Sabtu, 26 Februari 2011

Prijanto Tak Setuju Busway Berlawan Arah


VIVAnews - Banyak pihak yang mempertanyakan konsep contra flow atau laju berlawanan pada jalur bus Transjakarta. Konsep ini dianggap masih perlu dipertimbangkan yang matang sebelum dilaksanakan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto ikut mengkritisi konsep laju berlawanan itu. Dikatakannya, bila sistem ini tidak bisa diterapkan di Jakarta, sebaiknya tak usah dipaksakan.

"Contra flow itu belum dikaji, belum positif," ujar Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Jumat, 25 Januari 2011.

Prijanto mengatakan, untuk menerapkan sistem itu, Pemda dituntut melakukan kajian serius. Jangan sampai penerapan laju berlawanan justru meningkatkan angka kecelakaan.

"Apakah sudah siap bertanggung jawab, karena angka kecelakaan saja sudah cukup tinggi. Jangan ada lempar tanggung jawab," tegasnya.

Menurut Prijanto, hingga kini Pemprov DKI belum mengirim tim untuk melakukan survei efisensi sistem contra flow itu. "Masih akan mengirim utusan, apakah itu pas diterapkan atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, kajian contra flow secara teoritis sudah dibuat Dishub dan Polda, pada Maret mendatang akan ada tim terpadu yang melihat pelaksanaannya di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono juga menegaskan, konsep contra flow belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Sebab, masih diperlukan beberapa kajian mendalam agar pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah baru.

"Ada tiga hal yang perlu diperhitungkan yakni prasarana, sarana, dan kebiasaan para pejalan kaki," ungkap Pristono.

Dipaparkan Pristono, terkait prasarana, hal yang perlu diperhatikan adalah persimpangan lalu lintas, geometric persimpangan, serta u turn atau putaran jalan. Sedangkan untuk sarana, posisi pengemudi TransJakarta yang berada di kanan akan searah dengan halte.

Seperti diketahui, konsep ini telah dibahas sejak TransJakarta pertama kali dibangun oleh DKI Jakarta pada 2004. Konsep ini kemudian tidak dijalankan karena DKI berasumsi warga Jakarta akan tetap menjaga kedisiplinan.

Namun seiring berjalannya waktu, pelanggaran dengan menerobos jalur busway semakin banyak. Untuk itu DKI bersama Polda Metro Jaya akan kembali melakukan studi baik dan buruknya contra flow untuk busway. (umi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar