa pembunuhan itu melibatkan Satpam.

Jumat, 29 Juli 2011

Enam Kapolres di Polda Metro Diganti

VIVAnews - Kepolisian Republik Indonesia memutasi enam Kepala Resor dan Direktur Reserse Kriminal Umum dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pergeseran jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri bernomor STR/1525-1526/VI/2011 tanggal 29 Juli 2011.

Kapolres Jakarta Pusat yakni Komisaris Besar Hamidin dan Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Yazid Fanani dimutasi karena sedang mengikuti sekolah perwira tinggi (Sespati). Sebagai penggantinya, Jabatan Kapolres Jakarta Pusat akan diisi oleh Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol.

Sementara itu, untuk Kapolres Jakarta Barat akan digantikan Komisaris Besar Setija Junianta yang sebelumnya menjabat Kapolres Bekasi Kabupaten. Jabatan Kapolres Bekasi Kabupaten sendiri akan diisi oleh Kombes Wahyu Hadiningrat yang sebelumnya menjabat Kepala Satgaswil Jabar Densus 88 Mabes Polri.

Kapolres Jakarta Selatan yang sebelumnya diduduki oleh Kombes Gatot Edi akan diisi oleh Kombes Imam Sugianto, yang menjabat Kapolres Bekasi Kota, sedangkan posisi Kapolres Bekasi Kota kini diduduki oleh Kombes Priyo Widyanto.

Untuk Kapolres Depok, Kombes Fery Abraham, dimutasi menjadi Kabag Paminal Provos Divpropam Polri. Pengganti Ferry di Depok adalah Kombes Mulyadi Kaharni.

Kombes Gatot Edi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan dimutasi menjadi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Herry Rudolf Nahak yang dimutasi ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes, Yan Fitri Halimansyah dimutasi menjadi Kabagrenma Robinops Bareskrim Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Sufyan Syarif.