Jumat, 20 Mei 2011

Pengakuan Sopir Mobil ATM BCA Sesuai dengan Olah TKP


Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Yunisar Simbolon, sopir mobil pembawa uang untuk ATM BCA disebut-sebut sebagai otak dibalik perampokan. Pengakuan Yuniar terkait perencanaan aksi tersebut, serupa dengan keterangan beberapa saksi yang ada di tempat kejadian.

"Pengakuan dia dari mulai perencanaan dengan saat kejadian perampokan sama," kata salah seorang penyidik Polrestro Jakarta Timur kepada wartawan, Kamis (19/5).

Kepada penyidik, Yunisar mengaku merencanakan aksi itu bersama seorang satpam Hendrik Gunawan yang saat itu mengawal pengiriman uang untuk mesin ATM BCA di beberapa titik di Jakarta Timur.

Dia lantas menelepon seseorang yang disebutnya merupakan anggota Brimob untuk membantu aksi perampokan. Orang yang disebut-sebut akan membantunya itu menyiapkan dua orang yang nantinya berjaga di Apotik Tania, Jl Robusta Raya, Pondok Kopi, lokasi dimana eksekusi perampokan dilaksanakan.

"Dari penuturan dia itu memang ada dua orang yang tiba-tiba masuk ke mobil saat petugas ATM mengisi uang di mesin ATM BCA di dalam Apotik," kata sumber tersebut.

Posisi mobil pun telah disiapkan sedemikian rupa. Kepala mobil yang biasanya menghadap ke pintu apotik, saat itu berbalik membelakangi apotik atau moncong mobil menghadap jalan raya.

"Tidak biasanya mobil ATM membelakangi apotik, biasanya juga saling berhadapan dengan apotik," kata salah seorang satpam Apotik Tania, Ardi.

Ardi memang tidak di tempat saat kejadian berlangsung. Dia mendapatkan kesaksian dari Yunisar, seorang teknisi pengisi ATM Zulfikar, dan satpam Ahmad yang kala itu terlihat bingung karena mobil pembawa uang raib dibawa kabur perampok.

"Waktu saya datang mereka semua pada bengong kayak orang bingung," papar Ardi.

Selain meminta keterangan tiga petugas pengisi ATM, Ardi pun menanyakan perihal kejadian perampokan kepada tukang sate dan koran yang ada di halaman apotik.

"Tukang sate bilang saat mobil dibawa kabur, sopir tidak ada reaksi apa-apa dan mengira tidak terjadi perampokan," papar Ardi.

Kamis (19/5) siang, polisi sempat menanyakan kamera pengintai yang ada di apotik. "CCTV cuma ada di dalam, di luar ke arah parkir tidak ada," katanya.

Hingga saat ini polisi menyatakan belum menemukan pelaku dalam kasus perampokan. Namun, sumber terpercaya detikcom memastikan Yunisar dan Hendrik sebagai otak dari perampokan. Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Kompol Bustoni Purnama membantah telah menetapkan status Yunisar dan Hendrik sebagai tersangka.

"Masih saksi semua, belum ada tersangka (dalam pencarian)," kata Bustomi dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (19/5).

Minggu (15/5) sekitar pukul 22.00 WIB, satu unit mobil Daihatsu Grand Max silver B 9713 FH yang mengangkut uang milyaran untuk ATM BCA dirampok, di Apotik Tania, Jl Robusta, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Saat itu mobil ditumpangi seorang sopir Yunisar Simbolon, dua orang satpam Ahmad dan Hendrik, serta, teknisi Zulfikar, dan seorang pria berseragam Brimob. Polisi masih mendalami keterlibatan pria berseragam brimob tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar